HUT Bhayangkara 2022, Polri Tanggap Wayang Hingga Makan Gratis

HUT Bhayangkara 2022, Polri Tanggap Wayang Hingga Makan Gratis
Promo Hosting Murah


TEMPO.CO, JakartaPolri merayakan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-76 dengan menggelar pertunjukan wayang di dekat markas besarnya. Makanan gratis berlimpah dan ada hadiah dua rumah.

Read More

“Doakan kami dapat mewujudkan Polri yang dekat dengan masyarakat,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit di sela acara, Sabtu malam, 2 Juli 2022.

Acara malam ini merupakan puncak peringatan dari rangkaian HUT Polri yang sudah digelar selama kurang lebih sepekan. Sejak sore masyarakat sudah berdatangan ke acara yang digelar di Lapangan Bhayangkara, persis di seberang Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.

Dari Jalan Trunojoyo, warga dapat berjalan ke pintu masuk yang berada di samping lapangan tersebut. Gapura di pintu masuk menandakan dimulainya deretan penjaja makanan dan minuman. Ada tukang kopi keliling, siomay, soto, dll. Semuanya gratis.

Di tengah lapangan Bhayangkara, panggung dan tenda besar didirikan untuk pertunjukan wayang. Listyo tiba pukul 20.30 WIB. Listyo datang, pertunjukan wayang dimulai.

Judul ceritanya Semar Mbangun Kayangan. Semar adalah tokoh punakawan yang menjadi rakyat biasa meskipun sebenarnya seorang dewa. Cerita ini mengajarkan bahwa pemimpin seharusnya mendengarkan permintaan rakyat.

Digelar selama dua jam, pertunjukan itu berakhir pukul 22.30 WIB. Setelah itu, Listyo naik panggung bernyanyi tembang Didi Kempot, Sewu Kutho.

Di penghujung acara, Listyo mengundi hadiah atau doorprize untuk pengunjung. Hadiah utamanya adalah dua unit rumah. Listyo mengundi sendiri kupon yang sudah dikumpulkan.

Pemenangnya adalah seorang ibu bernama Ratih dari Senen, Jakarta Pusat dan seorang bapak dari Bekasi timur. Si bapak menangis. “Terima kasih Pak Kapolri,” kata si bapak.

Hari jadi kepolisian bukannya tanpa kritik. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau KontraS memberi beberapa catatan.

KontraS menilai semboyan Presisi yang diusung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo masih sebatas jargon. KontraS menilai semboyan itu belum benar-benar dipraktikkan oleh kepolisian di bawah kepemimpinan Listyo.

“Semboyan Presisi masih menjadi jargon sloganistik, tanpa diikuti perbaikan di lapangan,” kata Koordinator Kontras Fatia Maulidiyanti, Kamis, 30 Juni 2022.

KontraS menilai perbaikan kepolisian saat ini masih berfokus pada citra, bukan kinerja. KontraS mencatat masih terjadi praktik kekerasan, arogansi dan tindakan berlebihan oleh kepolisian. Dalam banyak kasus pelanggaran, kata dia, kepolisian kerap berlindung di balik terminologi oknum.

Baca:
Kapolri Listyo Sigit Bilang Polri Buka Ruang untuk Dikritik Masyarakat





Source link

Leave a Reply