CEO Blibli Beberkan Masa Depan Industri Retail Pasca Pandemi dan Solusinya

CEO Blibli Beberkan Masa Depan Industri Retail Pasca Pandemi dan Solusinya
Promo Hosting Murah


Read More

TEMPO.CO, Jakarta – CEO dan Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto membahas masa depan industri retail pasca-pandemi dengan menawarkan solusi omnichannel saat menjadi pembicara satu-satunya asal Indonesia dalam Asian Economic Dialogue 2022 yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri India dan Pune International Center.

“Keterbatasan mobilisasi saat pandemi mengakibatkan layanan e-commerce menjadi primadona dalam membantu pemenuhan kebutuhan sehari-hari konsumen. E-commerce menunjukkan pertumbuhan yang eksponensial dalam kurun waktu dua tahun terakhir, dan tren ini masih akan terus berlanjut setidaknya dalam lima tahun ke depan,” ujar Kusumo dalam siaran pers dikutip Minggu, 27 Februari 2022. 

Konferensi yang mengangkat tema “Resilient Global Growth in Post-Pandemic World” itu membahas dampak pandemi terhadap ekonomi, perdagangan, serta industri lainnya di Asia dan bagaimana strategi menghadapinya ke depan.

Dalam sesi berjudul “Start-Ups in a Post Pandemic World”, Kusumo memaparkan bagaimana menavigasi e-commerce di pasar terbesar Asia Tenggara, sekaligus membeberkan bagaimana potensi omnichannel dan lansekap e-commerce di masa pasca-pandemi.

Kusumo menjelaskan pasar retail telah beradaptasi pasca pandemi. Dukungan digitalisasi tidak lagi menjadi opsi, namun sebagai suatu keharusan. Menurutnya, pasca-pandemi, pasar retail akan memasuki babak baru di mana omnichannel menjadi solusinya.

Menurut laporan Google dan Temasek, dalam kurun waktu 5 hingga 10 tahun ke depan, meski belanja offline masih dilakoni, pertumbuhan belanja online akan meningkat empat kali lipat.

Untuk itu, omnichannel atau integrasi online dan offline yang optimal akan mendorong pertumbuhan industri yang berkelanjutan karena pelaku retail dapat memiliki fleksibilitas lebih dalam berinovasi demi menjawab kebutuhan pasar sekaligus mengembangkan bisnis.

Menyikapi hal ini, Blibli yang memiliki solusi omnichannel dengan diperkuat ekosistem teknologi serta bisnis menyeluruh yang mencakup B2C, B2B, B2B2C, dan B2G semakin mantap dalam memberikan solusi dan inovasi yang berujung kepuasan pelanggan ketika berbelanja.

Dalam strategi omnichannel, Blibli melengkapi ekosistem bisnisnya dengan integrasi online to offline to online (O2O2O) seperti Blibli InStore, Click & Collect, dan Blibli Mitra yang menghadirkan pengalaman berbelanja yang nyaman bagi pelanggan.

Blibli juga diperkuat dengan sektor retail lain seperti groceries (Bliblimart) dan Ranch Market, serta consumer electronics (Samsung Experience Store). Hal itu didukung asuransi, jaminan produk orisinal, pengiriman 2 jam sampai, tukar tambah, hingga opsi pengiriman dan pembayaran terlengkap di industri.

“Ke depan, Blibli berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem omnichannel, tidak hanya untuk memberikan kenyamanan berbelanja bagi para konsumen, namun juga mendukung perekonomian dari industri ritel. Dengan memperkuat integrasi online dan offline, harapannya akan mendukung penetrasi digital bagi pengusaha dalam negeri khususnya sektor UMKM, ” tutup Kusumo.

ANTARA

Baca juga: Harga LPG Non-Subsidi Naik Lagi per Hari Ini, Jadi 15.500 per Kilogram

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.





Source link

Leave a Reply