TEMPO.CO, Jakarta – Badan Pangan Nasional / National Food Agency (NFA) berupaya terus menjaga inflasi pangan Indonesia sebagai langkah konkrit dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Inflasi di dalam negeri masih relatif terjaga yaitu di angka 2,6 persen, masih relatif normal jika dibandingkan beberapa negara lain seperti Amerika Serikat 7,9 persen, Uni Eropa 7,5 persen, Turki 54,4 persen yang kian merangkak naik,” ujar Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu 9 April 2022.

Arief menambahkan bahwa invasi Rusia – Ukraina memang berdampak pada komoditas pangan global, namun Inflasi Indonesia masih terjaga dengan baik.

“Pemerintah berkomitmen untuk menjaga inflasi di kisaran 2-5 persen agar tidak memberatkan masyarakat. Hal ini pun sebagaimana yang diamanahkan Presiden Joko Widodo untuk menjaga ketahanan pangan Indonesia. ” katanya.

Kenaikan harga pangan secara global memang sudah terjadi sebelum satu bulan belakangan ini.

“Seperti hari ini memang kondisi di global demikian, kemudian solusinya apa? Solusinya ini tidak bisa parsial, harus komprehensif dari seluruh pemangku kepentingan pangan. Kondisi ini tentu menjadi perhatian pemerintah, kebijakan subsidi kepada produsen pangan untuk beberapa komoditas sudah dilakukan seperti subsidi jagung dan kedelai,” ujar Arief.




Source link