Jakarta, CNN Indonesia — Layanan pembayaran paylater semakin populer di kalangan masyarakat. Bukan cuma karena praktis, dan mudah digunakan, tetapi juga instan menempel di berbagai e-commerce untuk memudahkan transaksi masyarakat.

Pengguna paylater juga terus meningkat seiring berjalannya waktu dan semakin banyak perusahaan yang menawarkan layanan yang dikenal dengan moto beli sekarang bayar belakangan.

Direktur PT Artha Dana Teknologi Jerry Anson mengatakan paylater menarik bagi masyarakat karena menjadi alternatif layanan cicilan tanpa kartu kredit yang praktis, serta memberi pilihan jangka waktu pembayaran yang fleksibel.


“Layanan ini tergolong praktis dan tentunya aman digunakan saat bertransaksi lewat smartphone. Penyedia layanan paylater juga bekerja sama dengan beragam merchant dan menawarkan berbagai promo menarik untuk para penggunanya,” ungkap Jerry kepada CNNIndonesia.com, Kamis (12/5).

Namun, ia mengingatkan layanan pembayaran paylater tetap harus dimanfaatkan dengan rencana dan perhitungan yang matang.

Sebab, walaupun paylater praktis dan mudah, beberapa kesalahan akan membuat manfaatnya menjadi tidak optimal.

Berikut beberapa kesalahan yang kerap kali muncul di kalangan pengguna paylater:

1. Tak Membandingkan Layanan

Pengguna dituntut untuk selalu jeli dan membandingkan layanan paylater yang cocok, mengingat banyaknya pilihan paylater yang tersedia sekarang. Pertama, pastikan untuk selalu menggunakan layanan paylater resmi. Artha Dana Teknologi, misalnya, menawarkan Indodana yang sudah terdaftar di OJK.

Di Indodana, ia mencontohkan limit yang ditawarkan mencapai Rp25 juta dengan tenor cicilan 30 hari sampai 12 bulan. Paylater yang ditawarkan ini diklaim sesuai dengan ketentuan yang berlaku di OJK.

Tawaran Indodana mungkin berbeda dengan tawaran paylater dari perusahaan lain. Tetapi, pengguna tetap harus membandingkan layanan masing-masing paylater untuk mendapat tawaran sesuai kebutuhan dengan berbagai fitur dan keuntungannya.

“Hal ini juga dilakukan agar terhindar dari jebakan paylater ilegal atau terikat suku bunga yang terlalu tinggi,” jelasnya.

2. Tidak Memperhatikan Kemampuan Bayar

Kesalahan lainnya yang kerap dilakukan oleh pengguna paylater adalah tak memperhatikan kondisi keuangan terlebih dahulu. Meski paylater sendiri bentuknya berbeda pinjaman online (pinjol), layanan pembayaran ini tetaplah salah satu bentuk dari utang.

Seringkali sifat paylater yang memberikan layanan instan dalam meminjam dana membuat pengguna tergiur untuk menggunakannya tanpa memperhatikan kemampuan membayar. Oleh karena itu, pengguna harus mampu mengembalikan dana yang dipinjamnya saat menggunakan layanan tersebut dalam waktu yang telah ditentukan.

“Manfaatkan layanan paylater dengan bijak sesuai kondisi keuangan. Hindari penggunaan yang berlebihan dan utamakan memenuhi kebutuhan penting atau membeli barang yang sesuai dengan jumlah limit yang diberikan,” kata Jerry.

Ia menganjurkan agar pengguna tidak tercekik utang, pilihlah jangka waktu pembayaran dan jumlah cicilan yang sesuai kondisi keuangan, sehingga pembayarannya bisa dilakukan tepat waktu serta bebas dari denda keterlambatan.

“Gunakan dengan bijak sesuai limit yang diberikan, dan pastikan jumlah cicilan paylater tidak melebihi 30 persen dari penghasilan bulanan supaya kebutuhan pokok bisa tetap terpenuhi serta tidak mengalami kredit macet,” ucapnya.

Perencana Keuangan Zielts Consulting Ahmad Gozali mengingatkan pengguna paylater perlu membiasakan diri dengan menghitung total cicilan per bulan dan membandingkannya dengan kondisi keuangan. Hal ini dilakukan supaya tagihan tidak lebih besar dari total penghasilan.

“Jangan lupa hitung semua total cicilan. Dan ketika menghitung penghasilan, jangan sertakan penghasilan yang tidak pasti seperti lembur atau bonus,” sebutnya.

3. Telat Bayar Cicilan

Meski paylater memberikan penggunanya fleksibilitas dalam membayar nanti untuk setiap transaksi, perlu diingat bahwa setiap pembayaran tertunda disertai dengan bunga. Sehingga, penting bagi pengguna untuk memperhatikan kapan pembayaran tersebut jatuh tempo.

“Perhatikan batas waktu pelunasan, baik itu jangka waktu pelunasan (tenor) maupun tanggal tagihan. Lewat sehari saja, bisa fatal akibatnya. Denda atau bunga tambahan bisa dikenakan,” kata Ahmad.

Maka, ia menyarankan agar pengguna usahakan membayar tagihan paylater lebih awal, daripada membayar terlalu dekat dengan tanggal jatuh tempo dan terancam telat bayar.

“Jika ketemu tanggal merah, usahakan bayar lebih awal. Dan jika transaksinya antar bank, pertimbangkan jeda waktu untuk proses transfer,” ucapnya.

4. Berlebihan Menggunakan Paylater

Pastikan Anda menggunakan paylater sesuai atau di bawah limit yang diberikan. Apalagi, karena paylater umumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif.

Jangan sampai Anda terpicu dengan keinginan semata dan menjadi impulsif atau pemborosan. Dalam jangka panjang, hal ini bisa menyebabkan masalah keuangan.

Usahakan agar setiap transaksi pembelian yang dilakukan dengan paylater tetap sesuai kebutuhan. Bila perlu, jaga pemakaian paylater Anda maksimal 90 persen dari limit yang tersedia.

Paylater dapat memberikan kelancaran transaksi belanja dan mengatur arus kas pengguna. Tetapi, paylater juga bisa memberikan dampak buruk jika digunakan dengan cara yang tidak tepat. [Gambas:Video CNN] (tdh/bir)



Source link