Penjara Mewah dan Legal di Skandinavia

Halden, Penjara Mewah dan Legal di Skandinavia: Penjara Rasa Hotel (Bagian 1)
halden

LIPUTANPERS.COM – Istilah penjara identik dengan hal-hal kumuh, kotor, menyeramkan, dan penuh kekerasan. Setidaknya, kesan semacam itulah yang selama ini dikenal masyarakat luas.

Karenanya, ketika ada orang ketahuan mendapat fasilitas penjara yang tidak kumuh, tidak kotor, dan tidak menyeramkan, masyarakat pun gempar dan langsung menuduh bahwa fasilitas itu diperoleh sang narapidana karena melakukan suap, hingga mendapat penjara semacam itu.

Read More

Kenyataannya, rata-rata penjara—khususnya di Indonesia—memang bukan tempat menyenangkan. Kenyataannya pula, orang-orang yang ketahuan mendapat fasilitas penjara yang tampak mewah umumnya mendapat fasilitas itu setelah melakukan suap pada pejabat terkait di sana.

Namun bukan berarti di dunia ini tidak ada penjara yang mewah sekaligus legal. Di negara-negara kawasan Skandinavia, ada penjara yang mewah sekaligus legal, bahkan tidak tampak seperti ruang bagi pelaku kriminal.

Penjara Mewah dan Legal di Skandinavia

Penjara Halden di Norwegia, misalnya. Dengan berfokus pada rehabilitasi, kegiatan di penjara tampak seperti komunitas yang saling berinteraksi, bahkan dengan para staf yang tidak bersenjata.

Menempati lahan seluas 30 hektar, penjara Halden menjadi yang terbesar kedua di negara itu. Ia dibangun pada 2010 dan menelan biaya $252 juta dengan kapasitas 248-252 tahanan. Penjara ini memiliki tiga unit utama, dan menerima tahanan dari seluruh dunia. Tampilannya seperti ruang umum, ruang kelas bahkan lokakarya, sehingga meraih Arnstein Arneberg Award.

Semua aspek desain penjara bertujuan untuk menghindari tekanan psikologis, konflik, dan gesekan antarindividu. Itu sebabnya ada studio musik. Meski demikian, dinding penjara tetap dirancang untuk keamanan. Dinding yang masih ada dimana-mana juga menjadi simbol bahwa para tahanan tetap adalah tahanan.

The Guardian melaporkan, para tahanan di penjara itu datang dengan kasus kriminal yang tidak ringan, bahkan berbahaya. Mereka di antaranya adalah pemerkosa, pembunuh, dan penganiaya anak, dan menyusun setengah dari populasi. Adapun para pelaku kejahatan seksual dipisahkan dan berada di unit A, guna mendapat penanganan psikiatris dan juga menghindari kemungkinan amuk dari para tahanan lainnya.

Selain pelaku kriminal, penjara itu sepertiga pengisinya adalah pelaku penyalahgunaan narkoba. Ada unit khusus seperti C8 yang difokuskan untuk pemulihan para pecandu. Namun, meski ada unit-unit khusus, kebanyakan tahanan berada di Unit B dan C yang lebih bebas dan telah bercampur.

Setiap sel penjara berukuran 10 meter persegi, dan di dalamnya ada televisi layar datar, meja, mini kulkas, toilet dengan shower, dan jendela vertikal yang memungkinkan lebih banyak cahaya matahari masuk. Setiap 10 sampai 12 sel terdapat dapur dan ruang tamu umum dengan sofa dan video game. Ada pula satu perpustakaan dengan buku-buku, majalah, CD dan DVD, juga gym dengan dinding panjat tebing.

Lalu kapan para tahanan benar-benar diisolasi? Setiap harinya, para narapidana terkunci dalam sel tahanan selama 12 jam. Namun selebihnya, sesuai dengan tujuan yang diusung, mereka mendorong tahanan beraktivitas ketika berada di luar sel tahanan.

Kegiatan di luar sel yang dimaksud misalnya memasak, mengikuti kelas musik, jogging, dan kegiatan olahraga lainnya. Bahkan di studio mixing, para narapidana dapat merekam musik dan program bulanan yang disiarkan oleh stasiun radio lokal.

Menurut data dari World Prison Brief, secara keseluruhan Norwegia memiliki 3.676 narapidana dengan kapasitas total sebesar 4.097 orang. Data tersebut juga menunjukkan sebanyak 35,2 persen dari keseluruhan narapidana berasal dari luar Norwegia. Tahanan praperadilan atau tahanan sementara menyumbang 26.3 persen dari total tahanan.

TV2 juga merilis statistik yang menyebut persentase warga asing yang dipenjara di Norwegia telah meningkat dari 8,6 persen pada 2000 menjadi 34,2 persen di akhir Mei 2014. Berarti terjadi peningkatan sebesar 35,2 persen selama kurun waktu itu.

Ini disebabkan kriminal asing yang tidak memiliki tempat tinggal secara hukum di Norwegia tetap memiliki hak yang sama, termasuk perawatan medis penuh dan kelayakan untuk mendapat hibah dari Layanan Kesejahteraan Norwegia.

Source link : Naviri.org

Leave a Reply