Memahami Proses Terjadinya Petir, Yuk Jelaskan pada Anak!

Kilat

Liputanpers.com – menyajikan informasi terbaru tentang Memahami Proses Terjadinya Petir, Yuk Jelaskan pada Anak!.

Anda juga bisa mencari berita terkait dalam kategori Opini, yang selalu terupdate setiap hari.

Read More

Liputanpers merupakan portal berita yang berasal dari berbagai sumber media online maupun sumber informasi swadaya masyarakat.

Setiap informasi yang di publikasikan pada situs kami cantumkan sumber serta link dari situs terpercaya dan anda bisa mengunjungi situsnya yang pada akhir artikel ini.

Simak artikel menarik lainnya tentang 5 Cara Investasi Paling Efektif, Berikut ini berita selengkapnya yang kami rangkum di bawah ini:

Memahami Proses Terjadinya Petir, Yuk Jelaskan pada Anak!

Dalam memahami fenomena alam, Si Kecil mungkin perlu juga diajarkan tentang proses terjadinya petir.

Petir adalah salah satu fenomena alam yang unik namun berbahaya bagi manusia.

Proses terjadinya petir ini melibatkan arus listrik yang ada di udara dan di awan.

Namun secara umum, petir atau kilat adalah kilatan cahaya yang menyambar.

Lalu, biasanya ia akan diikuti dengan suara gemuruh yang keras.

Petir merupakan fenomena alam yang cukup umum terjadi saat memasuki musim hujan.

Baca Juga: Mengenal Proses Terjadinya Gunung Meletus, Moms Wajib Tahu!

Mengapa Badai Petir Bisa Terjadi?

Foto: Kilat (Unsplash.com/Ben Owen)

Faktanya, badai petir diciptakan oleh pemanasan yang intens di permukaan bumi.

Kondisi ini paling sering terjadi di daerah-daerah di dunia di mana cuacanya panas dan lembap.

Mengutip National Meteorological Library & Archive, area daratan lebih sering mengalami badai petir daripada area lautan.

Selain itu, badai petir juga lebih sering terjadi di daerah tropis daripada wilayah di garis lintang yang lebih tinggi.

Petir dan suara gemuruh biasanya datang beriringan.

Namun petir dan gemuruh ini bisa datang bersamaan bisa datang dalam waktu yang berbeda.

Pasalnya, terdapat perbedaan kecepatan cahaya dan kecepatan suara dari keduanya.

Kecepatan cahaya ini nyatanya jauh lebih cepat dibandingkan kecepatan suara.

Oleh karena itu, Moms akan melihat petir akan menyambar lebih dahulu baru setelahnya akan terdengar suara guntur.

Lantas, bagaimana sih proses terjadinya petir? Berikut ulasannya!

Baca Juga: 7+ Arti Mimpi Kiamat, Tak Sekadar Bunga Tidur

Proses Terjadinya Petir

Proses Terjadinya Petir (Orami Photo Stock)Foto: Proses Terjadinya Petir (Orami Photo Stock)

Petir adalah salah satu fenomena fisika yang terjadi di alam.

Ini adalah proses pelepasan listrik dan tidak hanya terjadi dari awan ke bumi, tapi juga bisa terjadi dari awan ke awan lainnya.

Sebuah kilatan petir bisa memiliki suhu mencapai 30.000 derajat Celcius.

Karena pemanasan udara yang luar biasa ini kemudian membuat udara ikut bergerak dan seolah meledak.

Hasilnya, Moms akan mendengar suara menggelegar yang disebut sebagai guruh.

Proses terjadinya petir ini penting untuk diketahui sebagai edukasi anak.

Pada saat muatan listrik berkumpul di dalam awan dan posisi awan semakin tinggi, maka muatan awan akan terlibat dalam turbulensi udara.

Oleh karena itu, ini menyebabkan muatan listrik awan bergerak secara cepat.

Akibat pergerakan ini, maka muatan positif dan muatan negatif kemudian akan memisahkan diri.

Bagian atas awan akan mengumpulkan muatan positif, sementara muatan negatif akan terkumpul di bagian bawah awan.

Muatan negatif pada bagian bawah awan ini pun memiliki kecenderungan untuk berikatan dengan muatan positif yang ada di bumi.

Jika muatan negatif pada dasar awan sudah cukup besar, maka aliran muatan negatif dari awan akan menuju ke bumi.

Baca Juga: Mengenal Penyebab Gempa Bumi di Indonesia, Waspada Moms!

Hal yang Terjadi saat Petir Menyambar

GuruhFoto: Guruh (Unsplash.com/Michael D)

Saat petir menyambar, maka akan terjadi pertukaran muatan negatif dari awan dengan muatan positif dari bumi.

Saat pertemuan muatan negatif dan muatan positif inilah akhirnya Moms bisa melihat pertir dan suara guruh.

Pembuangan muatan negatif ini memiliki tujuan, yakni mencapai keseimbangan muatan di dalam awan.

Air yang ada di udara juga akan menurunkan daya isolasi udara.

Sehingga, pada musim hujan arus listrik akan lebih mudah mengalir dan menyebabkan lebih banyak petir terjadi.

Selain itu, jika akumulasi muatan listrik yang saling tarik menarik antara awan dan bumi sudah cukup besar, maka daya hantar listriknya untuk melalui udara akan semakin besar.

Di momen ini, muatan negatif dari awan akan langsung menyambar titik tertinggi dari bumi.

Ini karena titik tertinggi di bumi ini yang mengandung muatan positif yang paling dekat dan besar.

Melihat kilatan cahaya di langit saat suasana mendung memang mengesankan.

Kesimpulan

Itulah informasi tentang Memahami Proses Terjadinya Petir, Yuk Jelaskan pada Anak! yang bisa kami berikan, semoga bermanfaat.

Berita selengkapnya bisa anda akses melalui link berikut ini: Situs Lowongan Kerja Indonesia