14 Prosesi Pernikahan Adat Batak Toba, Mulai dari Persiapan!

Pernikahan Adat Batak Toba

Liputanpers.com – menyajikan informasi terbaru tentang 14 Prosesi Pernikahan Adat Batak Toba, Mulai dari Persiapan!.

Anda juga bisa mencari berita terkait dalam kategori Opini, yang selalu terupdate setiap hari.

Read More

Liputanpers merupakan portal berita yang berasal dari berbagai sumber media online maupun sumber informasi swadaya masyarakat.

Setiap informasi yang di publikasikan pada situs kami cantumkan sumber serta link dari situs terpercaya dan anda bisa mengunjungi situsnya yang pada akhir artikel ini.

Simak artikel menarik lainnya tentang 5 Cara Investasi Paling Efektif, Berikut ini berita selengkapnya yang kami rangkum di bawah ini:

14 Prosesi Pernikahan Adat Batak Toba, Mulai dari Persiapan!

Pernikahan merupakan proses sakral antara wanita dan pria dengan cara mengikat janji suci untuk sehidup semati di hadapan Tuhan. Di Indonesia yang kaya akan budaya, ada banyak tradisi pernikahan berdasarkan adat istiadat setempat. Salah satunya pernikahan adat Batak Toba.

Prosesi pernikahan yang digelar menurut adat suatu daerah selalu dapat menarik perhatian.

Tak terkecuali pada pernikahan adat Batak Toba yang terdiri dari banyak prosesi dan mengeluarkan banyak biaya sehingga dikenal sebagai pernikahan mahal.

Lalu, bagaimana kah proses pernikahan adat Batak Toba yang mayoritas penduduknya mendiami wilayah sekitar Danau Toba di Tapanuli Utara? Simak selengkapnya!

Baca Juga: Inilah 9 Ujian Pernikahan di 5 Tahun Pertama Pernikahan, Hadapi Bukan Hindari!

Pernikahan Adat Batak Toba

Foto: Pernikahan Adat Batak Toba (pariwisatasumut.net)

Menurut jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Padjajaran, pernikahan adat Batak Toba adalah perkawinan eksogami marga karena perkawinan semarga dilarang keras.

Awalnya, pernikahan adat Batak Toba diartikan sebagai pembelian seorang perempuan, di mana perempuan dilepas dari kelompoknya setelah dilakukan transaksi pembayaran yang telah disetujui bersama sebelumnya.

Transaksi tersebut berupa pembayaran sejumlah barang berharga atau uang kepada pihak perempuan yang dalam bahasa Batak Toba disebut sebagai sinamot.

Adapun tata cara pernikahan adat Batak yang disebut dengan Na Gok, yaitu pernikahan orang Batak secara normal berdasarkan ketentuan adat terdahulu yang melibatkan unsur Dalihan Na Tolu adalah sebagai berikut:

1. Mangaririt

Mangaririt merupakan tahap persiapan pernikahan yang meliputi memilih gadis yang akan dijadikan istri berdasarkan kriteria pria atau keluarganya.

Tahap ini biasanya dilakukan jika calon pengantin prianya tak dapat mencari pasangannya sendiri karena sedang berada di perantauan.

Baca Juga: Diskusikan 4 Hal Ini Setiap Hari dengan Suami Agar Pernikahan Bahagia

2. Mangalehon Tanda

Mangalehon tanda memiliki makna pemberian tanda apabila seorang pria telah menemukan wanita sebagai calon istrinya. Kemudian, keduanya saling memberi tanda.

Sang pria biasanya akan memberikan sejumlah uang kepada wanita, sedangkan pihak wanita akan menyerahkan kain sarung kepada laki-laki. Dengan ini, mereka telah terikat satu sama lain.

3. Marhusip

Marhusip atau melamar, mempunyai makna di mana pihak laki-laki melamar perempuan yang akan menjadi bagian keluarga mereka.

Marhusip ini hanya dihadiri oleh keluraga dekat saja dan utusan dari dongan tubu, boru, dongan sahuta.

Pihak laki-laki akan ke rumah pihak perempuan dengan membawa makanan, berupa kue dan buah saja.

Pada marhusip, akan dibicarakan segala sesuatu menyangkut rencana perkawinan terutama mengenai sinamot, 42 pihak yang menyelenggarakan (suhut bolahan amak), tanggal pamasu-masuon, dan tempat.

Pembicaraan atau perundingan antara utusan keluarga calon pengantin pria dan wanita ini bersifat tertutup.

Baca Juga: Psikolog Jelaskan Penyebab Hubungan Pernikahan Terasa Hambar setelah Memiliki Anak

4. Marhata Sinamot

Pernikahan Adat Batak TobaFoto: Pernikahan Adat Batak Toba (weddingmarket.com)

Marhata sinamot merupakan kegiatan yang membicarakan berapa jumlah sinamot dari pihak pria, hewan apa yang akan disembelih, berapa banyak ulos, berapa banyak undangan yang akan disebarkan, dan di mana dilaksanakannya upacara pernikahan tersebut.

Adat marhata sinamot bisa juga dianggap sebagai perkenalan resmi antara orang tua pria dan orang tua wanita.

Mas kawin yang diserahkan pihak pria biasanya berupa uang sesuai jumlah mas kawin tersebut yang telah ditentukan melalui tawar-menawar.

5. Pundun Saut

Dalam prosesi ini, pihak kerabat pria akan mengantarkan ternak yang sudah disembelih untuk diterima oleh pihak parboru dan setelah makan bersama dilanjutkan dengan pembagian Jambar Juhut (daging) kepada anggota kerabat.

Di akhir kegiatan Pundun Saut, pihak keluarga wanita dan pria bersepakat menentukan waktu martumpol (pertunangan) dan pamasu-masuon (pemberkatan).

Baca Juga: 3 Hal yang Diam-diam Menghancurkan Pernikahan

6. Martumpol

Pernikahan Adat Batak TobaFoto: Pernikahan Adat Batak Toba (pinterest.id/@ratukebaya.id)

Martumpol bagi orang Batak disebut juga sebagai acara pertunangan, tetapi secara harfiah martumpol merupakan acara kedua pengantin di hadapan pengurus jemaat gereja diikat dalam janji untuk melangsungkan pernikahan.

Upacara adat ini diikuti akan oleh orang tua kedua calon pengantin dan keluarga mereka, beserta para undangan yang biasanya diadakan di gereja.

7. Martonggo Raja

Pada tahap ini, kedua pihak dari calon pengantin akan membahas prosesi adat hari H lebih rinci lagi.

Terutama keterlibatan masing-masing anggota keluarga besar (dongan sahuta), seperti siapa yang bertugas untuk memberi dan menerima ulos, dan hal-hal yang telah disepakati dalam acara marhusip sebelumnya.

Baca Juga: 5 Cara Mempersiapkan Mental sebelum Menikah

Pemberkatan pernikahan kedua pengantin dilaksanakan di gereja oleh pendeta.

Kesimpulan

Itulah informasi tentang 14 Prosesi Pernikahan Adat Batak Toba, Mulai dari Persiapan! yang bisa kami berikan, semoga bermanfaat.

Berita selengkapnya bisa anda akses melalui link berikut ini: Situs Lowongan Kerja Indonesia