Cerpen Kisah Cinta Si Mahasiswa Cerdas (Part 1)

Cerpen Kisah Cinta Si Mahasiswa Cerdas (Part 1)




Cerpen Karangan: Hamida Rustiana Sofiati
Kategori: Cerpen Cinta

Lolos moderasi pada: 12 July 2021

Tinggg.. teng.. tingg.. tengg
“Ehmm.. alarmku sudah berbunyi padahal aku masih sangat lelah” gumamku sambil mengucek-ngucek mataku. Dalam kantukku, aku terdiam mengingat sesuatu yang penting hari ini. Apa ya? Apa ya? Ya Allah bangunkanlah pikiran hambamu yang lemah ini.

Read More

Tiba.. tiba..
“Ya Allah KHS an! Alamak aku harus siap-siap ke kampus untuk melihat nilaiku. Jelekkah atau baguskah aku tak tahu, yang penting sekarang aku ke kamar mandi dulu kemudian bersiap sholat subuh. Seusai sholat subuh, ibu mengetuk pintu kamarku.

“Arya.. arya.. bangunlah” ucap ibu sambil mengetuk pintu kamarku
“Sudah bu” ucapku sambil membukakan pintu kamarku
“Loh, kamu sudah bangun Ar? Bagus dong. Oh iya, katanya hari ini kamu KHS an, nanti bagi tahu ibu ya nilainya” ucap ibuku
“I..iya bu” ucapku singkat namun dalam hati jantungku sudah dag dig dug membayangkan aneka nilaiku semester ini. Aku masih ingat dengan jelas saat-saat dimana aku malas kuliah sehingga aku lebih memilih untuk tidak mendengarkan dosenku, belum lagi kalau mata kuliahnya kurasa dosennya peeeelit banget ngasih nilai bagus. Ibu.. maafkan anakmu ini.

“Kau ini kenapa? Pagi-pagi kok sudah bengong?” Tanya ibuku agak bingung
“Enggak kok bu, kira-kira nilaiku semester ini bagus atau tidak ya?” jawabku bingung-bingung tegang
“Kalau biasanya bagus, ya berarti semester ini ya bagus dong sayang. Gitu aja kok nerveous segala” ucap ibuku menghibur
“Hehehe ibu betul juga” jawabku singkat namun jika kupikir-pikir betul juga daripada stress mikirin nilai mending dibawa santai saja yang penting aku sudah berusaha.

Beberapa menit kemudian aku turun untuk membersihkan rumah yaitu menyapu dan mengepel. Yah, seperti biasa rutinitas perjaka rumahan berusaha mejadi anak yang baik namun tetap tidak bisa memasak, kalaupun bisa itu hanyalah mie instan.

“Kau sudah selesai dengan sapumu anakku?” Tanya ayahku
“Sudah Yah tinggal ngepelnya saja yang belum” jawabku
“Yaa.. kalau begitu lanjutkan saja. Oh iya, ibumu tadi bilang kalau hari ini kamu mau ke kampus ya?” Tanya ayahku
“Iya Yah, hari ini aku KHS an” jawabku
“O.. yang lembaran isinya mata kuliah beserta nilainya itu ya” ucap ayahku
“Iya yah. Do’akan nilainya bagus ya yah” ucapku memohon
“Tentu nak, orangtua itu selalu mendo’akan yang terbaik untuk buah hatinya. Oh iya ngomong-ngomong kalau nilaimu bagus mau kamu apakan? Buat ngelamar cewek ya?” goda ayahku
“Ayah.. ayah ini ngomong apa sih?” ucapku malu
“Habis kamu lucu sih, masak mau terima nilai mata kuliah geroginya seperti mau ngelamar anaknya orang. Hahaha” canda ayah
“Ayah ini..” ucapku

Pukul 07.00 aku berangkat ke kampus naik sepeda motorku si Ria. Perjalanan dari rumah ke kampus memakan waktu sekitar 1 jam beserta macet namun kali ini Yang Maha Kuasa berkehendak lain. Kali ini aku sampai ke kampus hanya dalam waktu 45 menit. Rasa dag.. dig.. dug masih saja meyertaiku kadang waktu namun aku masih bisa mengendalikan sedikit-demi sedikit gerogiku. Cepat-cepat kulangkahkan kakiku ke loket bagian KHS dan Alhamdulillah antrian masih belum terlalu panjang. Akupun mengantri sambil berusaha santai dan 15 menit kemudian tibalah giliranku. Kuserahkan KTMku pada petugas admin kemudian ia menscan barcode KTMku dan keluarlah KHSku.

