Jakarta, CNN Indonesia — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi indeks harga perdagangan besar (IHPB) 0,97 persen pada April 2022. Realisasinya lebih tinggi dari 0,31 persen secara tahunan pada April 2021.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan kenaikan IHPB terjadi karena inflasi di sektor pertambangan mencapai 1,44 persen. Andilnya sebesar 0,01 persen.

“Penyebab utamanya adalah kenaikan khususnya pada komoditas garam, batu bara, dan pasir,” ujar Margo saat konferensi pers online, Senin (9/5).

Sementara inflasi barang grosir industri sebesar 1,11 persen dengan andil 0,9 persen. Sedangkan inflasi barang grosir pertanian sebesar 0,31 persen dengan andil 0,06 persen.

“Penyebab utamanya karena minyak goreng, bensin, daging ayam ras,” imbuhnya.

Inflasi perdagangan besar juga terjadi di sektor konstruksi mencapai 0,66 persen. Realisasinya juga lebih tinggi dari 0,32 persen secara tahunan.

Andil utama inflasi ini berasal dari kelompok bangunan pekerjaan umum untuk jalan, jembatan, dan pelabuhan mencapai 0,28 persen dengan inflasi 0,77 persen.

Kemudian, diikuti inflasi bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal sebesar 0,58 persen, bangunan pekerjaan umum untuk pertanian 0,54 persen, bangunan dan instalasi listrik, gas, air minum, dan komunikasi 0,69 persen, dan bangunan lainnya 0,66 persen. [Gambas:Video CNN] (uli/agt)



Source link