Jakarta, CNN IndonesiaAmerika Serikat (AS) melarang ekspor barang-barang mewah ke Rusia. Misalnya, tembakau, pakaian, perhiasan, mobil, hingga barang antik. Hal ini dilakukan untuk memberikan sanksi terhadap oligarki Rusia.

“Kami akan membuat mereka kesulitan untuk membeli barang-barang mewah yang dibuat di negara kami, melarang ekspor barang mewah ke Rusia,” ujar Presiden AS Joe Biden saat menyampaikan pidato di Gedung Putih seperti dikutip CNN, Jumat (11/3).

Pemerintah AS, sambung Biden, terus berkoordinasi dengan anggota kelompok G7 untuk menangkap keuangan yang dihasilkan oligarki Rusia yang lekat dengan korupsi.

“Kami menambahkan nama-nama baru ke daftar oligarki dan keluarga mereka yang kami targetkan,” ujarnya.

Namun, ia tak merinci nama-nama konglomerat yang dimaksud.

Saat ini, Biden masih mengerahkan satuan tugas di bawah Departemen Kehakiman AS untuk menguber konglomerat Rusia yang mendukung Presiden Vladimir Putin.

AS bergabung dengan sekutu negara Eropa untuk menemukan dan merebut kapal pesiar, apartemen mewah, hingga jet pribadi milik taipan Rusia yang dianggap korup.

“Mereka mendukung Putin. Mereka mencuri dari orang Rusia, dan mereka berusaha menyembunyikan uang mereka di negara kita. Mereka adalah bagian dari kleptokrasi yang ada di Moskow, dan mereka harus ikut merasakan sakitnya sanksi ini,” ujarnya.

Selain itu, Biden juga melarang impor alkohol, makanan laut, hingga permata dari Rusia. “Larangan pada beberapa sektor khas ekonomi Rusia,” ujar Biden.

Sebagai informasi, agresi militer Rusia ke Ukraina dilakukan sejak 24 Februari 2022 lalu. PBB mencatat lebih dari 2,5 juta warga Ukraina terpaksa mengungsi karena serangan yang dilakukan pasukan Putin itu. [Gambas:Video CNN] (cnn/sfr)

[Gambas:Video CNN]






Source link