Masturbasi Apakah Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya!

Masturbasi Apakah Membatalkan Puasa (Orami Photo Stock)

Liputanpers.com – menyajikan informasi terbaru tentang Masturbasi Apakah Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya!.

Anda juga bisa mencari berita terkait dalam kategori Opini, yang selalu terupdate setiap hari.

Read More

Liputanpers merupakan portal berita yang berasal dari berbagai sumber media online maupun sumber informasi swadaya masyarakat.

Setiap informasi yang di publikasikan pada situs kami cantumkan sumber serta link dari situs terpercaya dan anda bisa mengunjungi situsnya yang pada akhir artikel ini.

Simak artikel menarik lainnya tentang 5 Cara Investasi Paling Efektif, Berikut ini berita selengkapnya yang kami rangkum di bawah ini:

Masturbasi Apakah Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya!

Ada beberapa hal yang dapat membatalkan ibadah puasa. Misalnya melakukan hubungan seksual di siang hari. Nah, masturbasi apakah membatalkan puasa?

Menurut Jama Pediatrics, masturbasi adalah saat seseorang merangsang alat kelaminnya untuk kesenangan seksual, yang bisa menyebabkan orgasme atau tidak.

Melihat hal tersebut, perlu adanya pendapat menurut pandangan Islam untuk menentukan masturbasi apakah membatalkan puasa atau tidak.

Sebab, hal tersebut berkaitan dengan kondisi puasa bagi seseorang serta status puasanya.

Untuk itu, yuk cari tahu apakah masturbasi membatalkan puasa?

Baca Juga: Hati-Hati, Ini 4 Pengaruh Buruk Akibat Terlalu Sering Masturbasi

Masturbasi Apakah Membatalkan Puasa?

Foto: Masturbasi Apakah Membatalkan Puasa (Orami Photo Stock)

Pada dasarnya, puasa merupakan media untuk menjaga diri dari hawa nafsu.

Beberapa hal yang disebutkan sebagai hal-hal yang membatalkan puasa sebenarnya berpusat pada pengontrolan hawa nafsu.

“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.

Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS Al-Muminun 5-7).

Salah satu sifat orang beriman adalah mampu menjaga kemaluan. Mereka tidak menyalurkan syahwatnya kecuali kepada istrinya.

Allah SWT juga menegaskan bahwa orang yang menyalurkan syahwatnya selain kepada istri, maka dia melampaui batas, dilansir Islampos.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman:

“Puasa itu milik-Ku, Aku sendiri yang akan membalasnya. Orang yang puasa meninggalkan syahwatnya, makan-minumnya karena-Ku.” (HR Bukhari dan Muslim 1151).

Allah SWT menyebutkan bahwa sifat orang yang sedang berpuasa adalah meninggalkan makan, minum, dan syahwat biologis.

Sehingga, siapa saja yang melakukan salah satunya, tidak lagi disebut sedang berpuasa atau status puasanya batal.

Oleh karena itu mengenai masturbasi apakah membatalkan puasa atau tidak, jawabannya adalah puasa orang tersebut batal.

Sehingga, orang tersebut tidak bisa lagi melanjutkan puasanya, bahkan berdosa hingga harus mengganti puasanya di lain hari.

Baca Juga: Apakah Mengupil Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya

Pandangan Ulama Mengenai Masturbasi Saat Puasa

Masturbasi Apakah Membatalkan Puasa (Orami Photo Stock)Foto: Masturbasi Apakah Membatalkan Puasa (Orami Photo Stock)

Ada beberapa pandangan para ahli dan ulama mengenai jawaban dari pertanyaan tentang masturbasi apakah membatalkan puasa atau tidak. Di antaranya:

