Penyakit Mulut dan Kuku di Jatim Dapat Membuat Harga Sapi Melonjak, Jika…

Penyakit Mulut dan Kuku di Jatim Dapat Membuat Harga Sapi Melonjak, Jika...


TEMPO.CO, JakartaEkonom Institute for Development of Economics (Indef), Rusli Abdullah, mengingatkan pemerintah bahwa wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Jawa Timur dapat membuat harga sapi melonjak jika terus merebak secara nasional. Jika pasokan sapi menurun, apalagi menjelang Idul Adha, maka harga sapi bisa naik dan juga mempengaruhi inflasi.

Read More

Hal pertama yang harus dilakukan pemerintah, menurut Rusli adalah mencari tahu penyebab PMK muncul. “Karena Indonesia sudah bersih dari penyakit tersebut sejak tahun 1990-an.”

Ia mengatakan ada dua kemungkinan yang menyebabkan PMK muncul di Indonesia, yaitu karena proses impor sapi yang kurang baik atau terjadinya penularan dari luar negeri masuk ke Indonesia melalui masyarakat. 

Rusli menuturkan karena Jawa Timur memiliki populasi penduduk yang padat, maka sebaiknya pemerintah melakukan antisipasi lalu lintas perdagangan sapi, terutama di perbatasan menuju Bali dan Jawa Tengah selama minimal seminggu ke depan.

Jika pemerintah berhasil mencegah perluasan PMK di Jawa Timur maka wabah ini hanya akan jadi kasus lokal dan tidak akan membuat masalah kenaikan harga sapi maupun hewan ternak lainnya.

Adapun soal kerugian akibat wabah ini, Rusli mengatakan pemerintah juga harus mengantisipasi dampak PMK pada para peternak. Dalam jangka pendek, menurutnya peternak akan berkurang pendapatannya karena sapi atau domba milik mereka akan menjadi kurus atau tidak memenuhi syarat layak jual. Juga dalam jangka panjang, PMK dapat mendistorsi populasi hewan ternak sehingga dapat berdampak pada perekonomian negara. 

Kementerian Pertanian menyatakan telah menyiapkan langkah darurat untuk menangani penyebaran dan tracing Penyakit Mulut dan Kuku di beberapa wilayah di Jawa Timur. Langkah ini dilakukan setelah Kementan melakukan rapat kordinasi bersama Gubernur Jawa Timur dan 4 Bupati wilayah kasus PMK, yaitu Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, dan Lamongan serta melakukan lockdown zona wabah.

Baca Juga: Terkini Ekbis: Perusahaan Sulit Bayar THR Lebaran, Menhub Minta Maaf Soal Mudik





Source link

Leave a Reply