TEMPO.CO, Jakarta – Direktur PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) Hartati menyebutkan sampai akhir tahun 2021 total kredit yang direstrukturisasi tersisa Rp16,9 triliun atau turun dari akhir tahun sebelumnya senilai Rp19,0 triliun.

“Sejalan dengan perbaikan situasi pandemi total kredit yang direstrukturisasi turun jadi Rp16,9 triliun,” kata Hartati dalam Paparan Publik Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) daring, Selasa.

Kredit yang direstrukturisasi tersebut mencapai 14 persen dari total kredit.

Adapun restrukturisasi kredit yang disalurkan Bank OCBC NISP yang berkaitan dengan COVID-19 mencapai 83 persen, sementara yang tidak berkaitan mencapai 17 persen.

Dengan demikian kredit yang berkaitan dengan COVID-19 dan direstrukturisasi sampai akhir tahun 2021 mencapai 12 persen dari total kredit.

“Dari total kredit yang direstrukturisasi, porsi kredit yang menjadi NPL mencapai 10 persen dari semua kredit yang direstrukturisasi,” katanya.

Bank OCBC NISP terus memonitor perkembangan debitur untuk memastikan mereka dapat melalui pandemi COVID-19 dengan baik.

“Dengan demikian mereka dapat menyelesaikan kewajibannya pada saatnya,” katanya.

Adapun di 2021 Bank OCBC NISP menyalurkan kredit senilai Rp120,8 triliun atau tumbuh 5,1 persen dari tahun sebelumnya senilai Rp114,9 triliun.




Source link