Jakarta, CNN Indonesia — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.824 per kg pada Januari 2022. Angkanya naik 1,57 persen dibandingkan Desember 2021.

“Pada Januari 2022, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan naik 1,57 persen,” ungkap Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers, Rabu (2/22).

Begitu juga dengan harga beras medium di penggilingan yang naik 2,77 persen menjadi Rp9.81 per kg pada Januari 2022. Lalu, rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan naik 1,68 persen menjadi Rp9.038 per kg.

Kenaikan harga juga terjadi pada beras grosir dan eceran. Tercatat, harga beras grosir naik 0,64 persen pada Januari 2022 dibandingkan bulan sebelumnya.

Lalu, harga beras eceran naik 0,94 persen per Januari 2022. Secara persentase, kenaikannya lebih besar ketimbang Desember 2021 lalu yang hanya 0,33 persen.

Kenaikan harga beras sejalan dengan lonjakan harga gabah petani yang sebesar 4,96 persen pada Januari 2022. Kenaikan harga gabah petani terjadi sejak Desember 2021 lalu yang sebesar 2,64 persen. [Gambas:Video CNN]

Sementara, nilai tukar petani (NTP) nasional tercatat sebesar 108,67 per Januari 2022. Angkanya naik 0,3 persen dari posisi Desember 2021 sebesar 108,34.

Kenaikan NTP khususnya didorong oleh kenaikan subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 17,4 persen. Alhasil, NTP subsektor tersebut mencapai 131,81.

NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani. NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di pedesaan.

NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun dengan biaya produksi.
(aud/agt)



Source link