7+ Amalan Malam Nisfu Syakban untuk Menyambut Ramadan

Alquran Terbuka

Liputanpers.com – menyajikan informasi terbaru tentang 7+ Amalan Malam Nisfu Syakban untuk Menyambut Ramadan.

Anda juga bisa mencari berita terkait dalam kategori Opini, yang selalu terupdate setiap hari.

Read More

Liputanpers merupakan portal berita yang berasal dari berbagai sumber media online maupun sumber informasi swadaya masyarakat.

Setiap informasi yang di publikasikan pada situs kami cantumkan sumber serta link dari situs terpercaya dan anda bisa mengunjungi situsnya yang pada akhir artikel ini.

Simak artikel menarik lainnya tentang 5 Cara Investasi Paling Efektif, Berikut ini berita selengkapnya yang kami rangkum di bawah ini:

7+ Amalan Malam Nisfu Syakban untuk Menyambut Ramadan

Di Indonesia, amalan malam Nisfu Syakban sudah menjadi tradisi dan kebiasaan masyarakat menjelang Ramadan.

Menurut penelitian Repository UIN Sulthan Thaha Saifuddin, tradisi tersebut sering dilakukan setiap tahun pada hari ke 15 Syakban.

Malam Nisfu Syakban tahun 2023 jatuh pada tanggal 7-8 Maret.

Itu artinya, setelah matahari tenggelam pada 7 Maret 2023 adalah momen yang tepat untuk melaksanakan amalan malam Nisfu Syakban.

Pada malam tersebut, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan beristigfar kepada Allah SWT.

Kegiatannya turut meliputi pembacaan surat Yasin sebanyak 3 kali, berserta salat hajat untuk memohon dipanjangkan umur dan sentiasa dalam ketakwaan.

Umat muslim juga memohon untuk diluaskan rezeki dan dikuraniai rezeki yang halal. Selain itu, memohon untuk sentiasa ditetapkan dalam iman dan Islam.

Hal ini karena adanya keyakinan dengan melakukannya, maka akan dikabulkan segala keinginan, dipermudah segala urusan.

Bahkan, akan diberikan 10 kali lipat pahala dan terhindar dari kesulitan ketika beribadah saat amalan malam Nisfu Syakban.

Baca Juga: 10 Aplikasi Islam, Bantu Menjalankan Ibadah Sehari-hari

Mengenal Bulan Syakban

Foto: Alquran Terbuka (Freepik.com/freepik)

Bulan Syakban adalah salah satu bulan dalam kalender Hijriyah yang berada di antara bulan Rajab dan Ramadan.

Di Indonesia, amalan malam Nisfu Syakban sering diperingati dengan ibadah khusus.

Sebenarnya, keistimewaan bulan Syakban ada di sepanjang bulan tersebut, bukan hanya di malam Nisfu Syakban saja.

Sebab, amalan malam Nisfu Syakban ini termasuk dalam salah satu bulan yang mulia.

Hal yang istimewa dari bulan ini adalah karena semua amalan akan dinaikan ke langit.

Dalilnya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Usamah Bin Zaid ini:

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya: “Bulan Syakban (bulan antara Rajab dan Ramadan) adalah bulan di saat manusia lalai. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam.

Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR An-Nasa’i)

Banyak umat Islam yang merasakan kegembiraan saat amalan malam Nisfu Syakban.

Ini karena sebentar lagi akan bertemu dengan bulan Ramadan yang selalu dinanti.

Baca Juga: 9+ Rekomendasi Vitamin untuk Puasa bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Amalan Malam Nisfu Syakban Sesuai Sunah

Buka PuasaFoto: Buka Puasa (Learnreligions.com)

Jadi, amalan yang sifat umum pun bisa dilakukan. Beberapa amalan malam Nisfu Syakban yang bisa dilakukan adalah:

1. Berpuasa Sunah

Sebelum menghadapi bulan puasa yang panjang di bulan Ramadan, Nabi Muhammad SAW lebih sering melakukan puasa sunah di bulan Syakban.

