Jakarta, CNN Indonesia – Pemerintah melonggarkan syarat perjalanan domestik, baik melalui udara, darat, dan laut, dengan menghapus kewajiban tes covid-19, PCR maupun antigen.

Menanggapi kebijakan tersebut, Legal Head & Corporate Secretary Prodia Marina Eka Amalia mengungkapkan pelonggaran kebijakan itu tidak bakal berdampak pada bisnis Prodia, selaku penyedia tes PCR dan antigen.

Menurutnya, pemeriksaan covid-19 bukanlah merupakan fokus strategi pertumbuhan perusahaan. Sejauh ini, kontribusi pemeriksaan covid-19 sekitar 18 persen-20 persen dari total pendapatan perusahaan.

“Sesuai dengan visi dan misi Prodia sedari awal, kami fokus pada pemeriksaan genomik atau tes-tes pemeriksaan kesehatan yang sifatnya preventif, sehingga in line dengan tujuan kami dalam mempromosikan paradigma sehat,” kata Marina kepada CNN Indonesia, Selasa (8/3).

Dia menambahkan pihaknya juga akan terus mengedukasi dan mengembangkan tes lab atau paket pemeriksaan kesehatan terkait imunitas tubuh, pemeriksaan wellness (kebugaran) bagi pelanggan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kalbe Farma Vidjongtius menilai wajar jika tes PCR and antigen tidak lagi diperlukan dalam perjalanan domestik.

“Relatif wajar tes PCR and antigen tidak perlu lagi dalam bepergian, melihat tren covid-19 mulai menurun dan program vaksinasi primer dan booster terus dijalankan, dan gejala yang relatif mild secara general,” jelasnya.

Kendati demikian, menurutnya kebutuhan tracing melalui info alamat tujuan atau nomor telepon masih diperlukan untuk mitigasi kondisi khusus yang muncul jika ada.

cnnindonesia.com