“Ini mas KHS nya. Wah.. pintar sekali” ucap petugas admin itu namun aku masih belum nggeh apa yang dimaksudkan. Kemudian kuterima KHS ku dan betapa kagetnya aku ternyata IPku 4,00.
“Alhamdulillah! Terimakasih ya buk” ucapku dengan riangnya

Kumasukkan KHSku ke dalam tas ransel hitamku dan akupun segera ke parkiran untuk mengambil sepeda motorku. Akupun bergegas mengendarai sepeda motorku karena hari ini aku telah ijin terlambat ke Pak Henry sampai jam 10.00. pak Henry adalah seorang advokat muda dimana aku magang saat ini. Entah sejak kapan, mahasiswa jurusan hukum seperti aku ini diharuskan magang di kantor advokat pada semester 6 selama 3 bulan. Dan Alhamdulillah pak Henry adalah seorang advokat yang baik, dalam artian beliau tidak pelit ilmu ke aku.

“Sudah keluar mas KHS nya?” Tanya pak Henry
“Sudah pak” ucapku riang
“Kok gembira sekali? Bagus ya nilainya? Boleh saya pinjam KHS nya?” ucap pak Henry
“Silahkan pak” ucapku sambil menyodorkan KHSku yang masih hangat-hangat kuku habis diprint.
“Waww 4,0? Subhanaallah, hebat sekali kamu mas. Wah.. kalau nilai sebagus ini ya bisa dong buat ngecengin cewek” goda pak Henry
“Hehehe.. nggak bisa pak. Zaman sekarang mana ada cewek yang mau dengan mahasiswa yang bernilai bagus, yang mau ya sama cowok yang bermobil bagus.” Jawabku
“Gitu ya? Hehehe. Mas, setiap manusia itu diciptakan Allah berpasang-pasangan, kita itu sudah dijodohkan Allah sejak masih umur 3 bulan di dalam perut ibu lo. Jadi, mas Arya nggak usah khawatir suatu hari nanti pasti akan ketemu sama jodohnya, berusaha dan berdo’a saja ya mas supaya diberikan yang terbaik sama yang di atas” tukas pak Henry
“Iya pak” jawabku sambil malu-malu

“Oh iya mas, hari ini saya ada jadwal sidang di Pengadilan Negeri, mau ikut?” Tanya pak Henry
“Mau pak. Saya mau ikutan pak” jawabku penuh semangat
“Kalau begitu sepedanya dimasukkan saja ya, ke Pengadilannya naik mobil saya” ucap pak Henry
“Baik pak” jawabku

Jam sudah menunjukkan pukul 21.00 badanku sudah lelah namun mataku tak bisa memejam walau hanya sekejap saja. Entah mengapa aku masih terngiang-ngiang kalimat ayah dan pak Henry. Ngelamar anak orang? Ngecengin cewek? Ya.. itu adalah satu hal yang belum pernah kulakukan selama 20 tahun. Jujur, sampai usia 20 tahun aku masih setia dengan predikat jomblo tapi bukan berarti aku nggak pernah jatuh cinta lo yaa. Pernah sih sekali aku jatuh cinta eh.. dianya sudah ada yang punya temanku lagi, dan sejak saat itu aku belum pernah jatuh cinta lagi. Kadang, aku pingin malam minggu bisa wa an sama teman cewek, ya tapi siapa? Nggak ada. Kupikir-pikir, mungkin selama in aku terlalu serius ke cewek sehingga kurang asyik diajak ngobrol. Ya, mau bagaimana lagi aku hanya bisa ngomongin masalah tugas, kalau tugasnya sudah ya ngobrolnya juga udahan. Apa mungkin aku harus lunak sedikit kali ya supaya ada ya nempel gitu ke aku.