Selain itu, bulan Syakban juga dekat dengan Ramadan, sehingga bagi siapapun yang memiliki hutang puasa bisa dilunasi di bulan ini.

Terkait dengan hal ini, ‘Aisyah RA mengatakan:

كَانَ يَكُونُ عَلَىَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِىَ إِلاَّ فِى شَعْبَانَ

Artinya: “Aku masih memiliki utang puasa Ramadan. Aku tidaklah mampu mengqadanya kecuali di bulan Syakban.” (HR. Bukhari)

Sementara itu, dalil mengenai anjuran sering-sering berpuasa di bulan Syakban diriwayatkan oleh Aisyah RA saat berkata:

فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِى شَعْبَانَ

Artinya: “Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah SAW berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadan.

Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Syakban.” (HR Bukhari)

2. Membaca Yasin

Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki dalam kitabnya Ma Dza fis Syakban menjelaskan bahwa amalan malam Nisfu Syakban perlu dilakukan dengan ikhlas.

Hal ini karena Allah SWT pada malam Nisfu Syakban akan tetap diberi pahala.

Salah satunya adalah membaca Yasin 3 kali, yang diiringi dengan berbagai macam permintaan.

Hanya saja saat membaca awal-awal surat, kita niatkan untuk permohonan tertentu.

Misalnya, bacaan Yasin pertama diniatkan dengan memohon agar diberikan panjang umur dan penuh keberkahan.

Bacaan Yasin kedua diniatkan dengan memohon kepada Allah SWT agar dijauhkan dari wabah dan bala’ serta diberikan rezeki yang berkah.

Sedangkan bacaan Yasin ketiga diniatkan dengan memohon kepada Allah SWT agar diberikan khusnul khatimah.

Baca Juga: Tata Cara dan Niat Puasa Ayyamul Bidh, Puasa Sunnah Tengah Bulan dengan Pahala Setara Setahun Puasa

3. Perbanyak Doa

Dilansir NU Online ada amalan malam Nisfu Syakban yang bisa dilakukan menurut kitab Madza fi Syakban karya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki.

Anjuran berdoa ini didasarkan pada hadis riwayat Abu Bakar RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

ينزل الله إلى السماء الدنيا ليلة النصف من شعبان فيغفر لكل شيء، إلا لرجل مشرك أو رجل في قلبه شحناء

Artinya: “(Rahmat) Allah SWT turun ke bumi pada malam Nisfu Syakban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan).” (HR Al-Baihaqi).

4. Baca Kalimat Syahadat

Dari kitab yang sama, membaca dua kalimat sahadat sebanyak-banyaknya dapat dilakukan karena termasuk kalimat mulia.

Dua kalimat ini sangat baik dibaca kapan pun dan di mana pun. Sayyid Muhammad bin Alawi mengatakan:

وينبغي للمسلم أن يغتنم الأوقات المباركة والأزمنة الفاضلة، وخصوصا شهر شعبان وليلة النصف منه، بالاستكثار فيها من الاشتغال بكلمة الشهادة “لا إله إلا الله محمد رسول الله”

Artinya: “Seyogyanya seorang muslim mengisi waktu yang penuh berkah dan keutamaan dengan memperbanyak membaca dua kalimat syahadat ‘La Ilaha Illallah Muhammad Rasululullah’, khususnya bulan Syakban dan malam pertengahannya.”

Baca Juga: Bolehkah Puasa di Hari Jumat? Ini Penjelasannya!

5. Memperbanyak Istigfar

Tidak ada satu pun manusia yang bersih dari dosa dan salah.

Meski begitu, Allah SWT senantiasa membuka pintu ampunan kepada siapa pun.

