Ini Takaran Susu Bayi yang Tepat Sesuai Berat Badan dan Usia

Tanda Bayi Lapar

Liputanpers.com – menyajikan informasi terbaru tentang Ini Takaran Susu Bayi yang Tepat Sesuai Berat Badan dan Usia.

Anda juga bisa mencari berita terkait dalam kategori Opini, yang selalu terupdate setiap hari.

Read More

Liputanpers merupakan portal berita yang berasal dari berbagai sumber media online maupun sumber informasi swadaya masyarakat.

Setiap informasi yang di publikasikan pada situs kami cantumkan sumber serta link dari situs terpercaya dan anda bisa mengunjungi situsnya yang pada akhir artikel ini.

Simak artikel menarik lainnya tentang 5 Cara Investasi Paling Efektif, Berikut ini berita selengkapnya yang kami rangkum di bawah ini:

Ini Takaran Susu Bayi yang Tepat Sesuai Berat Badan dan Usia

Ketika ada kondisi medis yang membuat Moms tidak bisa mengeluarkan ASI (Air Susu Ibu), mungkin Si Kecil perlu diberikan susu formula. Karena itu penting memahami takaran susu bayi yang tepat.

Namun, dengan catatan bahwa pemberian susu formula pada bayi sudah berdasarkan konsultasi terlebih dulu dengan dokter anak Si Kecil, ya Moms!

Menentukan takaran susu bayi yang perlu diberikan kepada bayi perlu perhitungan yang matang.

Mengingat lambung bayi masih sangat kecil, jumlah susu formula yang perlu dikonsumsi pun pasti juga terbatas.

Baca Juga: 10+ Cara Meredakan Payudara Sakit saat Menyusui, Moms dan Bayi Jadi Nyaman!

Tanda Bayi Lapar

Foto: Tanda Bayi Lapar (Nytimes.com)

Saat bayi merasa lapar atau haus, umumnya mereka akan menunjukkan gerakan-gerakan berikut ini.

  1. Menggerakkan bibirnya menuju benda yang menempel di pipinya.
  2. Menghisap jari, selimut, baju dan segala sesuatu yang ada di sekitarnya.
  3. Membuka mulut sambil menggeleng-gelengkan kepala seperti mencari sesuatu.
  4. Menangis (ada banyak macam tangisan bayi, Moms akan terbiasa mengenal tangisan yang menandakan bahwa dia sedang lapar).

Ketika Moms mendapati tanda-tanda tersebut, segeralah memberikan minum pada Si Kecil atau tangisnya akan semakin menjadi nantinya.

Pentingnya Memahami Takaran Susu Bayi yang Tepat

Botol Susu Bayi

Foto: Botol Susu Bayi (Freepik.com/naveebird)

Namun, ingat Moms, memberi minum susu untuk Si Kecil itu punya aturan tersendiri.

Besarnya takaran susu bayi yang dibutuhkan bisa Moms sesuaikan dengan usia dan berat badan bayi untuk menghindari kondisi kelebihan atau kekurangan nutrisi.

“Mengukur susu formula bayi sebelum diberikan sangat penting terutama jika menyangkut bayi dengan berat lahir rendah dan prematur,” kata David Saltzman, dokter anak di wilayah Chicago, Amerika Serikat seperti melansir dari Web MD.

Bayi dengan sistem yang belum matang mungkin kesulitan mencerna susu formula yang tidak disiapkan dengan benar.

Mencampur susu formula dengan terlalu banyak air juga bisa sangat berisiko.

Melansir dari Web MD, menurut Dyan Hes, dokter anak dari Gramercy Pediatrics di New York, jika Moms mengencerkan susu formula dengan lebih banyak air, itu akan mengandung lebih sedikit kalori per ons dan tidak memberikan kalori yang cukup untuk bayi berkembang.

Bahkan dapat menyebabkan kejang dan kerusakan otak.

Mengukur Takaran Susu Bayi Berdasarkan Berat Badan

Menurut laman American Academy of Pediatrics, pemberian takaran susu bayi dihitung berdasarkan berat badannya.

Rata-rata, bayi harus mengonsumsi sekitar 2½ ons (75 ml) susu sehari untuk setiap pon (453 g) berat badannya.

