Keputihan pada Ibu Hamil: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Ibu Hamil

Liputanpers.com – menyajikan informasi terbaru tentang Keputihan pada Ibu Hamil: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan.

Anda juga bisa mencari berita terkait dalam kategori Opini, yang selalu terupdate setiap hari.

Read More

Liputanpers merupakan portal berita yang berasal dari berbagai sumber media online maupun sumber informasi swadaya masyarakat.

Setiap informasi yang di publikasikan pada situs kami cantumkan sumber serta link dari situs terpercaya dan anda bisa mengunjungi situsnya yang pada akhir artikel ini.

Simak artikel menarik lainnya tentang 5 Cara Investasi Paling Efektif, Berikut ini berita selengkapnya yang kami rangkum di bawah ini:

Keputihan pada Ibu Hamil: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Keputihan pada ibu hamil mungkin membuat Moms khawatir. Lantas, apakah kondisi ini berbahaya?

Semua wanita, terlepas sedang menjalani masa kehamilan atau tidak, pernah mengalami keputihan.

Kondisi dimulai di masa pubertas dan berakhir ketika menopause.

Bagi Moms yang sedang hamil, mungkin saat ini juga sedang mengalami keputihan pada ibu hamil.

Namun, jangan khawatir, karena kondisi ini sebenarnya normal terjadi. Sekitar 25–40% wanita akan mengalami keputihan pada ibu hamil sejak pembuahan hingga persalinan.

Ini tidak selalu berarti ada masalah, tapi bisa jadi itu pertanda keguguran atau komplikasi lainnya.

Menurut National Health Service, keputihan pada ibu hamil yang sehat biasanya tipis, jernih atau berwarna putih susu, dan seharusnya tidak memiliki bau aneh.

Ketahui lebih lanjut dan rinci tentang keputihan pada ibu hamil berikut ini.

Baca Juga: Tanya Jawab Dokter tentang Perbedaan BBLR dan Prematur

Ciri dan Gejala Keputihan pada Ibu Hamil

Foto: Ibu Hamil (Freepik.com/onlyyouqj)

“Meskipun normal terjadi, tetapi keputihan pada ibu hamil juga bisa menandakan kondisi kesehatan tertentu,” ujar dr. Bramundito, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, RS Pondok Indah – Pondok Indah.

Caranya dengan melihat warna dan ciri-ciri keputihan yang tidak normal

Menurut National Health Service, periksa jika keputihan yang dialami adalah normal.

Keputihan saat hamil biasanya tidak perlu dikhawatirkan jika memiliki ciri-ciri normal seperti berikut:

  • Tidak memiliki bau yang kuat atau tidak menyenangkan
  • Warna jernih atau putih
  • Tebal dan lengket
  • Licin dan basah

Baca Juga: Program Hamil Kembar, Mulai dari Cara Alami Hingga Medis

Banyaknya jumlah keputihan saat hamil juga bervariasi.

Biasanya, keputihan akan lebih banyak selama kehamilan, jika aktif secara seksual, atau bila menggunakan alat kontrasepsi.

Jika cairannya berubah dari segi aroma, warna atau tekstur, bisa jadi merupakan tanda dari infeksi pada vagina.

Seperti ciri-ciri keputihan tidak normal berikut ini:

  • Bau amis, menandakan vaginosis bakteri
  • Tekstur yang tebal dan putih seperti keju cottage menandakan thrush
  • Warna hijau, kuning atau berbusa, menandakan trikomoniasis
  • Bila keputihan dibarengi dengan nyeri atau pendarahan panggul, menandakan klamidia atau gonore
  • Bila terjadi lepuh atau luka, menandakan herpes genital

Bedakan antara keputihan yang normal dan yang tidak normal agar Moms dapat segera melakukan tindakan.

Penyebab Keputihan pada Ibu Hamil

Penyebab Keputihan saat HamilFoto: Penyebab Keputihan saat Hamil (Medicalnewstoday.com)

Ada beberapa faktor penyebab ibu hamil bisa mengalami keputihan saat trimester awal sampai akhir.

Berikut beberapa pemicu keputihan pada ibu hamil yang umum terjadi:

1. Infeksi Vagina

Mengutip American Pregnancy Association, disebutkan bahwa keputihan pada ibu hamil adalah normal terjadi.

