Jakarta, CNN Indonesia — Tingkat inflasi Turki diprediksikan naik mencapai 68 persen pada April 2022 dan hanya turun sedikit menjadi 52 persen hingga akhir tahun nanti. Lonjakan inflasi merupakan imbas perang Rusia-Ukraina.

Melansir Reuters, Kamis (5/5), survei yang melibatkan 14 perusahaan itu menunjukkan Indeks Harga Konsumen (IHK) tahunan rata-rata adalah 68 persen dari kisaran 64,20 persen hingga 70,85 persen.

Menurut konfederasi pekerja, harga pangan di Ankara, ibu kota Turki, telah naik sebesar 8,02 persen pada April. Per bulan, IHK diperkirakan berada pada level 6 persen menurut survei itu.

Pengamat ekonomi memproyeksikan inflasi akan tetap tinggi sepanjang tahun bagi Turki karena masih berlangsungnya perang Ukraina, dengan angka estimasi akhir tahun berada di tingkat 52 persen dari kisaran 43,7 persen hingga 60 persen.

Bank sentral Turki sudah mengubah proyeksi inflasi mereka untuk tahun ini menjadi 70 persen sebelum Juni, akibat terus meningkatnya harga komoditas dan kurangnya pasokan.

Namun, berdasarkan paparan Gubernur Bank Sentral Turki Sahap Kavcioglu, masih ada harapan untuk menyentuh level satuan tunggal pada akhir 2024.

Sejauh ini, bank sentral Turki telah mempertahankan suku bunganya di 14 persen dalam empat fase tahun ini dan mengatakan langkah-langkah kebijakan pemerintah akan memprioritaskan mata uang lira di pasar.

[Gambas:Video CNN] (tdh/bir)

[Gambas:Video CNN]



Source link