Cerpen Di Balik Kacamata Hitam

Cerpen Di Balik Kacamata Hitam




Cerpen Karangan: Ain Syams Al Qohiry
Kategori: Cerpen Anak

Lolos moderasi pada: 12 July 2021

Di pagi hari yang cerah, aku bermain dengan teman-temanku di halaman sekolah sambil menunggu bel untuk upacara. Berlari ke sana sini, kejar kejaran. Sekelompok polisi dan sekelompok perampok. Aku berperan menjadi perampok. Misiku lari agar tidak tertangkap oleh polisi dan membebaskan teman perampokku yang ditangkap.

Read More

Tiba-tiba aku tersandung oleh batu dan jatuh. Beberapa detik kemudian, seseorang datang dan menjulurkan tangannya kepadaku dengan niat ingin membantuku berdiri. Orang itu asing bagiku. Dia tidak pernah ke sekolah ini sebelumnya. Dia berpakaian baju kaos dengan jaket berwarna hitam, bercelana panjang berwarna hitam dengan saku di sampingnya dan memakai kaca mata hitam.
“Lain kali, bermainlah dengan hati-hati!” ucap kakak tersebut. Aku berkata “baik kak..”.

“Kriiinggg.., kriiinggg, kriiinggggg…” begitulah suaranya, Suara bel untuk berbaris. Aku dan teman-temanku langsung membuat barisan di tempat biasanya. Setelah melaksanakan upacara, seperti yang dilakukan setiap hari, kujalankan aktivitasku di sekolah.

Setelah bel pulang berbunyi, aku keluar dari sekolah menuju parkiran mengambil sepeda dan mengendarainya sampai ke rumah. Di tengah perjalanan, aku terpikir orang yang menolongku tadi pagi. “Siapa dia? kenapa dia memakai kaca mata hitam? Padahal dia lagi tidak jalan jalan…” tanyaku di dalam hati.

Setibanya di rumah, aku melihat di seberang rumahku ada mobil berwarna putih mutiara dengan merek Xtander. Aku melihat ada kakak yang menolongku tadi keluar dari rumah itu. Aku menyapanya sambil melambaikan tangan “Kakaaaak”.
Kakak itu melihatku dan membalas sapaanku dengan senyuman dan lambaian tangan. Karena aku belum kenal siapa namanya, aku tinggalkan sepedaku di depan rumah dan berlari menuju kakak itu.

Aku mengulurkan tanganku dan berkata “namaku Tendi safatren, siapa nama kakak?”
Kakak itu menjawab “oooh, mau kenalan ya.., oke, nama kakak Avandy Harfey. Kakak tinggal di atas Cutbox Barbershop”.
“Ooooh” jawabku sambil mengangguk paham.

“Ngomong ngomong, apa yang kakak lakukan di sini?” tanyaku.
“Kakak ke sini ingin meminta ibu Nova untuk menjaga adikku di rumah besok, karena kakak kemarin sudah berjanji untuk bertemu teman yang di Batusangkar” jawabnya panjang.
“Kakak, kenapa kakak selalu memakai kacamata hitam?” tanyaku heran. Kakak itu tidak menjawabnya.
“Kenapa kakak itu tidak menjawab?” tanyaku di dalam hati. “Kakak pergi dulu ya..” kata kakak itu sambil menaiki kendaraannya. “Oke..” jawabku.

Tiga hari kemudian, aku bertemu lagi dengan kakak Vandy ketika aku sedang makan di Mata Air Resto. Akupun mendekatinya yang sedang makan berdua dengan adiknya. “Hai kak” sapaku. “Oh, kamu Ten, ngapain?” Tanya kak Vandy sedikit terkejut.
“Gak ada, cuuma makan dengan keluarga di meja sana..” jawabku sambil nunjuk.

Karena aku masih penasaran alasan kak Vandy selalu memakai kacamata hitam, aku langsung mengambil kacamata tersebut dan dapatlah jawabannya.
“haaaaaah, mata harimau…?” ucapku terkejut dengan nada tinggi. Untungnya, sekarang ini hanya kami yang ada di resto, hanya keluaragaku yang melihat.
“Kamu ini gak sopan ya!!!, ngambil barang orang tanpa izin” ucap kakak itu dengan nada marah. “Maaf kak, aku hanya penasaran” jawabku berminta maaf.

“Selama ini kakak tidak memperlihatkan mata kakak karena mata kakak yang mirip dengan mata harimau dan kakak tidak ingin orang-orang mengira kakak ini siluman harimau…” jelas kak Vandy.
Terus, kak Vandy berpura pura seperti layaknya harimau asli dan mengerjarku. Akupun lari seperti dikejar oleh para polisi. Akupun menjerit “tolooong…”

The End

Cerpen Karangan: Ain Syams Al Qohiry
Ain syams Al Qohiry adalah seseorang pelajar yang masih bersekolah di salah satu Pondok pesantren di Sumatera Barat


Cerpen Di Balik Kacamata Hitam merupakan cerita pendek karangan Ain Syams Al Qohiry, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

Google+

” Baca Juga Cerpen Lainnya! “


Oleh: Maria Claudia Priyogi

Namaku Lauren Elishabet, aku bisa dipanggil Lauren, aku sekolah di sd nusa bangsa. Di sekolahku terdapat murid yang aneh namanya Ariana dia selalu dijauhi oleh teman-teman. Aku merasa kasihan



Oleh: Alyaniza Nur Adelawina

Pada hari minggu pagi, pukul 8:00 wib Ciap… Ciap… Ciap… Bunyi tersebut, membangunkan Nayza yang tertidur sehabis sholat subuh. “Uh! bunyi apa sih?! berisik banget! hoamm…,” gumam pelan Nayza



Oleh: Farhana Wahyuni

ADK, adalah nama grup yang kami buat satu tahun yang lalu. ADK adalah singkatan dari Aku dan Kalian. ADK terdiri dari aku, Naila, Yulia, Rio dan Aflan. Kami berlima



Oleh: Adinda Tyas Lumintang

Aku kembali memandangi pohon jati itu. Aku masih heran dengan pemandangan ini. Aku terus memandanginya di teras rumah. Di sekitar rumahku banyak pohon jati. “Kak Fia!” panggilku dari luar



Oleh: Hersia

Marie dan Maya adalah sahabat yang baik. Walaupun mereka berbeda dunia, Marie adalah seekor kucing putih yang imut dan lucu yang membuat Maya, gadis kecil berusia 8 tahun itu


8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”






Source link

Komunitas Penulis Cerpen Indonesia, Kumpulan Cerpen Karya Anak Bangsa

Leave a Reply