Oleh karena itu, meminta ampunan (istigfar) sangat dianjurkan terlebih lagi di malam nisfu Syakban. Sayyid Muhammad bin Alawi menjelaskan:

الاستغفار من أعظم وأولى ما ينبغي على المسلم الحريص أن يشتغل به في الأزمنة الفاضلة التي منها: شعبان وليلة النصف، وهو من أسباب تيسير الرزق، ودلت على فضله نصوص الكتاب، وأحاديث سيد الأحباب صلى الله عليه وسلم، وفيه تكفير للذنوب وتفريج للكروب، وإذهاب للهموم ودفع للغموم

Artinya: “Istigfar merupakan amalan utama yang harus dibiasakan orang Islam, terutama pada waktu yang memiliki keutamaan, seperti Syakban dan malam pertengahannya.

Istigfar dapat memudahkan rezeki, sebagaimana dijelaskan dalam Alquran dan hadis. Pada bulan Syakban pula dosa diampuni, kesulitan dimudahkan, dan kesedihan dihilangkan.”

6. Perbanyak Salawat

Salawat adalah salah satu keutamaan dan amalan yang bisa dilakukan saat amalan malam Nisfu Syakban.

Ayat perintah bersalawat hadis dalam Surat Al-Ahzab Ayat 56.

Sayyid Muhammad bin Abbas Al-Maliki dalam Kitabnya “Ma Dza fi Syakban” menukil salah satu hadis riwayat Imam Ad-Dailami dari Sayyidah Aisyah, berkata:

شَعْباَنُ شَهْرِيْ وَرَمَضَانُ شَهْرُ اللِه وَشَعْبَانُ المُطَهِّرُ وَرَمَضَانُ المُكَفِّرُ

Artinya: “Syakban adalah bulanku, dan Ramadan bulan Allah. Bulan Syakban menyucikan dan Ramadan menggugurkan dosa”.

7. Membaca Doa Nisfu Syakban

Membaca doa saat malam Nisfu Syakban jadi hal yang diutamakan bagi umat muslim.

Doa Nisfu Syakban ini tercantum dalam Kitab Maslakul Akyar karya Mufti Betawi Sayyid Utsman bin Yahya berikut.

اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ

Allahumma ya dzal manni wa la yumannu ‘alaik, ya dzal jalali wal ikram, ya dzat thawli wal in’am, la ilaha illa anta zhahral lajin wa jaral mustajirin wa ma’manal kha’ifin.

Allahumma in kunta katabtani ‘indaka fî ummil kitabi syaqiyyan aw mahruman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullahumma fî ummil kitabi syaqawati wa hirmani waqtitara rizqi, waktubni ‘indaka sa’idan marzuqan muwaffaqan lil khairat.

Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal ‘alâ lisâni nabiyyikal mursal, “yamhullâhu mâ yasyâ’u wa yutsbitu, wa ‘indahû ummul kitâb” wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil ‘alamîn.

Artinya: “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat.

Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.

Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku.

Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu,

Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki.

Di sisi-Nya Lauhulmahfuzh.’ Semoga Allah memberikan salawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.”

Baca Juga: Niat Puasa Ganti Ramadan, Yuk Lunasi Utang Puasa Moms!

8. Salat Sunah Nisfu Syakban

Salat sunah termasuk dalam amalan malam Nisfu Syakban yang juga penting.

Salat dengan 2 rakaat ini akan dilaksanakan pada hari Nisfu Syakban atau 8 Maret 2023.

Pelaksanaan waktu salat dapat dilakukan di 2 waktu yang berbeda, yakni pagi dan malam hari.

Berikut ini bacaan niat salat Nisfu Syakban yang dilatunkan:

اُصَلِّىْ سُنَّةً نِصْفُ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Usholli sunnatan nisfu sya’baana rak’ataini lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya berniat salat sunah nisfu Syakban dua rakaat karena Allah Ta’ala”

Keutamaan Nisfu Syakban

BerdoaFoto: Berdoa (Freepik.com/faizaminudin)

Selain mengetahui amalan malam Nisfu Syakban, Moms juga perlu mengetahui keutamaan malam Nisfu Syakban.

