Aturan Pembagian Hak Waris Anak Menurut Islam, Wajib Tahu!

Ilustrasi Anggota Keluarga

Liputanpers.com – menyajikan informasi terbaru tentang Aturan Pembagian Hak Waris Anak Menurut Islam, Wajib Tahu!.

Anda juga bisa mencari berita terkait dalam kategori Opini, yang selalu terupdate setiap hari.

Read More

Liputanpers merupakan portal berita yang berasal dari berbagai sumber media online maupun sumber informasi swadaya masyarakat.

Setiap informasi yang di publikasikan pada situs kami cantumkan sumber serta link dari situs terpercaya dan anda bisa mengunjungi situsnya yang pada akhir artikel ini.

Simak artikel menarik lainnya tentang 5 Cara Investasi Paling Efektif, Berikut ini berita selengkapnya yang kami rangkum di bawah ini:

Aturan Pembagian Hak Waris Anak Menurut Islam, Wajib Tahu!

Terdapat hak waris anak yang harus dipahami oleh setiap orang tua.

Memberikan warisan kepada ahli waris adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan.

Meski kerap kali terjadi permasalahan, namun tetap harus dijalankan untuk kebaikan orang yang meninggal.

Di dalam Islam, terdapat hukum dan syariat-syariat mengenai warisan beserta penjelasan kategori ahli waris, hak tiap ahli waris, dan skema penerima warisan.

Dalam Kompilasi Hukum Islam pada pasal 171 disebutkan bahwa hukum kewarisan adalah hukum yang mengatur tentang pemindahan hak pemilikan harta peninggalan (tirkah) pewaris, menentukan siapa-siapa yang berhak menjadi ahli waris dan berapa bagiannya masing-masing.

Di dalam hukum waris Islam juga tertera aturan dalam menentukan siapa yang akan menjadi ahli waris, jumlah bagian dari masing-masing para ahli waris, hingga jenis harta waris atau peninggalan apa yang diberikan oleh orang yang meninggal kepada ahli warisnya.

Baca Juga: Childfree dalam Islam, Bagaimana Hukumnya Menurut Agama?

Rukun Waris dalam Hukum Islam

Foto: Ilustrasi Anggota Keluarga (Victorynews.id)

Agama Islam telah mengatur segala aspek kehidupan manusia, termasuk hak waris anak.

Nah, sebelum Moms dan Dads mencari tahu lebih lanjut tentang hak waris anak, diperlukan pemahaman tentang rukun waris.

Rukun waris ini wajib hukumnya untuk dipenuhi sebelum pembagian waris dilakukan.

Menurut Dr. Musthafa Al-Khin, ada tiga rukun waris dalam hukum Islam. Berikut ini yang dikutip dari laman NU Online.

  1. Orang yang mewariskan (al-muwarrits), yakni mayit yang diwarisi oleh orang lain yang berhak mewarisinya.
  2. Orang yang mewarisi (al-wârits), yaitu orang yang bertalian dengan mayit dengan salah satu dari beberapa sebab yang menjadikan ia bisa mewarisi.
  3. Harta warisan (al-maurûts), yakni harta warisan yang ditinggalkan oleh mayit setelah kematiannya.

Baca Juga: 7+ Hak dan Kewajiban Anak di Rumah, dan Contoh Penerapannya

Ahli Waris dalam Hukum Waris Islam

Keluarga MuslimFoto: Keluarga Muslim (Freepik.com/freepik)

Dalam hukum waris Islam, terdapat penggolongan kelompok ahli waris yang langsung diatur oleh Kompilasi Hukum Islam.

Penggolongan kelompok ahli waris diatur pada Pasal 174.

Yang pertama kelompok ahli waris menurut hubungan nasab, yang terdiri dari:

  • Golongan laki-laki, yaitu ayah, anak laki-laki, saudara laki-laki, paman, dan juga kakek.
  • Golongan perempuan, yaitu ibu, anak perempuan, saudara perempuan, dan juga nenek.

Ada juga kelompok menurut hubungan perkawinan yang terdiri dari janda (istri mayit) ataupun duda (suami mayit).

Urutan Ahli Waris

Apabila semua ahli waris ada, maka yang berhak mendapat warisan hanya anak, ayah, ibu, janda atau duda. Untuk urutan ahli waris, sebagai berikut:

  • Anak laki-laki
  • Anak perempuan
  • Ayah
  • Ibu
  • Paman
  • Kakek
  • Nenek
  • Saudara laki-laki
  • Saudara perempuan
  • Janda (istri mayyit)
  • Duda (suami mayyit)

Baca Juga: 5 Doa untuk Kedua Orang Tua, Lengkap dengan Artinya

Kategori Kelompok Ahli Waris

Selain itu, terdapat pula penggolongan kelompok ahli waris dari segi pembagian dalam hukum waris Islam, yang dibagi menjadi tiga kategori yaitu:

1. Kelompok Ahli Waris Dzawil Furudh

Ini adalah kelompok yang pasti mendapatkan waris.

Terdiri dari, anak perempuan, ayah, ibu, istri (janda), suami (duda), saudara laki-laki atau saudari perempuan seibu, dan saudara perempuan kandung (seayah).

2. Kelompok Ahli Waris yang Tidak Ditentukan Pembagiannya

Ini terdiri dari:

  • Anak laki-laki dan keturunannya.
  • Anak perempuan dan keturunannya (bila bersama anak laki-laki).
  • Saudara laki-laki bersama saudara wanita (bila pewaris tidak memiliki keturunan dan ayah).
  • Kakek dan nenek.
  • Paman dan bibi (baik dari pihak ayah maupun ibu, dan keturunannya).

3. Kelompok Ahli Waris Pengganti

Ini di atur pada Pasal 185 dalam hukum waris Islam Kompilasi Hukum Islam.

Yakni ahli waris mengalami peristiwa kematian lebih dahulu dari pewarisnya, maka kedudukannya bisa digantikan oleh:

  • Anak dari ahli waris (kecuali orang yang terhalang hukum).
  • Keturunan dari saudara laki-laki/perempuan sekandung.
  • Nenek dan kakek dari pihak ayah.
  • Nenek dan kakek dari pihak ibu.
  • Bibi dan paman serta keturunannya, dari pihak ayah (bila tidak ada nenek dan kakek dari pihak ayah).

Kesimpulan

Itulah informasi tentang Aturan Pembagian Hak Waris Anak Menurut Islam, Wajib Tahu! yang bisa kami berikan, semoga bermanfaat.

Berita selengkapnya bisa anda akses melalui link berikut ini: Situs Lowongan Kerja Indonesia