Keputihan pada ibu hamil umumnya kuantitasnya tidak banyak, keputihannya tidak gatal, tidak bau, dan tidak berwarna.

Jika keputihan berwarna hijau atau kekuningan, berbau kuat, atau disertai kemerahan atau gatal, ini mungkin merupakan infeksi vagina.

Salah satu infeksi vagina paling umum saat kehamilan adalah kandidiasis, dikenal sebagai infeksi jamur.

Dalam jurnal Obstetrics and Gynecology International, disebutkan keputihan pada ibu hamil adalah hal yang normal terjadi pada wanita di usia subur.

Keputihan pada ibu hamil yang abnormal serta memiliki bau tidak menyenangkan.

Kondisi ini biasanya disertai rasa gatal vulva atau vagina, ketidaknyamanan, atau rasa sakit pada vagina ketika berhubungan seksual.

Baca Juga: 20+ Cara Mengatasi Vagina Gatal Akibat Infeksi Bakteri

2. Perubahan Hormon

Pada trimester pertama atau hamil muda, biasanya terjadi keputihan karena adanya peningkatan kadar hormon estrogen dan peningkatan aliran darah ke vagina.

Tampilannya biasanya seperti cairan putih telur, Moms.

Menurut Sanford Health, pada hamil tua atau trimester ketiga lendir putih bening yang lebih banyak.

Kondisi ini biasanya karena mulut rahim sudah mulai menipis dan dinding vagina semakin lunak dan melebar.

Keputihan di bulan 7-9 ini wajar dan ibu hamil bisa menyiasatinya dengan menggunakan panty liner.

3. Infeksi Jamur

Sedangkan, keputihan yang tidak normal adalah apabila warnanya berubah, berbau, dan terasa gatal.

Kondisi ini biasanya banyak disebabkan oleh jamur candida, bacterial vaginosis, dan parasit trikomoniasis.

Ibu hamil perlu berhati-hati apabila keputihan disebabkan oleh penyakit kelamin seperti klamidia dan gonore.

Apabila hal itu terjadi, ibu hamil harus berobat ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Infeksi jamur yang terjadi pada ibu hamil harus segera ditangani dengan tepat.

Baca Juga: Tanya Jawab Dokter tentang Anak 1 Tahun Susah Makan, Simak!

4. Pembersihan Alami Reproduksi Wanita

Tinggi risikonya keputihan pada ibu hamil terjadi ketika usia ibu lebih muda, memiliki riwayat aborsi di masa lalu, serta mengalami keputihan di kehamilan sebelumnya.

Kondisi ini juga terjadi pada Moms yang pernah mengalami depresi, anemia, dan infeksi saluran kemih selama kehamilan.

Selain itu, peningkatan kadar estrogen tubuh selama kehamilan juga meningkatkan aliran darah ke daerah panggul dan merangsang selaput lendir, membentuk keputihan saat hamil.

Keputihan pada ibu hamil merupakan sistem pembersihan diri pada vagina.

“Ini membantu mencegah infeksi dengan membuang bakteri, menjaga vagina pada tingkat pH normal dan menyingkirkan sel-sel mati,” jelas Kerry Harris, seorang bidan di Vancouver.

5. Depresi atau Stres

Dalam studi pada jurnal Obstetrics and Gynecology International, ditemukan bahwa keputihan berhubungan dengan depresi.

Hasil ini diketahui sebanyak 55% dari 2.395 wanita yang dikaji melaporkan mengalami depresi selama kehamilan.

Tingkat depresi lebih tinggi pada wanita yang menghadiri klinik ginekologi.

“Ditemukan, studi kualitatif telah menunjukkan hubungan yang kuat antara keputihan, gejala psikosomatik, dan stres,” tulis studi tersebut.

Jadi, semakin tinggi Moms mengalami stres, maka peluang mengalami keputihan pun akan lebih tinggi.

Untuk lebih jelasnya, Moms bisa mengamati ciri-ciri keputihan yang dimiliki ketika hamil.

Kesimpulan

Itulah informasi tentang Keputihan pada Ibu Hamil: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan yang bisa kami berikan, semoga bermanfaat.

Berita selengkapnya bisa anda akses melalui link berikut ini: Situs Lowongan Kerja Indonesia