5 Amalan Malam 27 Rajab, Salah Satunya Memperbanyak Doa!

Amalan Malam 27 Rajab

Liputanpers.com – menyajikan informasi terbaru tentang 5 Amalan Malam 27 Rajab, Salah Satunya Memperbanyak Doa!.

Anda juga bisa mencari berita terkait dalam kategori Opini, yang selalu terupdate setiap hari.

Read More

Liputanpers merupakan portal berita yang berasal dari berbagai sumber media online maupun sumber informasi swadaya masyarakat.

Setiap informasi yang di publikasikan pada situs kami cantumkan sumber serta link dari situs terpercaya dan anda bisa mengunjungi situsnya yang pada akhir artikel ini.

Simak artikel menarik lainnya tentang 5 Cara Investasi Paling Efektif, Berikut ini berita selengkapnya yang kami rangkum di bawah ini:

5 Amalan Malam 27 Rajab, Salah Satunya Memperbanyak Doa!

Banyak umat Muslim di Indonesia yang melakukan amalan malam 27 Rajab untuk memperingati Isra Mikraj.

Tahun ini, 27 Rajab atau peringatan Isra Mikraj jatuh pada hari Kamis, 8 Februari 2024.

Maka dari itu, mulai hari Jumat atau malam Sabtu ini, Moms bisa mulai melakukan banyak amalam malam 27 Rajab.

Menurut tradisi, perjalanan Isra Mikraj dikaitkan dengan Lailat al Miraj, sebagai salah satu tanggal paling penting dalam kalender Islam.

Isra Mikraj dipercaya terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-8 kenabian. Lantas, apa saja amalan malam 27 Rajab yang bisa dilakukan?

Baca Juga: Ini Tata Cara Salat Sunah Rajab dan Hukumnya, Simak!

Keutamaan Bulan Rajab

Foto: Amalan Malam 27 Rajab (Orami Photo Stock)

Sebelum megetahui amalan malam 27 Rajab yang disebut sebagai malam terjadinya peristiwa Isra Mikraj, ada baiknya untuk mengenal salah satu bulan dalam Islam ini.

Bulan Rajab adalah salah satu bulan mulia yang juga disebut sebagai asyhurul hurum atau bulan-bulan haram.

Saat itu, manusia dilarang (diharamkan) untuk berperang, kecuali dalam keadaan membela diri dan terdesak.

Bulan Rajab terletak antara bulan Jumadil Akhir dan bulan Sya’ban. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan Langit dan Bumi, di antaranya empat bulan haram.

Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS At-Taubah: 36)

Ini juga mendapatkan penguat di dalam surat yang lain, yakni:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syiar-syiar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan haram (syahral haram) …” (QS Al-Maidah (95): 2)

Ayat ini menerangkan keutamaan dari bulan-bulan haram yang tidak dimiliki oleh bulan lainnya. Bulan yang termasuk di dalamnya adalah Zulkaidah, Zulhijah, Rajab, dan Muharam.

Baca Juga: Niat Puasa Qadha di Bulan Rajab, Ada Bacaan Arab dan Latin

Hal ini juga disebutkan oleh Rasulullah SAW yang bersabda:

السنة اثنا عشر شهراً، منها أربعةٌ حرمٌ: ثلاثٌ متوالياتٌ ذو القعدة، وذو الحجة والمحرم، ورجب مضر الذي بين جمادى وشعبان”.

Artinya: “Setahun ada 12 bulan, di antaranya terdapat 4 bulan haram: tiga yang awal adalah Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharam. Sedangkan Rajab yang penuh kemuliaan antara dua Jumadil dan Syakban.” (HR Bukhari)

Dinamakan Rajab karena itu adalah bulan untuk yarjubu, yakni Ya’zhumu atau mengagungkan, sebagaimana dikatakan Al Ashmu’i, Al Mufadhdhal, dan Al Farra’.

Banyak yang meyakini bahwa bulan Rajab secara khusus sebagai bulan untuk memperbanyak ibadah, seperti salat, puasa, dan menyembelih hewan untuk disedekahkan.

Meski tidak memiliki dalil yang kuat, tidak berarti kelemahan ini menunjukkan larangan untuk melakukan ibadah secara umum.

Tidak mengapa melakukan puasa pada bulan Rajab, seperti puasa Senin Kamis atau puasa ayyamul bidh (tanggal 13, 14, 15 bulan Hijriah), sebab ini semua memiliki perintah secara umum dalam syariat.

Yang keliru adalah meyakini dan mengkhususkan ibadah-ibadah ini. Sebab, hal ini membutuhkan dalil shahih yang khusus, baik dalam Al-Qur’an atau sunah.

Berkaitan dengan hal ini, studi dari UIN Sunan Gunung Djati menjelaskan bahwa referensi serta hadis-hadis yang menjadi kontroversi dalam amalan sunah bulan Rajab, dengan tegas menyatakan tidak terdapat amalan khusus pada saat bulan Rajab.

Namun, sangat dianjurkan setiap umat Islam sebagai hamba Allah SWT untuk selalu meningkatkan ketakwaan kepada-Nya.

Lalu, juga meningkatkan amalan ibadah kapan pun dan di mana pun berada, tidak hanya saat mengerjakan amalan malam 27 Rajab.

Baca Juga: 5+ Keutamaan Sahur Saat Berpuasa, Salah Satunya Diberikan Keberkahan yang Melimpah!

Amalan Malam 27 Rajab Sesuai Sunah

Amalan Malam 27 RajabFoto: Amalan Malam 27 Rajab (Orami Photo Stock)

Meski terdapat perbedaan pendapat terkait dengan amalan tertentu, tetap saja bulan Rajab termasuk dalam salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam.

Oleh karena itu, ini adalah beberapa amalan malam 27 Rajab yang bisa di lakukan karena terdapat perintah melakukannya secara umum. Di antaranya:

1. Memperbanyak Sedekah

Sebagai kebaikan yang mengundang pahala, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak sedekah. Tujuannya untuk mencapai keberkahan dari Allah SWT.

Bisa dilakukan setiap saat, ini juga bisa menjadi amalan malam 27 Rajab yang bisa ditambahkan dengan memanjatkan doa meminta keberkahan kepada Allah SWT.

Ada banyak keutamaan sedekah dalam Islam, salah satunya seperti disebutkan dalam Al-Qur’an:

Kesimpulan

Itulah informasi tentang 5 Amalan Malam 27 Rajab, Salah Satunya Memperbanyak Doa! yang bisa kami berikan, semoga bermanfaat.

Berita selengkapnya bisa anda akses melalui link berikut ini: Situs Lowongan Kerja Indonesia