KKP Apresiasi Upaya Konservasi Penyu oleh Perguruan Tinggi dan Penggiat

KKP Apresiasi Upaya Konservasi Penyu oleh Perguruan Tinggi dan Penggiat
Promo Hosting Murah


INFO NASIONAL– Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Wilayah Kerja (Wilker) Banyuwangi, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) turut serta dalam pelepasliaran tukik hasil penetasan menggunakan alat intan box sebagai salah satu upaya konservasi.

Read More

Kepala BPSPL Denpasar Permana Yudiarso mengatakan pelepasliaran tukik dilakukan di Pulau Santen, Desa Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur awal Maret lalu. Pihak yang terlibat yakni Tim Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF), Universitas Airlangga (Unair), Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Wilayah V Banyuwangi dan Radar Jawa Pos Banyuwangi.

“Empat ekor tukik yang dilepasliarkan adalah hasil penetasan menggunakan intan box oleh Tim Kedokteran Hewan Unair dan BSTF. Intan box merupakan inkubator buatan yang khusus diciptakan sebagai solusi atas permasalahan gagal menetas akibat predator, iklim hingga bakteri. Alat tetas penyu yang digagas oleh Wiyanto Haditanojo dari BSTF ini juga memiliki pengaturan suhu inkubasi yang dapat menentukan jenis kelamin penyu sehingga keseimbangan populasinya di alam dapat terjaga,” ujari Yudiarso alias Yudi.

Yudi menambahkan, tukik-tukik tersebut merupakan sisa tukik yang telah dilepasliarkan pada 5 Desember 2021 silam. Sebelumnya, Tim BSTF bersama Unair meletakkan 51 butir telur penyu ke dalam intan box. Setelah inkubasi, sebanyak 39 telur berhasil ditetaskan dan sisanya mengalami kegagalan. Yudi juga berharap, kegiatan pelepasliaran tukik penyu dapat menjadi sarana edukasi kepada masyarakat umum mengenai pentingnya melestarikan penyu.

Penyu merupakan salah satu biota laut yang rentan akan kepunahan dan masuk dalam Apendiks  I CITES. Ini berarti perdagangan internasional penyu untuk tujuan komersil dilarang. Pelepasliaran tukik penyu selain sebagai upaya pelestarian menjadi media pembelajaran secara langsung untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Selain masuk dalam Apendiks I CITES, untuk memperkuat perlindungannya KKP juga telah menerbitkan Surat Edaran Nomor SE 526 Tahun 2015 tentang Pelaksanaan Perlindungan Penyu, Telur, Bagian Tubuh, dan/atau Produk Turunannya.

Sementara itu drh. Adit dari Unairl menyampaikan persentase keberhasilan penggunaan alat tetas intan box kali ini sebesar 76,4 persen. Sebelum dilepasliarkan, tukik telah diobservasi selama tiga bulan hingga tukik dalam kondisi sehat dan lincah sehingga dapat dilepaskan ke alam.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan penyusudah terancam punah sehingga tugas dan kewajiban pemerintah, pemerintah daerah, organisasi masyarakat dan masyarakat lainnya melaksanakan konservasi penyu melalui sinergi pengelolaan ekosistem pesisir dan laut, menciptakan laut yang sehat dan bersih.(*)





Source link

Leave a Reply