3 Jenis dan Contoh Kalimat Konotatif yang Perlu Diketahui

Mengajak Anak Membaca Buku

Liputanpers.com – menyajikan informasi terbaru tentang 3 Jenis dan Contoh Kalimat Konotatif yang Perlu Diketahui.

Anda juga bisa mencari berita terkait dalam kategori Opini, yang selalu terupdate setiap hari.

Read More

Liputanpers merupakan portal berita yang berasal dari berbagai sumber media online maupun sumber informasi swadaya masyarakat.

Setiap informasi yang di publikasikan pada situs kami cantumkan sumber serta link dari situs terpercaya dan anda bisa mengunjungi situsnya yang pada akhir artikel ini.

Simak artikel menarik lainnya tentang 5 Cara Investasi Paling Efektif, Berikut ini berita selengkapnya yang kami rangkum di bawah ini:

3 Jenis dan Contoh Kalimat Konotatif yang Perlu Diketahui

Konotatif atau konotasi merupakan kata yang mengandung makna kias atau bukan dalam arti yang sebenarnya.

Kata ini juga bisa diartikan sebagai makna emotif atau evaluatif. Artinya, mengandung nilai-nilai emosional.

Konotatif biasanya muncul karena pembicara ingin menimbulkan perasaan senang, tidak senang, setuju atau tidak setuju.

Terkait dengan jenis dan contohnya, simak selengkapnya berikut!

Baca Juga: 6 Tips agar Anak Semangat Belajar, Penting untuk Penuhi Asupan Gizinya!

Perbedaan Makna Konotatif dan Denotatif

Foto: Mengajak Anak Membaca Buku (Freepik.com/freepik)

Dalam praktiknya, makna konotatif ini akan berbanding terbalik dengan makna denotatif.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), makna konotasi adalah tautan pikiran yang menimbulkan nilai rasa pada seseorang ketika berhadapan dengan sebuah kata.

Nah, makna konotatif tidak murni dan memiliki tautan pemikiran serta perasaan yang sifatnya pribadi.

Ini akan berbanding terbalik dengan makna denotatif, yang objektif tanpa embel-embel perasaan tertentu, disampaikan secara lugas dan murni.

Makna denotasi ini adalah makna kata atau kelompok kata yang didasarkan atas penunjukan yang lugas.

Ini didasarkan atas konvensi tertentu dan biasaya bersifat objektif dan akan sesuai apa yang dilihat atau dirasakan oleh panca indra.

Makna konotasi adalah aspek makna sebuah atau sekelompok kata yang didasarkan atas perasaan atau pikiran yang nantinya timbul atau ditimbulkan oleh pembicaraan (penulis) dan pendengar (pembaca).

Ada juga yang menyebutkan bahwa perbedaan makna denotatif dan konotatif didasarkan pada ada atau tidak adanya ‘nilai rasa’ pada sebuah kata.

Atau lebih singkatnya, denotatif ini bersifat umum sementara konotatif bersifat khusus.

Baca Juga: Belajar Aksara Jawa Lengkap dan Jenisnya

Ciri-Ciri Makna Konotasi dan Denotasi

Belajar Bahasa IndonesiaFoto: Belajar Bahasa Indonesia (verywellfamily.com)

Beberapa ciri dari kata yang bermakna konotatif antara lain:

  • Makna konotasi terjadi jika kata itu mempunyai nilai rasa, baik positif atau negatif. Jika tidak bernilai rasa, ini bisa disebut berkonotasi netral.
  • Makna konotasi dalam kata dapat berbeda dari satu kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat lain, sesuai dengan pandangan hidup dan norma yang ada pada masyarakat tersebut.
  • Makna konotasi juga dapat berubah dari waktu ke waktu karena ia akan mengikuti jiwa zaman.

Sementara itu, beberapa ciri kata bermakna denotasi antara lain:

  • Makna denotasi memiliki nama lain yaitu makna lugas, karena sifatnya yang lugas atau literal.
  • Makna denotasi biasanya merupakan hasil observasi dari panca indra yaitu penglihatan, penciuman, pendengaran, perasaan, atau pengalaman fisik lainnya

Baca Juga: Rumus Keliling Trapesium dan Penjelasan Lengkapnya!

Jenis Konotatif

BelajarFoto: Belajar (Istockphoto)

Kalimat konotatif bisa memiliki arti positif, negatif, atau netral. Ini tergantung pada bagaimana kalimat digunakan.

