Pertolongan Pertama ‘Tragedi’ Lupa Pakai Kondom saat Bercinta

Pertolongan Pertama 'Tragedi' Lupa Pakai Kondom saat Bercinta

Jakarta, CNN Indonesia — Sebagian pasangan meremehkan ‘kesaktian’ kondom. Padahal kalau tidak sedang merencanakan kehamilan, lupa pakai kondom jelas menuai konsekuensi besar. Perhatikan pertolongan pertama saat lupa pakai kondom.

Read More

Kondom merupakan salah satu alat kontrasepsi yang terbilang murah dan mudah dipakai. Bahkan jika Anda sudah menggunakan alat kontrasepsi lain, kondom akan memberikan perlindungan ekstra. Seperti dilansir dari Planned Parenthood, kondom bisa dibilang ‘backup’ yang baik saat alat kontrasepsi lain gagal melakukan tugasnya.

Selain menghindari kehamilan yang tidak direncanakan, kondom juga membantu melindungi Anda dari penularan penyakit seksual. Seks yang aman akan menghindarkan Anda dari stres dan fokus pada kesenangan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO RESUME CONTENT


Hanya saja, ada kalanya Anda lupa pakai kondom atau tidak punya stok tapi sudah terlanjur mendarat di ranjang. Tak perlu cemas, berikut langkah pertolongan pertamanya.

Langkah pertolongan pertama segera setelah bercinta:

1. Buang air kecil

Untuk meminimalisir infeksi saluran kemih (ISK), sebaiknya segera buang air kecil setelah sesi bercinta.

“Beberapa wanita rentan terkena infeksi, tapi satu cara paling efektif buat siapapun untuk menghindari ISK adalah kencing segera setelah bercinta,” kata Kat Van Kirk, seksolog klinis dan terapis keluarga dan pernikahan, seperti dikutip dari Greatist.

Urin akan menyapu bakteri sehingga terhindar dari infeksi. Jika tidak terangsang untuk kencing, sebaiknya minum air untuk memicu keinginan kencing.

2. Kontrasepsi darurat

Jika Anda dan pasangan mencemaskan kehamilan, saatnya mengerahkan cara berikutnya yakni kontrasepsi darurat. Kontrasepsi darurat berupa pil atau morning-after pill.

Kontrasepsi satu ini paling efektif digunakan dalam 72 jam setelah bercinta tanpa kondom atau kontrasepsi lain. Kontrasepsi darurat bisa diperoleh di toko obat atau apotek.

3. Konsultasi dengan dokter

Sebagian pasangan mencemaskan tentang penularan penyakit terutama HIV/AIDS. Anda perlu konsultasi dengan dokter jika ini yang menyita perhatian Anda. Paparan penyakit menular seksual tidak bisa begitu saja diselesaikan dengan kencing seperti ISK.

4. Jaga mood

Bercinta bisa saja malah bikin cemas, sedih, stres terutama gara-gara lupa pakai kondom. Anda bisa membicarakan hal ini dengan teman atau sahabat dekat. Curhat bisa membantu melepas stres sekaligus memperoleh pandangan baru mengenai apa yang terjadi.

5. Tes kehamilan

Semua langkah sudah dilakukan. Berikutnya, langkah yang sebaiknya diambil adalah tes kehamilan.

Biasanya alat tes kehamilan akan menunjukkan hasil akurat satu minggu setelah terlambat haid. Anda pun bisa mengagendakan konsultasi dengan dokter yang bisa melakukan tes untuk penanda dari darah.

6. Perhatikan gejala penyakit menular seksual

Banyak penyakit menular seksual tidak menunjukkan gejala. Namun herpes, salah satu penyakit menular seksual, menunjukkan gejala yang tampak di permukaan kulit.

“Anda harus benar-benar menyeka lesi terbuka untuk memastikan bahwa itu herpes, jadi setelah luka sembuh (dalam beberapa hari) tidak ada yang perlu diuji,” kata Van Kirk.

(els/fra)

[Gambas:Video CNN]



!function(f,b,e,v,n,t,s){if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?
n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};if(!f._fbq)f._fbq=n;
n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;
t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window,
document,'script','//connect.facebook.net/en_US/fbevents.js');

fbq('init', '1047303935301449');
fbq('track', "PageView");

Source link

Leave a Reply