INFO NASIONAL – Kejadian tak terduga terjadi di acara Jumat Ngopi di Pendopo Kecamatan Banyakan, 28 Januari 2022 sore. Saat acara hampir selesai, Mas Dhito memberikan topi yang biasa dia kenakan kepada anak SD sambil mendoakan supaya bocah itu kelak menjadi bupati.

Bocah berpakaian pramuka bernama Hengki Kelfin Nur Rasyid siswa kelas 1 SD Islamic International School PSM Kediri yang duduk di depan ibunya saat acara Jumat Ngopi itu malu ketika di dekati Mas Dhito. Peci hitam yang dikenakan pun digunakan untuk menutupi wajahnya. Mas Dhito yang semula mau bertanya akhirnya mengurungkan niatnya.

Topi hitam bertuliskan Dhito Pramono di bagian samping yang sejak awal dijanjikan untuk diberikan pun diserahkan dan diterima ibu bocah SD itu. Mas Dhito pun mendoakan kepada bocah SD itu supaya kelak bisa menjadi pemimpin. “Saya doakan besok bisa menjadi bupati,” kata Mas Dhito. 

Orang nomor satu di Kabupaten Kediri itu mengakui sebenarnya mau menanyakan beberapa hal kepada bocah SD itu, namun anaknya agak malu. Yang membuatnya tertarik yakni ketika beberapa kali ketika dia menyampaikan pernyataan anak itu selalu mendengarkan hal yang dinilai belum bisa terpikirkan untuk anak seusianya. 

“Tapi karena anak itu antusias maka saya berpikiran ya tidak ada salahnya memberikan topi, doa saya semoga anak itu bisa meneruskan apa yang sekarang sedang saya kerjakan, doanya ya menjadi bupati,” ujarnya.

Yuanita, ibu dari anak SD yang mendapatkan topi dari Mas Dhito menceritakan, sejak awal datang begitu melihat anaknya, Mas Dhito sudah mulai melambaikan tangan dan meminta anaknya maju ke depan. Namun karena anaknya pemalu, tidak mau maju akhirnya Mas Dhito yang menghampiri. 

Dia pun mengaku berterima kasih kepada Mas Dhito atas pemberian topi kepada anaknya. Pemberian itu diakui sebagai suatu kebanggaan tersendiri bagi dirinya sebagai orang tua, karena anaknya mendapatkan perhatian dari orang nomor satu di Kabupaten Kediri. 

“Sangat senang sekali dan bangga, karena topi ini tidak semua orang bisa dikasih. Semoga anak saya bisa menjadi pemimpin yang baik nanti kalau sudah dewasa,” ucap Yuanita yang juga merupakan perangkat desa Parang itu.

Setelah acara Jumat Ngopi selesai, akhirnya Hengki mau memakai topi yang diberikan Mas Dhito. Didampingi ibunya, bocah SD itu pun meminta foto bareng dengan Mas Dhito yang saat itu belum meninggalkan lokasi.(*)




Source link