TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi hari ini, 31 Maret 2022, bertemu Perdana Menteri Papua Nugini James Marape di Istana Bogor, Jawa Barat. Usai pertemuan bilateral, Jokowi menyampaikan sudah memberi penugasan ke Menteri BUMN, PUPR, ESDM dan Perdagangan, bersama dengan delegasi Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia.

“Untuk melakukan misi perdagangan dan investasi di PNG (Papua Nugini) dalam waktu dekat,” kata dia dalam konferensi pers bersama James, Kamis, 30 Maret 2022.

Penugasan ini diberikan Jokowi ke anak buahnya menyusul peluncuran studi kelayakan untuk pembentukan perjanjian perdagangan preferensial antara Indonesia dan Papua Nugini. “Saya menyambut baik peluncuran ini,” kata eks Wali Kota Solo ini.

Menurut Jokowi, pembentukan perjanjian investasi bilateral sangat penting untuk Indonesia maupun Papua Nugini. “Untuk memfasilitasi dan memberikan keamanan bagi investor kedua negara,” kata dia.

Di depan James, Jokowi juga menyatakan siap membuka kembali perbatasan Indonesia-Papua Nugini yang sempat ditutup akibat pandemi Covid-19. Tujuannya untuk memulihkan perdagangan lintas batas dan denyut ekonomi masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan.

Pembukaan perbatasan dilakukan di tengah aktivitas ekonomi kedua negara yang terus meningkat, bahkan selama pandemi. Indonesia, kata Jokowi, menyambut baik peningkatan perdagangan kedua negara di tahun 2021 yang naik sebesar 87 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka ini, kata Jokowi, juga lebih tinggi dari nilai perdagangan sebelum pandemi. “Hal ini memberkan harapan dan optimisme terhadap pemulihan ekonomi pasca pandemi dan saya percaya masih banyak peluang yang dapat ditingkatkan,” kata dia.

Baca: Duit Nasabah BNI Cabang Samarinda Rp 3,5 Miliar Diduga Raib, Begini Kronologinya

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.




Source link