3 Contoh Ceramah Singkat tentang Ikhlas, Penuh Makna!

Ceramah Singkat tentang Ikhlas dan Amal

Liputanpers.com – menyajikan informasi terbaru tentang 3 Contoh Ceramah Singkat tentang Ikhlas, Penuh Makna!.

Anda juga bisa mencari berita terkait dalam kategori Opini, yang selalu terupdate setiap hari.

Read More

Liputanpers merupakan portal berita yang berasal dari berbagai sumber media online maupun sumber informasi swadaya masyarakat.

Setiap informasi yang di publikasikan pada situs kami cantumkan sumber serta link dari situs terpercaya dan anda bisa mengunjungi situsnya yang pada akhir artikel ini.

Simak artikel menarik lainnya tentang 5 Cara Investasi Paling Efektif, Berikut ini berita selengkapnya yang kami rangkum di bawah ini:

3 Contoh Ceramah Singkat tentang Ikhlas, Penuh Makna!

Ternyata, banyak juga yang mencari ceramah singkat tentang ikhlas.

Memang, ikhlas terlihat sederhana dan mudah, tapi sangat rumit saat melakukannya.

Karena ikhlas adalah perbuatan hati, sehingga hanya Allah SWT yang mengetahuinya.

Ceramah tentang iklhas juga termasuk pembahasan yang ringan untuk disampaikan, tapi sulit diaplikasikan.

Entah untuk tugas mengisi ceramah di kelas, sekolah, atau mengikuti lomba, tema ini sering diangkat karena dapat diterima dengan baik oleh para pendengarnya.

Sebagai inspirasi Moms ataupun Dads, berikut berbagai contoh ceramah singkat tentang ikhlas yang bisa digunakan.

Baca Juga: 3+ Contoh Bacaan Pembukaan Kultum Agar Ceramah Lebih Menarik

Contoh Ceramah Singkat tentang Ikhlas

Bagi Moms yang sedang mencari ceramah singkat tentang ikhlas, berikut ini telah dirangkum beberapa contohnya.

1. Ceramah Singkat tentang Ikhlas dan Amal

Foto: Ceramah Singkat tentang Ikhlas dan Amal (iStockphoto.com)

Assalamu ‘alaikum warrahmatullohi wabaro kaatuuh

Innalhamda lillaah nahmaduhu wanasta’iinuhu wanastaghfiruhu wa na’uudzu billaahi min syururi anfusinaa wamin sayyiaati a’maalinaa man yahdillahu falaa mudhillalahu wamay yudhlill falaa hadiyalahu.

Asyhadu allaa ilaha illalloh wahdahu laa syariika lahu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu warosuluhu laa nabiya ba’dah. Allohumma sholli wasallim wa baarik ‘ala rosuulillaahi wa’alaa alihi wa ashhabihi waman walaahu. ammaa ba’du.

Jemaah yang dirahmati Allah SWT, dalam kesempatan kali ini, izinkan saya menyampaikan ceramah singkat tentang ikhlas yang menjadi syarat diterimanya amal.

Seperti diketahui, umat Islam dituntun oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW untuk senantiasa memperbanyak perbuatan baik.

Berbuat baik sebenarnya adalah inti dari tujuan diturunkannya Islam ke dunia melalui Nabi Muhammad SAW.

Sebagai inti ajaran Islam, tentu sikap baik ini juga harus termasuk dalam pandangan Allah SWT, bukan hanya manusia.

Jika dipelajari secara mendalam, semua ayat dalam Al-Qur’an dan tuntunan Nabi Muhammad SAW dalam sunah-sunahnya adalah berisi kebaikan.

Dalam salah satu ayat Al-Qur’an, Allah SWT dengan jelas memerintahkan umat Islam untuk berbuat baik.

وَأَنفِقُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا تُلْقُوا۟ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى ٱلتَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوٓا۟ ۛ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

Wa anfiqụ fī sabīlillāhi wa lā tulqụ bi`aidīkum ilat-tahlukati wa aḥsinụ, innallāha yuḥibbul-muḥsinīn.

Artinya: “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan

dan berbuat baiklah karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik,” (QS Al Baqarah: 195)

Dalam surat yang lain, Allah SWT juga memberi kepastian bahwa balasan kebaikan adalah kebaikan juga.

هَلْ جَزَآءُ ٱلْإِحْسَٰنِ إِلَّا ٱلْإِحْسَٰنُ

Hal jazā`ul-iḥsāni illal-iḥsān.

Artinya: “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula),” (QS Ar Rahman: 60)

Namun, Islam mensyaratkan standar yang tinggi dalam perbuatan baik yang dilakukan.

Maksudnya, kebaikan saja tidak akan cukup karena belum tentu menjadi amal yang diterima oleh Allah SWT.

Jika tidak cukup dengan kebaikan, lalu apa lagi? Islam tidak hanya menuntut untuk berbuat baik, tapi juga harus diiringi dengan rasa ikhlas.

Ini menjadi syarat utama diterimanya perbuatan baik yang dilakukan oleh manusia.

Ikhlas dalam berbuat baik atau beribadah, berarti melakukannya semata-mata mengharap rida Allah SWT, bukan yang lain.

Orang yang ikhlas tidak mengharapkan pujian dari manusia dan tidak pamer karena sudah merasa cukup amal perbuatannya hanya ditujukan kepada Allah SWT.

Dalam ayat lain disebutkan:

قُلْ أَمَرَ رَبِّى بِٱلْقِسْطِ ۖ وَأَقِيمُوا۟ وُجُوهَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَٱدْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ ۚ كَمَا بَدَأَكُمْ تَعُودُونَ

Qul amara rabbī bil-qisṭ, wa aqīmụ wujụhakum ‘inda kulli masjidiw wad’ụhu mukhliṣīna lahud-dīn, kamā bada`akum ta’ụdụn.

Artinya: “Katakanlah: ‘Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan’. Dan (katakanlah): ‘Luruskanlah muka (diri) mu di setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya.

Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepada-Nya)”. (QS Al-A’raf: 29)

Jelas sekali diterangkan dalam ayat-ayat tersebut bahwa umat Islam diperintahkan untuk melakukan semua amal perbuatan baik dengan ikhlas.

Demikian ceramah singkat tentang ikhlas ini saya sampaikan. Atas perhatiannya saya sampaikan terima kasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Baca Juga: 5+ Hadis dan Ayat Alquran tentang Ikhlas Agar Pribadi Baik

Assalamu ‘alaikum warrahmatullohi wabaro kaatuuh.

Kesimpulan

Itulah informasi tentang 3 Contoh Ceramah Singkat tentang Ikhlas, Penuh Makna! yang bisa kami berikan, semoga bermanfaat.

Berita selengkapnya bisa anda akses melalui link berikut ini: Situs Lowongan Kerja Indonesia