TEMPO.CO, Jakarta – Pemerintah membeberkan alasan tetap memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali meskipun kasus Covid-19 mulai membaik. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi dan Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan,

Ia menyatakan tingkat rawat inap di Rumah Sakit (RS) akibat Covid-19 terus menurun. Bahkan, jumlah pasien rawat inap turun hingga 97 persen.

Sementara tingkat hunian sangat rendah hanya 2 persen dari tempat tidur yang tersedia. Kasus kematian pun anjlok hingga 98 persen, kasus Omicron di bawah 0,7 persen.

“Pandemi Covid-19 saat ini dalam kondisi yang begitu baik dilihat secara nasional sudah 25 hari berturut-turut kasus kita di bawah 1.000 kasus,” kata Luhut dalam konferensi pers yang disiarkan via YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 9 Mei 2022.

Namun begitu, Luhut menyatakan PPKM di Jawa- Bali akan terus diterapkan untuk mengurangi penyebaran Virus Corona atau Covid-19. “Pemerintah menegaskan sampai hari ini akan terus melakukan PPKM Jawa- Bali hingga waktu yang belum ditentukan,” tuturnya.

Perpanjangan kebijakan PPKM ini, kata Luhut, dilakukan pemerintah untuk memantau pergerakan kasus dalam 1 hingga 2 minggu setelah libur Lebaran selesai. “Kami juga mengimbau untuk mengoptimalkan WFH selama beberapa waktu ke depan, untuk mengurangi risiko penyebaran virus,” jelas Luhut. 

Sementara itu, pemerintah juga menyoroti tingkat vaksinasi di wilayah Jawa – Bali yang dinilai masih rendah jika dibanding dengan wilayah lain. Ia juga mewanti-wanti agar masyarakat tak terbuai dan mengabaikan program vaksinasi di tengah kondisi pandemi yang kian membaik. 

“Membaiknya kondisi pandemi, tidak mematahkan semangat pemerintah untuk terus melakukan akselerasi vaksinasi dosis kedua dan juga booster untuk seluruh wilayah Jawa Bali yang masih tertinggal baik dosis vaksin kedua maupun booster-nya,” ucap Luhut.

Adapun detail PPKM di Jawa-Bali, kata Luhut, akan dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri). Dia menambahkan tidak ada kabupaten/kota yang berada di Level 4 berdasarkan level asesmen PPKM yang dilakukan oleh Pemerintah hingga 7 Mei 2022.

BISNIS

Baca: Petani Bingung Soal Solusi Harga Sawit Jatuh: Bagaimana Hadapi Krisis?

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.




Source link