Sementara itu menurut National Health Service, bayi umumnya membutuhkan sekitar 150–200ml per kilo berat badan mereka sehari sampai mereka berusia 6 bulan. Jumlah ini akan bervariasi dari bayi ke bayi.

Baca Juga: 12 Rekomendasi Sterilizer Botol Bayi Terbaik, Yuk Dipilih!

Cara Menghitung Takaran Susu Bayi Berdasarkan Usia

Bayi Minum Susu Formula

Foto: Bayi Minum Susu Formula (Freepik.com/user9995248)

Selain mempertimbangkan berat badan, usia juga merupakan faktor penting untuk menentukan besar kecilnya takaran susu bayi waktu minum.

Berikut ini perhitungan jumlah susu formula yang harus dikonsumsi anak berdasarkan usianya seperti melansir dari Better Health Channel.

1. Usia 5 Hari3 Bulan

Bayi sehat membutuhkan sekitar 150 ml susu per kilogram berat badan setiap hari.

Misalnya bayi dengan berat 3 kg membutuhkan 450 ml susu setiap harinya.

2. Usia 36 Bulan

Konsumsinya sekitar 120 ml susu per kilogram berat badan setiap harinya.

Misal berat bayi 7 kg berarti perlu 840 ml per hari yang bisa dibagi dalam 4–5 kali minum.

3. Usia 6–12 Bulan

Dari 6 hingga 12 bulan, turun lagi menjadi antara 90 dan 120 ml susu formula per kilogram berat badan setiap hari.

Mengapa turun, karena saat usia bayi sekitar 6 bulan, Moms tentu akan mulai memasukkan lebih banyak makanan ke dalam makanan bayi untuk menunjang pertumbuhannya.

Takaran Susu Bayi Prematur

Bayi prematur membutuhkan lebih banyak susu formula.

Pada awalnya, mereka biasanya membutuhkan sekitar 160–180 ml susu formula per kilogram berat badan per hari.

Beberapa jumlah takaran susu bayi di atas merupakan jumlah rata-rata yang bisa diberikan pada bayi mungil di rumah.

Harap diingat ini hanya panduan ya, Moms sehingga perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bayi.

Tetap rutin konsultasikan kondisi Si Kecil kepada ahli kesehatan merupakan langkah tepat untuk memberikan takaran susu formula yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan buah hati.

Baca Juga: Rekomendasi Produk YONG MA Terbaik yang Wajib Moms Punya!

Tanda Bayi Memperoleh Takaran Susu yang Cukup

Memberi Susu untuk Bayi

Foto: Memberi Susu untuk Bayi (Freepik.com/shurkin-son)

Selain mengetahui takaran susu bayi yang tepat, Moms juga perlu mamahami tanda-tanda Si Kecil mendapatkan asupan susu yang cukup.

Ada beberapa tanda bayi mendapatkan susu yang cukup, berikut di antaranya:

1. Berat Badan Bertambah

Salah satu tanda bahwa Si Kecil mendapatkan takaran susu yang cukup adalah kenaikan berat badan sehat sesuai usianya.

Dikutip dari laman La Leche League International, pertambahan berat badan yang diharapkan yakni sekitar 155–240 gram atau 5,5–8,5 ons per minggu hingga usia 4 bulan.

Pada usia 5 bulan, berat badan bayi harus 2 kali lipat dari berat lahirnya, Moms.

2. Buang Air dengan Teratur

Tanda lain yang mudah dikenali apabila Si Kecil mendapatkan takaran susu yang cukup adalah buang air dengan teratur.

Bayi biasanya akan buang air teratur sebanyak tiga kali sehari. Namun, frekuensinya bisa saja menjadi lebih sering sekitar 6–8 kali sehari.

Baca Juga: 13+ Cara Merawat Bayi Baru Lahir, Panduan Tepat untuk Ibu Baru!

3. Tidur Lebih Nyenyak

Ketika takaran susu bayi yang dikonsumsi Si Kecil sesuai dengan kebutuhannya, mereka akan mendapatkan tidur lebih nyenyak, Moms.

Sebaliknya, bayi yang kekurangan nutrisi atau tidak mendapatkan asupan susu sesuai, akan cenderung gelisah dan mudah rewel.

