Di Swiss, Bappenas Pamer Konsep Pembangunan Super Hub IKN

Di Swiss, Bappenas Pamer Konsep Pembangunan Super Hub IKN
Bappenas Pamer Konsep Pembangunan Super Hub IKN
70 / 100

Jakarta – Bappenas Pamer Konsep Pembangunan Super Hub IKN, Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti memamerkan konsep Nusantara economic super hub untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Indonesia Pavilion.

Indonesia Pavilion merupakan acara yang berlangsung serangkaian dengan World Economic Forum (WEF) Annual Meeting di Davos, Swiss.

Read More

Amalia mengatakan, dengan konsep pembangunan itu, IKN akan terbagi atas enam klaster. Keenamnya adalah industri teknologi bersih, farmasi terpadu, agroindustri berkelanjutan, eco-tourism yang inklusif, industri kimia maju dan turunannya, serta energi rendah karbon.

“Dengan adanya IKN yang baru ini, kita berusaha untuk mencapai pertumbuhan inklusif yang lebih besar, pertumbuhan yang lebih tinggi secara merata,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis, 26 Mei 2022.

Bappenas Pamer Konsep Pembangunan Super Hub IKN

Amalia mengatakan enam klaster tersebut akan didukung dengan kluster katalis, yaitu smart city dan hub industri. Di dalam IKN pun akan berdiri kawasan edukasi berbasis keterampilan yang bakal mendukung proyek ibu kota berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang besar bagi negara.

Read Also: Pos Indonesia dan Gebu Minang Kolaborasi Luncurkan Platform Pospay

Dengan demikian, dia berharap Indonesia bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tidak tersentralisasi di Pulau Jawa.

“Sehingga mampu mendorong dan berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia bagian timur,” ucap dia.

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono mengatakan proses pemindahan IKN telah berjalan dan akan dilakukan secara bertahap sampai 2045.

Dalam pembangunan IKN ini, pemerintah mengembangkan konsep smart city yang mencakup transportasi, pengolahan limbah, energi, fasilitas umum seperti sekolah dan rumah sakit, dan lain sebagainya.

“Kami punya jargon, we are not thinking inside the box or outside the box. But, we are thinking without a box,” ujar Bambang.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata memaparkan pengembangan IKN akan sejalan dengan upaya pemerintah untuk menciptakan nilai tambah.

“Selain akan menjadi super hub logistik dan ekonomi, IKN juga dirancang sebagai Forest City yang pembangunannya berjalan harmonis dengan alam,” ujar dia.

Source: bisnis.tempo.co

 

Leave a Reply