  • Dr. Khalid Al-Muslih mengatakan: “Orang yang sengaja mengeluarkan mani dengan onani atau bercumbu, berarti tidak meninggalkan syahwatnya. Pendapat sebagian ulama bahwa hadis ini hanya berlaku untuk jimak adalah pendapat yang jelas tidak kuat, bagi orang yang merenungkannya.”
  • Imam Ar-Rafii, salah satu ulama besar syafiiyah mengatakan: “Mani yang dikeluarkan dengan onani, membatalkan puasa. Karena jika hubungan intim tanpa terjadi keluar mani statusnya membatalkan puasa, maka onani dengan mencapai syahwat puncak lebih layak untuk membatalkan puasa.” (Syarh Al-Wajiz Ar-Rafii, 6/396),
  • Imam Ibnu Baz mengatakan pendapat yang sama. “Orang yang melakukan onani ketika Ramadan, dia wajib mengqadha puasanya. Dia harus bertaubat kepada Allah dan mengqadha puasanya. Karena pada hari itu dia membatalkan puasa dengan melakukan onani. Artinya, status dia sama dengan orang yang tidak puasa, meskipun dia tidak makan, tidak minum. Namun statusnya sama dengan orang yang tidak puasa, dan dia wajib qadha.”
  • Musthofa Khan dan Musthafa al-Bugha menyebutkan: “Istimna’ (onani) adalah berusaha mengeluarkan mani secara langsung atau dengan tangan. Jika dilakukan secara sengaja oleh orang yang berpuasa, maka membatalkan puasa. Adapun jika tidak disengaja, maka tidak membatalkan puasa.” (kitab al-Fiqh al-Manhaji).
  • Syekh Abu Bakar Syatha menjelaskan: “Puasa itu batal sebab melakukan onani, yaitu berusaha mengeluarkan mani tanpa melalui jimak atau hubungan intim, baik onani yang haram, seperti mengeluarkan mani dengan cara menggerakkan kemaluan dengan tangannya sendiri, atau onani yang mubah, seperti meminta tolong istri melakukan onani dengan tangannya, atau menyentuh kulit seseorang yang membatalkan wudu bila persentuhannya tanpa penghalang.” (I’anatut Thalibin),
  • Zain bin Ibrahim bin Smith mengatakan: “Bahkan tidak hanya dengan tangan istri, jika kita sengaja membayangkan, berhayal atau menonton sesuatu (video porno misalnya) dengan tujuan agar keluar mani, maka juga membatalkan puasa.” (al-Taqirat al-Sadidah).

Baca Juga: Amankah Masturbasi saat Hamil? Simak Penjelasannya!

Hukum Masturbasi saat Puasa

Hukum Masturbasi (Orami Photo Stock)Foto: Hukum Masturbasi (Orami Photo Stock)

Melihat dari keterangan para ulama di atas juga menyiratkan beberapa hukum terkait hukum masturbasi terutama yang berkaitan dengan status puasa seseorang.

Sebab, sudah selayaknya bulan Ramadan diisi dengan kegiatan yang positif dan mendatangkan pahala.

Selain itu, bukan hanya hanya menjauhi makan dan minum saja, tapi juga menjauhi bahaya nafsu yang bisa berujung menghasilkan dosa bagi diri sendiri.

Jika berpuasa namun tetap perbuatan yang masuk dalam kategori maksiat seperti masturbasi, maka puasanya tidak sempurna karena tidak menjaga hawa nafsu.

Orang tersebut hanya akan mendapatkan lapar dan dahaga, dan tidak mendapatkan pahala serta amal yang dilakukan akan sia-sia.

Mengenai masturbasi dan apa pengaruhnya terhadap puasa, terdapat berbagai pendapat yakni:

1. Puasa Batal Dalam Kondisi Tertentu

Imam Nawawi dalam Al Majmu’ (6: 322) berkata:

“Jika seseorang mencium atau melakukan penetrasi selain pada kemaluan istri dengan kemaluannya atau menyentuh istrinya dengan tangannya atau dengan cara semisal itu lalu keluar mani, maka batallah puasanya. Jika tidak, maka tidak batal.”

Selain itu, menurut Syaikh Sayyid Sabiq:

“Masturbasi (mengeluarkan mani) sama saja baik sebabnya dikarenakan seorang lelaki mencium istrinya atau memeluknya ataupun dengan tangan, maka ini membatalkan puasa dan wajib baginya untuk mengqadha puasa.”

2. Membatalkan Puasa dalam Semua Keadaan

Ejakulasi saat orgasme (puncak kenikmatan syahwat) adalah syahwat yang terlarang saat berpuasa dan membatalkan puasa, dengan cara apapun seseorang mencapainya.

Meskipun memang benar bahwa jima’ (bersetubuh) itu sendiri membatalkan puasa, walaupun tanpa ejakulasi. (Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Al-Fatawa (25/224).

Masturbasi akan membatalkan puasa, baik keluar cairan atau tidak karena termasuk hawa nafsu yang memuncak sebagaimana ketika berhubungan intim.

Dan perbuatan tersebut membuat amalan puasa hilang, sehingga orang yang melakukannya wajib mengganti puasanya di hari lain.

Kesimpulan

Itulah informasi tentang Masturbasi Apakah Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya! yang bisa kami berikan, semoga bermanfaat.

Berita selengkapnya bisa anda akses melalui link berikut ini: Situs Lowongan Kerja Indonesia