Cerpen Atap Bocor

Cerpen Atap Bocor




Cerpen Karangan: Mas Azan
Kategori: Cerpen Perjuangan

Lolos moderasi pada: 26 July 2021

Ketika malam tiba aku terbangun dari tidur, menuju ke kamar mandi, tubuhku menuntut untuk cepat-cepat menuju kesana karena sudah merinding tak tahan lagi, sebelum sampai di sana aku terpeleset terjatuh hingga tempurung belakang kepalaku berciuman dengan ubin yang keras bagai batu, “aduuuh” aku berteriak sambil lari kecil cepat cepat menuju ke tempat tujuanku sembari mengusap kepalaku yang ternyata sudah berbentuk tidak seperti biasanya alias benjol.

Keesokan harinya aku lihat tempat tragedi yang membuat kepalaku terbentur, ternyata jalan menuju ke kamar mandi digenangi oleh air yang aku perhatikan sumbernya dari air hujan, kuambil kain kering aku timpa airnya dengan kain itu sampai meresap tak bersisa, kutambahkan lagi dengan goyangan kain pel maju mundur muter muter sampai betul kering. lega hatiku sudah selesai penyebab masalahnya.

Ketika malam datang hujan juga menyusul dengan diawali angin gerimis mengundang hujan deras, aku teringat lokasi tragedi itu, bener saja setelah kuintip dari kejauhan air menggenang di situ, masih terbayang ciuman ubin yang mendarat di kepalaku, ternyata masalah belum selesai, aku berpikir sambil melirik tempat sekitar, pandanganku tertuju ke sebuah ember kosong yang biasa aku pakai bilas pakaian, nah ini dia solusi dalam benakku menjerit seperti itu, aku ambil lalu, kuletakkan ke tempat tetesan air hujan dari atap, airnya menjadi sebuah komunitas yang terkumpul di sebuah ember dan dia gak kemana-mana karena ada wadahnya.

Pagi menjelang hujan tak kunjung reda, kulihat lokasi tragedi yang telah terjadi, ternyata airnya masih meluber kemana-mana karena wadahnya kepenuhan, dan kuperhatikan lagi pemandangannya sangat tidak pas karena ada ember berdiri tegak di tengah-tengah ubin putih, bagaikan pohon tumbuh di tengah aspal, bayanganku jangan jangan tambah bahaya ni kalau aku tersandung tersungkur ember masuk ke kepalaku, masalah belum selesai ternyata, pelan pelan kulihat atap, kuperhatikan, oh ini dia biang masalahnya.

Aku bertekad menuju ke atas atap dengan sebuah tangga melalui lobang kontrol yang ada di sudut ruangan, kuperhatikan sela sela seng yang bersusun, aku luruskan pandanganku dengan lokasi tragedi, nah ketemu ada lobang yang mengejek ngejekku sambil tertawa pegang perut, “awas kamu ya selesai aku buat” ucapku, pas berjalan di lorong atap gak sengaja kaki salah langkah dan kuinjak asbes yang lemah lembut dan langsung ambyar jebol sebesar 1 kotak, masalah bertambah sambil menepuk kening, turun pelan pelan kulihat sudah berserak asbes berhamburan di ubin, sempat emosi mau menyalahkan keadaan menyerah dan tak tau lagi mau berbuat apa, ditambah lagi si lobang yang tertawa terbahak bahak sampai guling guling ke tanah, melihatku menginjak asbes, rasanya benjol di kepalaku makin berdenyut sakit melihatnya.

Bangkit dari ke terpurukan aku harus menyelesaikan masalah ini dengan tuntas demi kebaikan diriku sendiri, kubersihkan asbes yang beserakan di ubin rumah, setelah itu aku merasakan perkembangan otakku dengan masalah ini, langsung nalar menuju panglong (toko bangunan) membeli bahan bahan untuk menempel atap yang bocor, bahan bahan sudah kupegang kutancap lagi menuju atap dengan tangga, semakin geram dengan si lobang semakin semangat aku mengerjakannya, kututup lobang itu dengan peralatan yang sudah kusiapkan beserta bahan bahannya, turun dari atap duduk sejenak sambil memandang asbes jebol dan atap yang sudah kutambal, hati rasanya lega, hujan deras pun aku bisa tidur dengan nyenyak, tetapi tidak, keesokan harinya setelah malamnya diguyur hujan deras, masih juga bocor dan tambah parah airnya meluber kemana mana.

