Mengenal 7 Satelit Jupiter, Belajar Bersama Si Kecil, Yuk!

Satelit Jupiter

Liputanpers.com – menyajikan informasi terbaru tentang Mengenal 7 Satelit Jupiter, Belajar Bersama Si Kecil, Yuk!.

Anda juga bisa mencari berita terkait dalam kategori Opini, yang selalu terupdate setiap hari.

Read More

Liputanpers merupakan portal berita yang berasal dari berbagai sumber media online maupun sumber informasi swadaya masyarakat.

Setiap informasi yang di publikasikan pada situs kami cantumkan sumber serta link dari situs terpercaya dan anda bisa mengunjungi situsnya yang pada akhir artikel ini.

Simak artikel menarik lainnya tentang 5 Cara Investasi Paling Efektif, Berikut ini berita selengkapnya yang kami rangkum di bawah ini:

Mengenal 7 Satelit Jupiter, Belajar Bersama Si Kecil, Yuk!

Jupiter merupakan planet yang memiliki satelit alami dengan orbit cukup stabil dan terbanyak di tata surya. Saat ini, sudah ada 79 satelit Jupiter yang sudah ditemukan.

Secara ilmiah, terdapat empat satelit Jupiter utama yang menarik perhatian banyak peneliti, yaitu satelit Galilea.

Satelit ini, pertama kali diamati oleh Galileo Galiei pada 1610.

Di tahun yang sama, Simon Marius juga menemukan satelit yang sama.

Hanya saja, saat itu Simon tidak mempublikasikannya, sehingga banyak orang menganggap Galileo adalah penemunya.

Baca Juga: Apakah Bulan Memiliki Cahaya Sendiri? Ini Jawabannya!

Satelit Jupiter

Foto: Satelit Jupiter (NASA)

Saat itu, Galileo dan Simon menemukan empat satelit Jupiter, yaitu Io, Europa, Ganymede dan Callisto.

Keempat satelit ini memiliki ukuran yang berbeda-beda, Moms. Berikut penjelasannya.

1. Io

Io merupakan satelit terdalam di antara empat satelit Galileo yang mengelilingi planet Jupiter.

Satelit Jupiter ini memiliki diameter sekitar 3.642 kilometer dan menjadi satelit terbesar keempat di tata surya.

Secara geologis, Io merupakan objek dengan aktivitas vulkanik paling aktif di tata surya karena memiliki 400 gunung api aktif.

Hal ini disebabkan oleh pemanasan pasang surut dari friksi yang dihasilkan di dalam Io ketika mengalami penarikan oleh Jupiter dan satelit lainnya.

Beberapa gunung berapi menghasilkan sulfur dan sulfur dioksida yang dapat mencapai ketinggian 500 km di atas permukaan.

Di permukaan, Io juga terdapat 100 gunung yang terangkat akibat kompresi di dasar kerak silikat Io.

Tidak seperti satelit lain di tata surya yang umumnya terbuat dari es air, Io terdiri dari batu silikat yang mengelilingi inti besi cair atau besi sulfida.

Sebagian besar permukaan Io merupakan dataran luas yang dilapisi oleh sulfur dan sulfur dioksida beku. Hal ini membuat Io terlihat berwarna ketika diamati dari jauh, Moms.

Selain itu, Io juga memiliki gunung terbesar di tata surya, yaitu Gunung Olympus.

Gunung tersebut memiliki tinggi melebihi gunung Everest yang merupakan puncak tertinggi di bumi.

Baca Juga: 9 Gunung di Jawa Tengah, Ada Gunung Slamet dan Gunung Merapi

2. Europa

Penemuan satelit ini sempat menjadi perdebatan antara Galileo dan Simon Marius.

Pasalnya, Galileo menyebut telah menemukan satelit ini pada 1610, sedangkan Simon mengaku sudah menemukan satu tahun sebelumnya.

Europa diambil dari nama seorang wanita bangsawan yang kemudian dinikai oleh Dewa Zeus hingga akhirnya menjadi ratu dari Kreta.

Berbeda dengan Io, satelit Europa terdiri dari es yang menutupi lautan air di bawahnya.

Mengutip website resmi Nasa, Europa memiliki dua klai lebih banyak air dibandingkan bumi.

Karena banyaknya sumber air, banyak peneliti yang mencari tahu apakah tempat ini layak dihuni oleh manusia atau tidak.

Di antara keempat satelit Jupiter reguler, Europa merupaoakan yang paling terkecil, Moms.

Baca Juga: 13 Ciri-Ciri Planet Mars, Planet yang Dekat dengan Bumi

3. Ganymede

Ganymede merupakan satelit terbesar dan menempati urutan ketujuh di tata surya.

Satelit Jupiter ini, merupakan satelit ketiga yang ditemukan oleh Galileo.

Menurut para peneliti, ukuran satelit ini lebih besar dari planet Merkurius. Satelit ini sebagian besar terdiri dari batu silikat dan es air.

Ganimede merupakan benda langit yang berdiferensiasi sepenuhnya dengan inti yang cair dan kaya akan besi.

Adanya kandungan inti besi cair ini, membuat Ganymede menjadi satu-satunya satelit yang memiliki magnetosfer.

Magnetosfer yang kecil itu terkubur oleh medan magnet Jupiter yang jauh lebih besar dan terhubung dengannya lewat garis medan terbuka.

Sementara itu, nama Ganymede diambil dari nama pembawa cangkir dewi-dewi Yunani dan kesayangan Zeus.

Nama tersebut diusulkan oleh Simon Marius.

Baca Juga: Mengenal Mitos Seputar Mandi Gerhana untuk Ibu Hamil

4. Kalisto

Kalisto adalah satelit planet Jupiter yang ditemukan pada tahun 1610 oleh Galileo Galilei.

Dalam Tata Surya, kalisto merupakan satelit terbesar ketiga di Tata Surya dan terbesar kedua di Jupiter setelah Ganimede.

Diameter satelit ini berukuran dua kali lipat dari planet Merkurius, tetapi massanya hanya sekitar sepertiganya.

Berdasarkan jarak, ia adalah satelit Galileo keempat dari Jupiter dengan jari-jari orbit sekitar 1.880.000 km.

Rotasi Kalisto terkunci pasang surut terhadap Jupiter, sehingga belahan yang sama selalu menghadap ke arah Jupiter dan Jupiter tampak diam di langit Kalisto.

Kalisto tidak terlalu terpengaruh oleh magnetosfer Jupiter dibanding satelit Galileo lainnya karena orbitnya yang jauh

Satelit ini terdiri dari batu dan es dengan rata-rata massa jenis sekitar 1,83 g/cm3.

Senyawa di permukaan yang dideteksi dengan spektroskopi meliputi es air, karbon dioksida, silikat, dan senyawa organik.

Selain reguler, Jupiter juga memiliki satelit ireguler yang dikenal dengan nama Themisto.

Kesimpulan

Itulah informasi tentang Mengenal 7 Satelit Jupiter, Belajar Bersama Si Kecil, Yuk! yang bisa kami berikan, semoga bermanfaat.

Berita selengkapnya bisa anda akses melalui link berikut ini: Situs Lowongan Kerja Indonesia