Berikut penjelasannya masing-masing:

1. Konotatif Positif

Ini merupakan sebuah kalimat yang konotasinya menyiratkan emosi dan perasaan positif.

Misalnya, “aroma masakan ibuku” menghasilkan makna yang positif.

Sebab, kata “aroma” menyiratkan jika masakan memiliki bau yang menyenangkan dan mengundang lapar.

Baca Juga: 6 Cara Belajar agar Cepat Paham dan Ingat, Coba Yuk!

2. Konotatif Negatif

Belajar

Foto: Belajar (Belajar)

Ini merupakan sebuah kalimat yang konotasinya menyiratkan emosi dan perasaan positif.

Jika kata sifat “aroma” ditukar dengan kata “bau”, artinya menjadi negatif.

Contohnya, “bau masakan ibuku”, bisa berarti makanannya terdengar kurang menarik dan tidak enak.

3. Konotatif Netral

Ini merupakan sebuah kalimat yang konotasinya tidak menyiratkan emosi dan perasaan positif maupun negatif.

Contohnya, ketika seseorang membicarakan tentang hewan peliharaannya, seperti “anjing”.

Ini tidak memiliki konotasi negatif karena merupakan nama seekor hewan.

Kata tersebut bisa menjadi negatif jika dilontarkan pada seseorang sebagai kata cemooh atau makian.

Baca Juga: 6 Gaya Belajar Anak Paling Populer, Si Kecil Lebih Suka Metode Audio atau Visual, Moms?

Contoh Kalimat Konotatif

Belajar

Foto: Belajar (Istockphoto)

Adapun beberapa contoh konotatif yang digunakan dalam kalimat, di antaranya:

  • Klimo menjadi buah bibir karena ketampanan dan keramahannya. Kata “buah bibir” berarti bahan pembicaraan orang lain.
  • Anak tetangga saya terlihat sering membantah dan keras kepala ketika dinasihati oleh orang tuanya. Kata “keras kepala” berarti tidak mau menuruti nasihat.
  • Para menteri kabinet adalah tangan kanan presiden dalam urusan kenegaraan. Kata “tangan kanan” berarti orang kepercayaan presiden.
  • Panji adalah anak emas dalam keluarganya. Ia anak tengah dan laki-laki satu-satunya yang paling disayang. Kata “anak emas” berarti anak kesayangan.
  • Ibunya dengan berat hati meninggalkan anaknya di kampung halamannya untuk bekerja di ibu kota. Kata “berat hati” berarti tidak tega.
  • Pelaku pembunuhan mahasiswa itu sudah dijebloskan ke dalam jeruji besi dengan hukuman 10 tahun. Kata “jeruji besi” berarti penjara.
  • Kau harus bisa menerima semua kenyataan dengan lapang dada. Kata “lapang dada” berarti menerima dengan ikhlas dan tabah.
  • Setelah kematian orang tuanya, Andri jadi anak sebatang kara. Kata “sebatang kara” berarti tidak memiliki sanak saudara.
  • Sepulang dari Singapura, ayah membawa banyak sekali buah tangan. Kata “buah tangan” berarti oleh-oleh.
  • Aisya dikenal sebagai kutu buku di kampusnya karena kepintarannya. Kata “kutu buku” berarti gemar belajar atau membaca buku.
  • Memiliki gaji tinggi tak membuat tikus kantor luput dari kasus korupsi. Kata “tikus kantor” berarti koruptor.
  • Para karyawan yang bekerja di atas jam kerja normal ibarat sapi perah di perusahaannya. Kata “sapi perah” berarti orang yang dimanfaatkan demi sebuah keuntungan.
  • Oknum pejabat mencari kambing hitam untuk mempertahankan jabatannya di kursi DPR. kata “kambing hitam” berarti mencari orang yang bisa disalahkan.
  • Banyak pedagang yang gulung tikar di masa pandemi karena tidak laku. Kata “gulung tikar” berarti bangkrut.
  • Setelah kemenangannya tahun ini, Greysia Polii memutuskan untuk gantung raket. Kata “gantung raket” berarti pensiun atau berhenti bermain bulu tangkis.

Itulah maksud dari kalimat konotatif dan jenisnya. Semoga bermanfaat ya, Moms!

Kesimpulan

Itulah informasi tentang 3 Jenis dan Contoh Kalimat Konotatif yang Perlu Diketahui yang bisa kami berikan, semoga bermanfaat.

Berita selengkapnya bisa anda akses melalui link berikut ini: Situs Lowongan Kerja Indonesia