Hati sudah mulai terbentuk dengan permasalahan ini, sudah bisa sabar dan langsung cari solusi tanpa ada embel embel keluhan, kutelepon teman yang kebetulan pernah punya pengalaman atapnya bocor, sarannya mungkin bahannya yang aku beli kurang mantap dia memberi merek bahan anti bocor yang number one. okey langsung aku coba membeli bahan yang disarankan oleh teman, bergegas menuju toko bangunan untuk menempel ulang lobang yang bandel itu, bahan sudah kupegang langsung cepat cepat menuju atap untuk uji coba dengan bahan yang katanya number one, saking buru burunya pas turun ke bawah menggunakan tangga aku tepeleset jatuh badanku menghantam ubin rasanya seperti ditimpa batu 50 kg di atas dadaku, berat rasanya tubuhku, untungnya tidak ada luka serius hanya syock sedikit dan kucoba untuk meluruskan badanku supaya tidak terasa sakit.

Harapanku dengan pengorbanan yang telah dilakukan permasalahan bisa terselesaikan, ternyata tidak juga keesokan harinya setelah malam hari diguyur hujan dengan deras, masih juga bocor dengan air kemana mana di ubin, aku tidak habis pikir dengan permasalahan ini, aku biarkan beberapa hari, untuk menindak lanjutinya aku pakai solusi yang pertama dengan mengepel ubin yang dipenuhi dengan air hujan, terus seperti itu sehingga aku bosan dengan keadaan, aku melakukan kegiatan sehari hari seperti biasa berdampingan dengan atap yang bocor, tiba tiba terbesit sebuah inspirasi, bahwasanya setiap permasalahan itu ada ahlinya, dan sang ahli itu adalah profesional yang bisa menyelesaikan permasalahan dalam bidangnya, aku mencari tahu siapa yang bisa membetuli atap bocor, ternyata ada dia adalah tetanggaku sendiri yang biasa membetuli atap atap warga yang bocor.

Kutemui dia sambil menceritakan permasalahan yang aku alami, kuajak dia ke rumah untuk melihat lihat supaya bisa memecahkan permasalahan, benar saja tanpa banyak kata dia langsung mengambil peralatannya dan menuju ke atap, dengan tangkasnya dan dengan cermatnya dia menyelesaikan atap yang bocor, ditambah lagi dengan memasang asbesku yang telah jebol, sempurna sudah seperti sedia kala atapku.

Setelah diselesaikan semua pekerjaanya aku berdiskusi dengannya, dimana sumber permasalahannya, dia berkata sumber permasalahannya bahwasanya kamu adalah orang yang mengerjakan sesuatu tanpa ada pengalaman, kamu adalah seorang yang belum bisa melihat seluruh permasalahan dengan jeli, kamu adalah seseorang yang masih menyelesaikan masalah dengan emosi, kamu adalah seorang yang buru-buru dalam mengambil sikap, kalau sikap seperti itu yang masih tertanam di pikiranmu maka kamu akan terpuruk, tapi karena kamu telah melalui semuanya dengan perjuangan dan pengorbanan maka kamu bisa menyelesaikan permasalahan apapun, lalu dia pergi sambil berucap lirih kamu berhasil, lalu menghilang.

Nasihat:
Jika Tuhan masih memberi masalah di dalam kehidupan, itu tandanya Tuhan ingin kita belajar untuk bisa menghadapi masalah masalah lainnya dengan mudah, masalah adalah sebuah berkah bagi mereka yang tahu betapa indahnya anugerah syukur dan sabar yang terpatri dalam hati.

Cerpen Karangan: Mas Azan
Blog / Facebook: Muhammad Azani Purnama


Cerpen Atap Bocor merupakan cerita pendek karangan Mas Azan, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

Google+

” Baca Juga Cerpen Lainnya! “


Oleh: Alan Tamalagi

13, April, 2016, 00:01, pesta makan malam Dari sisi sebuah meja, Asa berdiri mengangkat tangannya, memandang setiap orang berkeliling dengan mata yang bergetar. Sesaat ia ingin menahan katanya, sungguh



Oleh: Saiful Bachri

Putera berlari dengan kencangnya sambil menggiring si kulit bundar. Dengan mengenakan sepatu bola pemberian almarhum ayahnya. “Gooooool!!!” teriak teman-teman setim Putera. “Kau memang hebat Putera.” kata Rizky dengan bangganya.



Oleh: Ribka Sepatia

Dahulu terdapat sebuah kerajaan bulan dan kerajaan laut yang terjadi kisah cinta antara Putri bulan yang sangat cantik dan Dewa Laut yang sangat tampan yang mendapat pertentangan dari Orangtua



Oleh: Akbar Multazam R

Dengan bergegas aku langsung menuju pabrik dan mendapati kalau sedang waktunya istirahat. “Jacques! Di mana pekerja baru yang kau bilang itu?” “Di pojok sana sir, sedang merok*k di pojokan



Oleh: Rika Alif Firda

Senandung angin mengusik celah kayu jendela, menerobos masuk menusuk tulang renta seorang perempuan yang tebaring di samping anaknya. Rembulan malam tidak sedang menangis, seakan memandang dua orang itu dengan


8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”






Source link

Komunitas Penulis Cerpen Indonesia, Kumpulan Cerpen Karya Anak Bangsa

Leave a Reply