Nisfu Syakban adalah waktu yang tepat bagi kita untuk meminta doa serta ampunan pada Allah SWT.

Keutamaan amalan malam Nisfu Syakban adalah:

  • Allah SWT akan mengampuni dosa bagi umat yang memohon ampunan pada malam itu.
  • Mengabulkan doa orang yang meminta.
  • Memberi kelapangan pada penderitaan orang susah
  • Memberikan rahmat pada orang yang minta kasih.
  • Membebaskan sekelompok orang dari siksa api neraka.

Dalam laman Nu Online, amalan malam Nisfu Syakban ini juga diyakini akan menjadi penerang bagi umat manusia.

Hal ini lantaran, banyak dosa-dosa yang diampunkan serta mendapat ketenangan dari Allah SWT.

Keutamaan amalan malam Nisfu Syakban juga dikaitkan dengan luasnya ladang pahala bagi mereka yang menjalani ibadah-ibadah dengan tulus.

Baca Juga: 11+ Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadan, Masya Allah!

Hukum Malam Nisfu Syakban

Salat Nisfu Syaban

Foto: Salat Nisfu Syaban (Pexels.com/Monstera)

Hukum setiap ibadah berbeda, begitu juga dengan malam Nisfu Syakban.

Terkait amalan malam Nisfu Syakban, bagaimana hukumnya? Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki mengatakan:

لكن لا مانع أن يضيف الإنسان إلى عمله مع إخلاصه مطالبه وحاجاته الدينية والدنياوية، الحسية والمعنوية، الظاهرة والباطنة، ومن قرأ سورة يس أو غيرها من القرآن لله تعالى طالبا البركة في العمر، والبركة في المال، والبركة في الصحة فإنه لا حرج عليه، وقد سلك سبيل الخير (بسرط أن لا يعتقد مشروعية ذلك بخصوصه) فليقرأ يس ثلاثا، أو ثلاثين مرة، أو ثلاث مئة مرة، بل ليقرأ القرآن كله لله تعالى خالصا له مع طلب قضاء حوائجه وتحقيق مطالبه وتفريج همّه وكشف كربه، وشفاء مرضه وقضاء دينه، فما الحرج في ذلك…؟.. والله يحب من العبد أن يسأله كل شئ، حتى ملح الطعام وإصلاح شسع نعله

Artinya: “Tidak ada larangan bagi seseorang yang mengiringi amal salehnya dengan permintaan dan permohonan hajat agama dan dunia, jiwa dan raga, lahir dan batin.

Siapa saja yang membaca Surat Yasin atau surat lainnya dengan ikhlas lillahi ta‘ala sambil memohon keberkahan pada usia, harta, dan kesehatan, maka hal itu tak masalah.

Artinya, orang ini telah menempuh jalan yang baik (dengan catatan ia tidak meyakini bahwa amal salehnya itu disyariatkan secara khusus untuk hajat tersebut).”

Maka apapun amalan malam Nisfu Syakban, jika hal itu termasuk perkara yang baik dan ditujukan kepada Allah SWT, maka akan diterima dan diberikan rida serta balasan dari Allah SWT.

Baca Juga: Ini 17 Amalan Bulan Ramadan yang Dicontohkan oleh Rasul

Demikian penjelasan mengenai amalan malam Nisfu Syakban yang bisa dilakukan sebagai ‘pemanasan’ menjelang bulan Ramadan.

Pastikan Moms dan Dads yang Muslim tidak lupa mengamalkannya, ya!

Kesimpulan

Itulah informasi tentang 7+ Amalan Malam Nisfu Syakban untuk Menyambut Ramadan yang bisa kami berikan, semoga bermanfaat.

Berita selengkapnya bisa anda akses melalui link berikut ini: Situs Lowongan Kerja Indonesia