Gaslighting dalam Hubungan, Salah Satu Tindakan Manipulasi

Pasangan Sedang Berdebat (Freepik.com)

Liputanpers.com – menyajikan informasi terbaru tentang Gaslighting dalam Hubungan, Salah Satu Tindakan Manipulasi.

Anda juga bisa mencari berita terkait dalam kategori Opini, yang selalu terupdate setiap hari.

Read More

Liputanpers merupakan portal berita yang berasal dari berbagai sumber media online maupun sumber informasi swadaya masyarakat.

Setiap informasi yang di publikasikan pada situs kami cantumkan sumber serta link dari situs terpercaya dan anda bisa mengunjungi situsnya yang pada akhir artikel ini.

Simak artikel menarik lainnya tentang 5 Cara Investasi Paling Efektif, Berikut ini berita selengkapnya yang kami rangkum di bawah ini:

Gaslighting dalam Hubungan, Salah Satu Tindakan Manipulasi

Apakah Moms dan Dads pernah bertemu dengan orang yang sering memanipulasi kata-kata dan memutarbalikkan fakta ketika disalahkan? Tindakan orang ini disebut juga dengan gaslighting.

Mengutip Join One Love, gaslighting adalah salah satu bentuk pelecehan emosional atau emotional abuse.

Moms mungkin langsung berpikir bagaimana caranya untuk dapat mengatasi situasi dan agar “kebal” terhadap gaslighting yang dilakukan seseorang.

Namun, proses untuk menyadari seseorang melakukan gaslighting sebenarnya membutuhkan waktu.

Yuk, cari tahu lebih lanjut mengenai apa itu gaslighting!

Pengertian Gaslighting

Foto: Pasangan Sedang Berdebat (Freepik.com)

Gaslighting adalah salah satu bentuk manipulasi yang terjadi dalam sebuah hubungan tidak sehat atau abusive relationship.

Dikutip dari laman Good Therapy, disebutkan bahwa gaslighting adalah jenis kekerasan emosional yang berbahaya dan terkadang terselubung.

Dalam praktiknya, pelaku membuat target mempertanyakan penilaian dan kenyataan diri sendiri.

Akhirnya, korban gaslighting mulai tidak percaya dengan dirinya sendiri.

Gaslighting bisa juga disebut sebagai taktik di mana seseorang atau sekelompok orang, dengan tujuan mendapatkan lebih banyak kekuatan dan membuat korban mempertanyakan realitas yang ada.

Siapa pun rentan terhadap gaslighting. Tindakan ini adalah teknik umum para pelaku kekerasan, diktator, narsistik, hingga pemimpin sekte.

Umumnya, korban gaslighting tidak menyadari bahwa mereka telah dicuci otak. Hal ini karena perilaku tersebut dilakukan secara perlahan dan bertahap.

The Journal of Perinatal and Neonatal Nursing menyebutkan, gaslighting sering terjadi dalam sebuah hubungan pacaran dan pernikahan.

Namun, tak jarang, pelaku tersebut juga terjadi dalam hubungan pertemanan maupun keluarga.

Orang yang toxic menggunakan jenis manipulasi ini untuk mendapatkan kekuasaan atas orang lain, dengan memanipulasi anggota keluarga, pasangan, teman, dan bahkan rekan kerja.

Jurnal The Lancet Psychiatry menyebutkan, istilah gaslighting pertama kali dikenal dari drama tahun 1938 oleh Patrick Hamilton.

Kemudian, istilah tersebut berkembang menjadi film “Gaslight” oleh Alfred Hitchcock di tahun 1944.

Dalam film tersebut, seorang suami manipulatif mencoba membuat istrinya berpikir bahwa dia kehilangan akal sehatnya dengan membuat perubahan kecil di lingkungannya.

Tidak hanya membuatnya percaya bahwa dia gila, sang suami juga melakukan kekerasan dan mengendalikan sang istri, serta memisahkannya dari keluarga maupun teman.

Sejak saat itulah di Amerika dikenal istilah gaslighting.

Baca Juga: Mengenal Toxic People, Ciri-ciri dan Cara Menghadapinya

Ciri-Ciri Gaslighting

Setelah mengenal apa itu gaslighting, Moms dan Dads juga perlu mengetahui tindakan-tindakan apa saja yang termasuk ke dalam gaslighting.

Dilansir dari Verywell Mind, ada beberapa ciri seseorang melakukan gaslighting terhadap orang lain, yaitu:

1. Selalu Berbohong

Berbohong Ciri Gaslighting (Freepik.com)

Foto: Berbohong Ciri Gaslighting (Freepik.com)

Ciri-ciri gaslighting yang cukup umum adalah menganggap kebohongan adalah hal biasa sehingga ia sering melakukannya.

Pelaku akan berbohong secara terang-terangan dan tidak akan pernah mundur atau mengubah cerita mereka, bahkan ketika dibeberkan bukti kebohongannya tersebut.

Berbohong adalah dasar dari perilaku gaslighting. Bahkan, ketika orang lain sadar mereka telah berbohong, pelaku akan tetap berusaha bertindak sangat meyakinkan.

Pada akhirnya, orang yang menjadi korban mulai kebingungan dan mempertanyakan kebenaran yang sesungguhnya.

2. Mendiskreditkan Seseorang

Ciri gaslighting selanjutnya adalah sering menyebarkan rumor dan gosip kepada orang lain di sekitarnya.

Pelaku dapat berpura-pura mengkhawatirkan seseorang atau mengarang cerita, sambil secara halus memberi tahu orang lain bahwa orang yang sedang dibicarakan tersebut tidak stabil secara emosional.

