TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menjelaskan Presiden Joko Widodo atau Jokowi bertolak ke Washington D.C, Amerika Serikat pukul 07.00 pagi ini melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dalam kunjungan itu, Jokowi dipastikan tidak menggunakan pesawat kepresidenan.

Heru menjelaskan ada tiga alasan Jokowi tidak menggunakan fasilitas negara tersebut untuk terbang ke negeri Paman Sam. 

“Pertama perjalan sangat jauh, jika pakai pesawat presiden bisa dua kali transit,” ujar Heru saat dihubungi, Selasa, 10 Mei 2022. 

Alasan kedua, Heru menyebut pesawat presiden hanya muat 48 orang. Sementara tim yang berangkat menuju Amerika Serikat ada 62 orang. Alasan ketiga, efisiensi tim advance dalam mengamankan lokasi tempat Jokowi mendarat. 

“Kalau transit dua kali (pakai pesawat presiden), berarti setiap tempat ada tim advance. Nah, ini hanya satu kali,” kata Heru. 

Dalam keberangkatan ini Jokowi dan tim bakal menyewa pesawat milik maskapai Garuda Indonesia. Seluruh tim, nantinya bakal pergi dan pulang dalam satu pesawat yang sama dengan Jokowi. 

Kunjungan Jokowi ke Washington D.C sebelumnya juga disampaikan Kementerian Luar Negeri melalui akun twitter resminya, @Kemlu_RI. Dalam pengumumannya, Jokowi Disebut akan hadir dalam ASEAN-US Special Summit di Washington D.C pada 12-13 Mei 2022. 

Pada tahun 2021, KTT AS-Asean diselenggarakan secara virtual karena kondisi pandemi Covid-19 yang masih melanda berbagai belahan dunia. Dikutip dari situs resmi Asean dan Kemlu, para pemimpin Asean serta Presiden AS Joe Biden akan bertemu untuk membahas cara dan sarana untuk mengintensifkan kerja sama di berbagai bidang.

Kerja sama yang dimaksudkan termasuk penanganan pandemi Covid-19, keamanan kesehatan global, perubahan iklim, pembangunan berkelanjutan, kerja sama maritim, pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, serta konektivitas dan keterlibatan ekonomi.

Tidak hanya itu, para pemimpin antarnegara tersebut juga akan saling bertukar pandangan tentang isu-isu regional dan internasional yang menjadi perhatian dan kepentingan bersama.

M JULNIS FIRMANSYAH 




Source link