TEMPO.CO, Jakarta – Bank Indonesia menilai pemulihan ekonomi Sumatera Selatan atau Sumsel diyakini segera terwujud karena terjadinya penguatan dari sisi ekspor, hilirisasi, pemberdayaan UMKM, hingga mencari sumber pertumbuhan baru.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan R. Erwin Soeriadimadja mengatakan ruang akselerasi untuk memulihkan ekonomi Sumsel bahkan saat ini sudah terbuka lebar setelah sempat terdampak pandemi COVID-19.

“Kita harus bangkit dan optimistis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui berbagai strategi,” katanya saat menjadi pembicara dalam Webinar South Sumatra Economic Outlook 2022: Peluang dan Tantangan di Palembang, Rabu 30 Maret 2022.

Ekspor sejauh ini merupakan daya dorong terbesar dalam pertumbuhan ekonomi Sumsel pada 2021 meski masih di tengah pandemi COVID-19.

Harga komoditas yang melonjak di pasar internasional untuk karet, minyak sawit, batu bara telah membuat pemulihan ekonomi di Sumsel berlangsung lebih cepat.

Ia menyebutkan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, komponen ekspor menempati peringkat ketiga dengan andil sebesar 19,30 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.

Namun demikian, Sumsel untuk tidak terlena dengan ekspor komoditas yang mayoritas masih bahan mentah.




Source link