“Aha! Daripada bingung mending aku lihat film percintaan yang romantis saja biar bisa nambah refrensi” gumamku. Kubuka HPku dan ku sentuh icon youtube kemudian search film romantis korea daaan taara kutemukan filmnya. Kulihat film itu hingga tamat, kuingat-ingat setiap gaya dan perkataan seorang cowok mendekati cewek.
“Baiklah Aryaaa besok mulailah aksimu dan pilihlah wanita terbaikmu. Sekarang bubuk dulu biar besok tenaganya full, oke” gumamku seorang diri

Keesokan harinya aku bangun pukul 04.00, seperti biasanya aku menjalankan sholat subuh dulu kemudian bersih-bersih rumah lanjut madi kemudian ganti baju dan sarapan sebelum berangkat ke kantornya pak Henry.
“Ar, hari ini adalah hari terakhirmu magang ya?” Tanya ibuku
“Iya bu, rencanaku hari ini aku mau pamitan ke pak Henry” jawabku
“Ooo kalau begitu berikan ini ke pak Henry sebagai ucapan terimakasih” ucap ibuku sambil menyodorkan sebuah parcel
“Iya bu” jawabku singkat

Seusai sarapan, aku bergegas ke kantor pak Henry sambil membawa parcel dari ibuku. Dalam perjalanan, aku berfikir bagaimana kalimat yang pas untuk mengucapkan kata pamit ke pak Henry. Daan sampai kantornyapun aku masih bingung harus bicara apa ke pak Henry kalau mau pamitan. Aku sampai di kantor pukul 08.00 namun pak Henry masih belum datang. Kutunggu dan kutunggu ternyata pak Henry datang pukul 08.35.

“Loh, mas Arya sudah datang. Maaf ya mas, saya terlambat.” Ucap pak Henry
“Tidak apa-apa pak” jawabku
Kamipun memasuki kantor, bersiap mengerjakan beberapa draft untuk sidang minggu depan. Sejak awal magang, pak Henry membimbingku dengan intensif sehingga sedikit-demi sedikit aku mengerti dunia advokat walaupun itu masih sangat jauh dari kata bisa beracara.

Seusai mengerjakan draft yang terakhir, aku berusaha mengucapkan kata pamit ke pak Henry.
“Pak, saya mmm..ohon pamit. Terimakasih dan mohon maaf ya” ucapku
“Mas Arya mau pamit kemana?” goda pak Henry
“Loh.. itu pak kan waktu magang saya di sini sudah habis jadi saya ya harus pamit kembali ke kampus” jawabku
“Hehehe iya mas. Saya juga mohon maaf kalau membimbingnya masih banyak kekurangan dan terimakasih sudah membantu pekerjaan saya” ucap pak Henry
“Iya pak sama-sama. Ehm.. ini ada sedikit oleh-oleh pak dari ibu saya” ucapku sambil menyodorkan parcel
“Oh iya terimakasih mas” ucap pak Henry

Cerpen Karangan: Hamida Rustiana Sofiati
Facebook: facebook.com/zakia.arlho


Cerpen Kisah Cinta Si Mahasiswa Cerdas (Part 1) merupakan cerita pendek karangan Hamida Rustiana Sofiati, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

Google+

” Baca Juga Cerpen Lainnya! “


Oleh: Wendy Kurniawan W

“Hai”, Aku tersenyum. Sebelunya kita sepakat bertemu, di tempat pertama kali kita bertemu. 10 Tahun sudah kita terpisah, tempat ini pun sudah banyak sekali berubah. Dahulu tempat ini adalah



Oleh: Puspita Sandra Dewi

Saat Leon akan berjalan menuju kelasnya, Richard berjalan keluar dari ruangan kelas. Tapi tiba-tiba saja, langkahnya goyah. Karena merasa heran, Leon menghentikan langkahnya. Ia melihat Richard yang sempoyongan dengan



Oleh: Surya Ningsih

Rahma teman SMA aku yang sekarang sefakultas sama aku. Dia memperkenalkan aku dengan Alwi yang juga dari Maros. Awal perkenalan kami biasa saja di secret jurusan Rahma dan kami



Oleh: Meri Andini

Siang ini tak begitu terik, hanya banyak awan kapas hitam menggulung di setiap sisi kelam langit begitu pula sudut hatiku tat kala aku melihat seorang wanita cantik berperawakan mungil



Oleh: Melisa Dwi Wulandari

Pernahkah kamu jatuh cinta? Beginikah rasanya? Sesakit ini? Oh, Ya Tuhan, mengapa jatuh cinta begitu menyakitkan? Akankah selamanya tetap seperti ini? Ah, aku berharap, aku takkan jatuh cinta lagi,


8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”






Source link

Komunitas Penulis Cerpen Indonesia, Kumpulan Cerpen Karya Anak Bangsa

Leave a Reply