TEMPO.CO, Samarinda – Pertamina bergerak cepat menanggapi laporan kelangkaan elpiji ukuran tiga kilogram di Samarinda, Kalimantan Timur saat Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

Manager Communication & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Susanto August Satria mengatakan pada Lebaran hari kedua, pihaknya telah memantau pendistribusian pengisian elpiji dari berbagai ukuran di Samarinda yang telah berjalan normal.

“Pada hari raya pertama memang sejumlah petugas di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji ( SPBE) menjalani Salat Id dan kemudian berlebaran bersama keluarga, namun tidak berlangsung lama dan operasional stasiun pengisian gas kembali membuka layanan,” kata dia dihubungi dari Samarinda, Selasa, 3 Mei 2022.

Dia mengungkapkan pendistribusian elpiji dalam berbagai ukuran di wilayah Samarinda sebenarnya tidak pernah dikurangi bahkan malah ditambah kuotanya, khususnya memasuki Ramadan dan Idul Fitri.

“Makanya kami kaget adanya laporan terjadinya kelangkaan elpiji tiga kilogram mulai Hari Raya Idul Fitri di wilayah Samarinda Seberang, bahkan ada warga yang membeli tabung melon tersebut melebihi harga yang ditetapkan oleh pemerintah yakni mencapai Rp 80 ribu sampai 90 ribu per tabung,” katanya.

Satria menduga kondisi tersebut terjadi karena masyarakat sudah sejak jauh hari sebelum hari raya membeli elpiji tiga kilogram dalam jumlah banyak, dan kemungkinan juga terjadi penimbunan oleh orang tertentu sehingga sempat terjadi kekosongan stok gas tersebut di pasaran.




Source link