Taktik ini bisa menjadi sangat efektif dan menggiring orang-orang berpihak pada pelaku tanpa mengetahui cerita lengkapnya.

Korbannya mungkin tidak pernah mengatakan atau berbuat hal buruk seperti cerita si pelaku.

Akan tetapi, pelaku gaslighting tetap berusaha semaksimal mungkin untuk menggiring orang lain untuk percaya padanya.

3. Mengesampingkan Pikiran dan Perasaan Seseorang

Meremehkan emosi korban memungkinkan pelaku gaslighting menguasai korban.

Mereka mungkin akan membuat pernyataan yang mengesampingkan perasaan seseorang, misalnya “Masa gitu doang baper”.

Pernyataan sejenis ini mempertanyakan dan mengesampingkan perasaan atau pikiran korban dengan memberikan sinyal bahwa korban bertindak salah.

4. Mengalihkan Kesalahan

Ciri berikutnya dari perilaku gaslighting adalah selalu mencoba mengalihkan kesalahan kepada orang lain.

Setiap diskusi yang dilakukan, entah bagaimana caranya, pelaku akan ‘memelintir’ kesalahan ke pihak korban.

Bahkan, ketika korban mencoba mendiskusikan bagaimana perilaku-perilaku pelaku telah mempengaruhi perasaannya, mereka dapat mengubah percakapan dan akhirnya menyalahkan korban.

Dengan kata lain, pelaku dapat memanipulasi situasi sedemikian rupa, sehingga korban percaya bahwa dialah penyebab perilaku buruk si pelaku.

Si pelaku juga mungkin mengklaim bahwa mereka tidak akan memperlakukannya seperti itu jika korban berperilaku berbeda.

Baca Juga: Ciri-ciri Toxic Parents, Apakah Moms Salah Satu di Antaranya? Simak Bahayanya Bagi Anak!

5. Memutarbalikkan Fakta

Pasangan Bertengkar (Freepik.com)

Foto: Pasangan Bertengkar (Freepik.com)

Pelaku biasanya menggunakan taktik ini saat korban mendiskusikan sesuatu yang terjadi di masa lalu.

Misalnya, ketika suatu hari pelaku mendorong korban ke dinding dan menolak membahasnya saat itu.

Di kemudian hari, pelaku dapat memutarbalikkan cerita tersebut untuk menguntungkan mereka.

Pelaku mungkin mengatakan bahwa korban tersandung dan mereka mencoba menenangkannya.

Padahal faktanya, pelaku yang menyebabkan korban membentur dinding.

Ketika cerita dan kenangan ini terus-menerus diceritakan kembali menurut versi pelaku untuk kepentingannya sendiri, korban lama-kelamaan mulai meragukan ingatannya tentang apa yang terjadi.

Kebingungan atau menebak-nebak di pihak korban ini adalah tujuan yang dari tindakan gaslighting.

6. Menyangkal Tindakan Salah

Pelaku kekerasan biasanya terkenal karena sering menyangkal bahwa mereka melakukan kesalahan.

Para pelaku melakukan hal ini untuk menghindari tanggung jawab atas pilihan buruk yang telah mereka lakukan.

Namun, tindakan ini juga membuat korban gaslighting bingung dan frustasi, karena tidak ada pengakuan atas rasa sakit yang dirasakan.

Penyangkalan ini juga dapat membuat korban sangat sulit untuk bangkit atau pulih dari penindasan atau kekerasan.

7. Menggunakan Rayuan sebagai Senjata

Kadang-kadang, ketika dikonfrontasi atau ditanya, seorang gaslighter akan menggunakan kata-kata yang baik dan penuh kasih untuk mencoba ‘memuluskan’ situasi.

Mereka dapat mengetahui dan mengatakan hal-hal yang ingin korban dengar, tetapi tidak diucapkan dengan tulus, terutama jika perilaku yang sama terus diulangi.

Baca Juga: Penjelasan, Ciri, dan Cara Menghadapi Pelaku Manipulatif

8. Biasanya Menyasar Orang Lemah

Gaslighter paham bahwa manusia perlu memiliki rasa stabilitas dan kenormalan.

Dikutip dari Psychology Today, tujuan pelaku gaslighting adalah untuk membuat korban terus-menerus mempertanyakan segalanya.

Sedangkan, kecenderungan alami manusia adalah melihat dan mencari orang atau entitas yang akan membantu mereka merasa lebih stabil. Hal inilah yang diincar oleh pelaku gaslighting.

Moms dan Dads, itulah beberapa ciri-ciri seseorang yang melakukan gaslighting.

Apakah Moms dan Dads mengenali ciri-ciri tersebut pada seseorang yang memiliki peran penting dalam hidup dan merasa sulit melepas diri?

Jika Moms dan Dads merasakan salah satu atau beberapa ciri-ciri gaslighting tersebut pada seseorang dan telah mempengaruhi kualitas hidup, cobalah untuk meminta bantuan tenaga profesional.

Apabila tidak ditangani dengan tepat, gaslighting dapat berdampak buruk pada harga diri dan kesehatan mental seseorang.

Biasanya, dokter ahli akan merekomendasikan seorang konselor yang siap membantu dalam memproses dan menangani apa yang terjadi.

Kesimpulan

Itulah informasi tentang Gaslighting dalam Hubungan, Salah Satu Tindakan Manipulasi yang bisa kami berikan, semoga bermanfaat.

Berita selengkapnya bisa anda akses melalui link berikut ini: Situs Lowongan Kerja Indonesia