Jakarta, CNN Indonesia — Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengungkapkan industri fesyen halal global sempat anjlok karena penutupan gerai ritel dan pusat perbelanjaan di dunia. Indonesia sendiri berada di peringkat 3 untuk busana muslim selama tiga tahun terakhir.

“Industri produk halal tidak luput dari dampak pandemi covid-19, termasuk fesyen halal global yang bernilai miliaran dolar pun penjualannya sempat anjlok, seiring tutupnya gerai ritel dan pusat perbelanjaan di berbagai belahan dunia,” ujar Ma’ruf pada acara ‘Road to Jakarta Muslim Fashion Week’, Rabu (6/4).

Menurut Laporan Global Ekonomi Islam (SGIEI) 2022, pertumbuhan tahunan industri busana muslim sempat jatuh ke 1 persen pada periode 2019-2020 sebelum kembali melambung ke 5,7 persen di 2021.

“Industri ini bangkit karena kemampuannya beradaptasi dengan teknologi digital diantaranya melalui optimalisasi pemasaran dan penjualan via kanal digital sampai dengan kreasi peragaan busana secara virtual,” ungkap Ma’ruf.

Menurut laporan tersebut, penjualan lewat e-commerce mampu mendongkrak bisnis busana muslim global, khususnya di negara-negara seperti Turki, Indonesia, Malaysia, dan GCC.

Merek-merek tersebut banyak berinvestasi dalam penjualan dan pemasaran digital, dan peragaan busana menjadi virtual, karena acara semacam itu menjangkau lebih banyak pelanggan.

Oleh karena itu, Ma’ruf berharap Indonesia dapat meningkatkan ekspor guna mengembangkan negara menjadi pusat tren busana muslim dan produk halal di pasaran internasional.

“Sebagai salah satu industri unggulan ekosistem halal Indonesia. Kita berharap ekspor fashion muslim ke pasar global akan mampu meningkat signifikan di tahun-tahun mendatang,” ujarnya. [Gambas:Video CNN] (tdh/sfr)

[Gambas:Video CNN]



Source link