Jakarta, CNN Indonesia — Sejumlah pengemudi taksi online merasakan dampak kenaikan harga Pertamax per 1 April lalu, sementara Pertalite kini makin langka di SPBU Pertamina.

Nurhadin, seorang sopir taksi daring mengatakan dirinya menggunakan Pertamax dalam dua pekan terakhir. Namun, ketika dia ingin beralih ke Pertalite justru malah kesulitan mencarinya.

“Iya orang di semua pom bensin enggak ada Pertalite. Jadi sudah dua minggu ini saya Pertamax terus,” ujar Nurhadin kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (2/4).

Ia menghabiskan Rp150 ribu sehari dari pendapatannya sebagai pengemudi taksi online untuk mengisi bensin agar dapat tetap bekerja. Oleh karena itu, katanya, kenaikan harga Pertamax menjadi sangat berat.

Sebelumnya, saat harga masih berada di kisaran Rp9 ribu ia masih merelakan menggunakan Pertamax. Namun sejak harga menjadi Rp12.500, ia lebih memilih untuk mengurangi konsumsi BBM dengan mengambil pesanan jarak dekat dibandingkan yang jauh.

Senada dengan Nurhadi, pengemudi taksi online lainnya Rasmadi menyatakan Pertalite sekarang kian jarang di SPBU. “Sekarang Pertalite rada langka sih, saya enggak tahu kenapa. Pertamax naik, terus Pertalite jadi susah,” ujarnya.

Kini dia akan beralih ke SPBU swasta macam Vivo yang menjual BBM setara Pertamax dengan harga lebih murah.

Sebelumnya, pengawas SPBU Pertamina Goldi mengatakan sebagian besar dari pengemudi yang datang ke SPBU yang kehabisan Pertalite rela pindah-pindah SPBU untuk mendapatkan Pertalite, khususnya pengemudi angkutan umum atau transportasi online.

(tdh/asa)

[Gambas:Video CNN]



Source link