DJP Ramal Kenaikan PPN dan Harga Komoditas Dorong Inflasi 0,4 Persen

DJP Ramal Kenaikan PPN dan Harga Komoditas Dorong Inflasi 0,4 Persen



Jakarta, CNN Indonesia — Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatakan kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) dari 10 persen menjadi 11 persen akan mendorong inflasi sebesar 0,4 persen.

Read More

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal mengatakan potensi tambahan inflasi sebesar 0,4 persen juga didorong oleh kenaikan harga komoditas beberapa waktu terakhir.

“Dengan perhitungan teman-teman BKF sampai pada kesimpulan, tapi ini tidak semata-mata PPN, tapi sudah ditambah angka komoditas kurang lebih 0,4 persen,” ungkap Yon dalam Media Briefing DJP 2022: Tarif PPN secara daring, Jumat (1/4).

Ia mengatakan kelompok makanan yang menjadi komponen utama penentu inflasi justru dibebaskan dari pajak saat ini. Dengan demikian, pengaruh kenaikan PPN terbilang kecil untuk inflasi di dalam negeri.

“Semoga target inflasi masih dalam rentang APBN yang diharapkan. Kami tidak berharap inflasi tinggi,” ucap Yon.

Pemerintah resmi menaikkan tarif PPN dari 10 persen menjadi 11 persen mulai 1 April 2022. Hal ini tertuang dalam Undang-Undang (UU) Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP).

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) inflasi sebesar 0,66 persen secara bulanan pada Maret 2022. Sementara, secara tahunan terjadi inflasi 2,64 persen.

“Yang berikan andil terbesar ke inflasi adalah pertama berasal dari kelompok makanan minuman dan tembakau, andil 0,38 persen dan inflasi 1,47 persen,” ucap Kepala BPS Margo Yuwono.

Kemudian, kelompok lainnya yang menyumbang inflasi adalah transportasi, yakni mencapai 0,42 persen. Lalu, pakaian dan alas kaki inflasi sebesar 0,17 persen, kesehatan 0,28 persen, dan pendidikan 0,01 persen, penyediaan makanan dan minuman restoran 0,32 persen, serta rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,17 persen.

Berdasarkan komponennya, komponen bergejolak (volatile foods) inflasi 1,99 persen dengan andil 0,33 persen. Volatile foods, terdiri dari komponen energi dengan inflasi 0,84 persen dan andil 0,08 persen serta komponen bahan makanan 1,87 persen dan andil 0,34 persen.

Lalu, inflasi inti sebesar 0,3 persen dan andil 0,2 persen. Sementara, komponen harga diatur pemerintah (administered price) inflasi 0,73 persen dengan andil 0,33 persen.

Berdasarkan wilayah, inflasi terjadi di 88 kota dari 90 kota IHK. Sementara, 2 kota lainnya mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Merauke sebesar 1,86 persen dan inflasi terendah di Kupang 0,09 persen. Kemudian, deflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 0,27 persen dan deflasi terendah di Kendari 0,07 persen.

[Gambas:Video CNN]

(aud/sfr)

[Gambas:Video CNN]




Source link

Leave a Reply