Gubernur Sutarmidji Kejar Target Pembangunan

Gubernur Sutarmidji Kejar Target Pembangunan


INFO NASIONAL – Jabatan Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, akan berakhir pada 2023. Tersisa satu tahun masa jabatan, kelahiran Pontianak 59 tahun lalu ini menargetkan pemulihan di berbagai bidang.

Read More

Sutarmidji menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menargetkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun ini sebesar 70,29. Sementara IPM tahun sebelumnya adalah 67,90.

Adapun prioritas pembangunan untuk meningkatkan IPM dijalankan dengan tujuh cara: optimalisasi pelaksanaan vaksin, melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Soedarso, menyiapkan rumah sakit rujukan nasional bertaraf internasional, menurunkan angka stunting, meningkatkan pelayanan air bersih dan sanitasi, meningkatkan indeks kualitas udara, serta memberi Jaminan Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) bagi fakir miskin dan orang tidak mampu.

“Dengan tujuh prioritas tersebut, diharapkan angka kemiskinan menurun dari 7,31 ke 7,23. Lalu pengangguran terbuka dari 5,42 ke 3,98. Pertumbuhan ekonomi naik dari 4,71 menjadi 5,46,” ujar Sutarmidji.

Di akhir pemerintahannya pada 2023, Sutarmidji menargetkan IPM naik lagi menjadi 71,25. Proyeksinya yakni pertumbuhan ekonomi antara 5,02 sampai 5,68 persen. Namun, dengan asumsi pertumbuhan ekonomi nasional berada di kisaran 5,4-5,9 persen, dan nilai tukar rupiah terhadap US Dolar antara Rp 14.700 sampai 14.900.

Provinsi Kalimantan Barat, Sutarmidji melanjutkan, sebenarnya memilik banyak peluang untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Mulai dari potensi sumber daya alam, pemanfaatan kawasan perbatasan, otimalisasi Pelabuhan Kijing, peningkatan kinerja ekspor, hingga hilirisasi smelter, kelapa, dan karet.

“Tantangan yang dapat menghambat laju pertumbuhan ekonomi jika pandemi Covid-19 berlanjut, ketidakpastian ekonomi global, perubahan iklim dan cuaca, dan masalah energi serta sistem logistik,” katanya.

Namun, ia optimistis Kalbar dapat segera bangkit dari pandemi Covid-19, bahkan tahun 2022 ini menjadi momentum akslerasi ekonomi. Ada sepuluh komoditas unggulan provinsi tersebut yang menyumbang devisa terbesar untuk Kalbar selama 2021. Antara lain bauksit, smelter alumina, karet alam, kayu lapis, buah pinang, kelapa bulat, bungkil dan residu padat kelapa sawit.

Bauksit, alumina, dan karet alam menjadi tiga besar penyundang devisa terbanyak. Untuk bauksit sebesar US$ 518,816,085. Alumina sebanyak US$ 317,694,221, dan karet alam US$ 283,483,972.

Sementara di sektor infrastruktur, program prioritas berbasis tata ruang yang ditetapkan untuk 2022 adalah pembangunan runway baru Bandara Supadio, pembangunan Jembatan Sambas Besar, pembangunan Jembatan Kapuas 3, duplikasi Jembatan Kapuas 1, dan pembangunan ruas jalan nasional (Lintas Utara, Tengah, dan Selatan). (*)





Source link

Leave a Reply