4. Menyusu dengan Tenang dan Teratur

Tidak hanya mengganggu waktu tidur, bayi yang tidak cukup susu juga akan lebih gelisah, rewel, bahkan lesu saat menyusu.

Sementara itu, bayi yang mendapatkan cukup susu biasanya bisa menyusu dengan tenang dan teratur.

Baik itu menyusu langsung melalui payudara Moms atau pun minum susu formula dari botol.

5. Bayi Merasa Ceria dan Bahagia

Bayi yang cukup mendapatkan susu biasanya terlihat lebih ceria dan bahagia.

Dengan begitu, Si Kecil akan merespon setiap stimulasi dengan baik, mudah tertawa, dan senang bermain.

Sedangkan bayi yang kurang mendapatkan susu, akan lebih sering menangis dan sulit tenang.

Hal ini karena bayi merasa lapar dan tidak puas dengan takaran susu bayi yang diberikan.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Buku Merawat Bayi untuk Bantu Orang Tua Mendidik Si Kecil

Susu untuk Anak di Atas 1 Tahun

Anak Minum Susu

Foto: Anak Minum Susu (Orami Photo Stock)

Sejak usia 1 tahun, anak Moms akan mulai makan lebih banyak, makan lebih teratur dan mendapatkan sebagian besar nutrisinya dari makanan selain susu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memang merekomendasikan agar bayi terus disusui hingga 2 tahun dan seterusnya.

Namun, bayi Moms akan mulai membutuhkan lebih sedikit ASI karena mereka makan lebih banyak variasi makanan.

Setelah berusia 12 bulan, anak Moms tidak perlu lagi susu formula. Si Kecil sekarang dapat mulai minum susu pertumbuhan atau susu sapi dan alternatif lainnya.

Antara usia 1–3 tahun, dianjurkan agar Moms memberikan takaran susu sekitar 350–400 ml susu atau 3 porsi makanan olahan susu setiap hari.

Jika anak mengonsumsi banyak produk susu saat makan sepanjang hari, maka Moms mungkin perlu mengurangi susu.

Di bawah ini adalah jenis-jenis susu yang mungkin ditawarkan pada tahap ini.

1. Susu Sapi

Untuk anak di bawah 2 tahun, pilih susu sapi berlemak penuh.

Semi-skim tidak memiliki kandungan nutrisi yang sama dalam hal vitamin dan mineral dan juga memiliki lebih sedikit energi.

Untuk anak-anak yang sedang tumbuh, penting bagi mereka untuk mendapatkan energi yang cukup dari makanan yang ditawarkan, sehingga semi-skim dan skim bukanlah pilihan yang tepat.

2. Susu Kambing atau Domba

Mirip dengan susu sapi, ini tidak boleh digunakan sebagai minuman utama sampai anak menginjak usia 12 bulan.

Kandungan nutrisinya mirip dengan susu sapi jadi setelah 12 bulan, selama sudah dipasteurisasi, mereka baik-baik saja untuk dikonsumsi.

Meskipun beberapa orang mungkin memilih untuk memberikan susu kambing atau domba sebagai alternatif susu sapi karena alasan alergi, mereka umumnya dianggap setara dalam hal alergi dan keamanan.

Baca Juga: 8 Manfaat Pijat Bayi dan Cara Tepat Melakukannya di Rumah, Moms Perlu Tahu!

3. Susu Kedelai dan Alternatif Susu Lainnya

Sebagai bagian dari pola makan yang sehat dan seimbang, susu nabati termasuk susu kedelai, oat, almon, dan susu kacang lainnya dapat ditawarkan atau digunakan untuk memasak.

Namun, perlu dicatat bahwa nutrisi tersebut tidak sebanding dengan susu sapi dan tidak semua merek mengandung nutrisi yang sama.

Hal ini karena tidak boleh digunakan sebagai pengganti langsung susu sapi dalam makanan anak Moms.

Itu dia Moms takaran susu bayi yang benar untuk diberikan kepada Si Kecil. Semoga Moms bisa memahami dan mengikutinya ya.

Kesimpulan

Itulah informasi tentang Ini Takaran Susu Bayi yang Tepat Sesuai Berat Badan dan Usia yang bisa kami berikan, semoga bermanfaat.

Berita selengkapnya bisa anda akses melalui link berikut ini: Situs Lowongan Kerja Indonesia