Pahami Rukun Puasa Ramadan agar Ibadah Diterima Allah SWT

Wanita Berdoa

Liputanpers.com – menyajikan informasi terbaru tentang Pahami Rukun Puasa Ramadan agar Ibadah Diterima Allah SWT.

Anda juga bisa mencari berita terkait dalam kategori Opini, yang selalu terupdate setiap hari.

Read More

Liputanpers merupakan portal berita yang berasal dari berbagai sumber media online maupun sumber informasi swadaya masyarakat.

Setiap informasi yang di publikasikan pada situs kami cantumkan sumber serta link dari situs terpercaya dan anda bisa mengunjungi situsnya yang pada akhir artikel ini.

Simak artikel menarik lainnya tentang 5 Cara Investasi Paling Efektif, Berikut ini berita selengkapnya yang kami rangkum di bawah ini:

Pahami Rukun Puasa Ramadan agar Ibadah Diterima Allah SWT

Rukun puasa Ramadan perlu diketahui terutama bagi yang menjalankan ibadah puasa di bulan suci.

Kewajiban puasa ada pada firman Allah SWT dalam Alquran, yakni:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS Al-Baqarah: 183).

Bukan hanya berpahala, puasa juga baik untuk kesehatan.

Manfaat puasa salah satunya saat berpantang dari semua atau makanan dan minuman tertentu akan menurunkan asupan kalori secara keseluruhan, yang dapat menyebabkan peningkatan penurunan berat badan seiring waktu.

American Journal of Clinical Nutrition menemukan, puasa dapat meningkatkan metabolisme dengan meningkatkan kadar neurotransmitter norepinefrin, yang dapat meningkatkan penurunan berat badan.

Sebelum memasuki bulan Ramadan, yuk simak rukun-rukun puasa Ramadan di bawah ini agar ibadah puasa Moms diterima oleh Allah SWT.

Baca Juga: Bagaimana Hukum Menangis Saat Puasa Ramadan? Simak Moms!

Pengertian Syarat dan Rukun Puasa Ramadan

Foto: Wanita Berdoa (Freepik.com/odua)

Harus ada syarat dan rukun puasa Ramadan yang dipenuhi agar puasa di bulan suci masuk dalam kategori sah.

Menurut para ulama ushul fikih, syarat adalah sesuatu yang jika ia tidak ada maka suatu amalan dianggap tidak ada.

Namun dengan adanya dia, belum tentu suatu amalan dianggap ada, dan ia terletak di luar amalan.

Maksudnya, jika suatu amalan baik berupa ibadah atau akad muamalah, hilang darinya satu syarat saja maka amalan tersebut dianggap tidak ada atau tidak sah.

Contohnya, wudu adalah syarat sah salat. Jika seseorang salat tanpa wudu maka salatnya tidak sah.

Sedangkan rukun adalah sesuatu yang jika ia tidak ada maka suatu amalan dianggap tidak ada. Namun dengan adanya dia, belum tentu suatu amalan dianggap ada, dan ia terletak di dalam amalan.

Rukun mirip dengan syarat, sebab jika tidak terpenuhi satu saja, amalan dianggap tidak ada atau tidak sah.

Bedanya, rukun berada di dalam amalan, sedangkan syarat berada di luar amalan. Contohnya terkait dengan rukuk dan sujud di dalam salat.

Salat seseorang tidak sah jika kurang satu sujud atau kurang satu rukuk, baik karena sengaja atau lupa.

Sedangkan rukuk dan sujud ada di dalam salat. Berbeda dengan wudu sebagai contoh di atas.

Yuk, simak penjelasan rukun puasa Ramadan dan syarat sahnya di bawah ini.

Baca Juga: 8 Cara Menahan Lapar saat Puasa, Pastikan Selalu Sahur!

Rukun Puasa Ramadan

Perempuan BerhijabFoto: Perempuan Berhijab (Orami Photo Stocks)

Berdasarkan kesepakatan para ulama, rukun puasa Ramadan adalah menahan diri dari berbagai pembatal puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Hal ini berdasarkan firman Allah SWT: “Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam,” (QS Al Baqarah: 187).

1. Niat

Ulama Syafi’iyyah dan Malikiyyah berpendapat bahwa niat adalah rukun puasa Ramadan, bukan syarat.

Hal ini karena niat puasa selalu ada dalam diri seseorang, kecuali ia berniat membatalkan puasanya.

Sedangkan ulama Hanabilah dan Hanafiyah berpendapat bahwa niat adalah syarat sah puasa, bukan rukun puasa Ramadan.

Pasalnya, niat dilakukan sebelum fajar, di luar puasa.

Terlepas dari perbedaan ulama dalam masalah tersebut, orang yang berpuasa Ramadan wajib berniat di malam hari sebelum fajar. Tidak sah puasa orang yang tidak berniat.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut ini, “Barang siapa yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya,” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majjah).

Adapun niat puasa Ramadan yang dapat diamalkan sehingga ibadah kita sah, yaitu:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanati lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadan tahun ini karena Allah ta’ala.”

Tujuan dibacanya niat adalah untuk menetapkan dalam hati bahwa puasa yang dilakukan adalah untuk menaati perintah Allah SWT.

Rukun puasa Ramadan selanjutnya yaitu mampu menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, mulai…

Kesimpulan

Itulah informasi tentang Pahami Rukun Puasa Ramadan agar Ibadah Diterima Allah SWT yang bisa kami berikan, semoga bermanfaat.

Berita selengkapnya bisa anda akses melalui link berikut ini: Situs Lowongan Kerja Indonesia