Cerpen Pantulan Kebaikan

Wpberita Wordpress Theme



Cerpen Karangan: Hapsari Purwanti Rahayu
Kategori: Cerpen Kehidupan

Lolos moderasi pada: 25 July 2021

Ada dua bocah laki-laki yang terlihat begitu kecil dan kurus, tubuh mereka tidak terawat dengan baik. Namun sayup-sayup terlihat pancaran kebahagiaan dari kedua sorot atensi mereka. Mungkin karena mereka baru saja mendapatkan secarik rupiah dari salah seorang pemuda berhati mulia di ujung trotoar.

“Assalamu’alaikum.” Salah satu dari mereka mengucapkan salam sembari menodongkan kaleng bekas yang berisi uang recehan pada Ramdan.
“Wa’alaikumsalam.” Pemuda itu mengerjap untuk mengumpulkan kesadaran yang sempat tercecer karena melamun.

Presensi kedua bocah yang kini ada di hadapannya mampu membuatnya lupa akan keresahan yang dia alami, rasa sesak seketika seakan menyergap jantungnya. Anak sekecil mereka harus menanggung beban hidup yang begitu keras. Dunia sekejam itu pada kalian Nak, batinnya.

Sejenak Ramdan berfikir apa kabar dirinya yang dulu seringkali meminta ini itu pada kedua orangtuanya yang dalam sekejap keinginannya mampu terpenuhi, mungkin tidak terlalu bermewah ria seperti anggota keluarga yang berasal dari kasta teratas, tapi Ramdan tidak pernah turun langsung ke jalanan untuk memungut rupiah dari orang-orang. Ah, dia hanya bisa memberi sedikit uang dan mendo’akan yang terbaik untuk keduanya supaya memiliki masa depan yang gemilang.

Baca juga :  Pelantikan dan Pengukuhan TIM Hamas-Apri Kecamatan Pelepat Ilir

“Terimakasih banyak Kak, semoga rezekinya makin lancar, diberikan kemudahan dalam hidup dan bahagia selalu.”
Pemuda itu mengaminkan setiap do’a yang dipanjatkan si kecil.

Setelah kejadian itu, entah apa yang terjadi, Ramdan merasa setiap pekerjaan yang dia lakukan semakin mudah, pemuda itu tidak lagi dilanda kegundahan, mendapatkan beberapa pujian dari atasan, serta iming-iming akan mendapatkan bonus tambahan dari sang bos untuk bulan ini. Selain itu, semua tugas kuliah yang semula begitu kalut untuk dia pahami akhirnya mampu dia taklukkan juga. Kecemasan tidak lagi menguasai jiwanya.

“Wah, kerja kamu bagus dan rapih ya padalah kamu bukan karyawan tetap disini. Bolehlah bulan ini kamu dapat bonus dari saya.”

Ramdan bekerja paruh waktu di salah satu toserba yang cukup ternama, dia melakukannya sembari melaksanakan kewajibannya sebagai mahasiswa.

Saat ini Ramdan menikmati semilir angin di senja hari, duduk di naungan pohon mangga yang rindang, Ramdan menulis beberapa ungkapan isi hatinya pada sebuah buku diary berwarna biru dongker.

Pemuda itu memutar kilasan balik memorinya beberapa hari yang lalu. Ketika dirinya sedang dilanda kebingungan akan tugas-tugas kuliahnya yang begitu rumit, serta lelah yang bertambah karena harus diselingi dengan bekerja. Ketika dirinya duduk di sisi trotoar dengan tatapan kosong dan pikiran yang tentunya sudah dipenuhi oleh benang-benang masalah yang sudah mulai kusut. Ketika lamunannya dibuyarkan oleh ucapan salam dari bibir seorang anak kecil yang menyentuh indra pendengarannya.

Baca juga :  Anies Baswedan Kembali Terima Penghargaan, Yang Ini Sudah 3 Tahun Berturut-turut

Siapakah gerangan meraka? Jawabannya tidak lain dan tidak bukan adalah manusia yang dikirimkan oleh Allah pada lembaran episode kehidupan Ramdan untuk meringankan beban yang Ramdan pikul di pundaknya. Bukan untuk membuatnya semakin susah. Karena kebaikan yang kita lakukan akan merefleksikan hal yang sama pada diri kita sendiri.

Cerpen Karangan: Hapsari Purwanti Rahayu

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 25 Juli 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com


Cerpen Pantulan Kebaikan merupakan cerita pendek karangan Hapsari Purwanti Rahayu, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

Google+

” Baca Juga Cerpen Lainnya! “


Oleh: NSA

Saat mataku terbuka, kepalaku terasa sangat pusing. Aku tak ingat betul apa yang sudah terjadi. “Kamu sudah sadar Mas?” tanya seorang perempuan di sampingku. Tapi aku tidak tau dia



Oleh: Nein

Terdengar suara isak tangis malam itu, aku bergegas menuju kamar belakang, “klek” aku nyalakan lampu kamar untuk mengetahui lebih jelas yang terjadi, ku hampiri tubuh kecil berselimut sarung yang


Baca juga :  Gardamas Tasep: Lebih Baik Melanjutkan Daripada Memulai

Oleh: Dewi Jani Hasanah

Nama ku Hisanah aku terlahir dari keluarga yang bahagia dan berkecukupan, memiliki ibu nan lembut, ayah yang bijaksana, aku merupakan anak tertua dari 3 bersaudara, Hasnah dan Hasyim nama



Oleh: Ririn Nurpi Herwanti

AWAL KISAH Kini aku berdiri di depan gedung yang tinggi, disini lah nantinya aku akan menyandarkan mimpi ku, ya di sebuah sekolah, kampus namanya. usiaku memang sudah 19 tahun,



Oleh: Erfransdo

“Kami sebagai calon presiden dan wakil presiden sangat menjunjung tinggi sportivitas, apabila kami tidak terpilih nanti, kami bersama timses akan mendukung pemenang pilpres nanti,” ucap Jokoda calon presiden nomor




“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”




Tema WordPress Berita

Source link

Komunitas Penulis Cerpen Indonesia, Kumpulan Cerpen Karya Anak Bangsa

Leave a Reply

%d bloggers like this: