Strepsil Permen Pelega Tenggorokan dan Batuk, Apakah Efektif?

Sakit Tenggorokan (www.mydr.com.au).jpg

Liputanpers.com – menyajikan informasi terbaru tentang Strepsil Permen Pelega Tenggorokan dan Batuk, Apakah Efektif?.

Anda juga bisa mencari berita terkait dalam kategori Opini, yang selalu terupdate setiap hari.

Read More

Liputanpers merupakan portal berita yang berasal dari berbagai sumber media online maupun sumber informasi swadaya masyarakat.

Setiap informasi yang di publikasikan pada situs kami cantumkan sumber serta link dari situs terpercaya dan anda bisa mengunjungi situsnya yang pada akhir artikel ini.

Simak artikel menarik lainnya tentang 5 Cara Investasi Paling Efektif, Berikut ini berita selengkapnya yang kami rangkum di bawah ini:

Strepsil Permen Pelega Tenggorokan dan Batuk, Apakah Efektif?

Sering dijumpai di apotik atau minimarket, Strepsil adalah permen yang dapat dikonsumsi untuk meredakan sakit tenggorokan.

Permen pelega tenggorokan ini juga membantu meringankan batuk dan peradangan akibat luka di tenggorokan dan mulut.

Diformulasikan dengan aneka rasa, permen Strepsil juga bisa membantu mengurangi bau mulut yang tidak sedap.

Baca Juga: Patuhi Aturan Pakai Ambroxol HCl untuk Atasi Dahak Abrnomal dan Sakit Tenggorokan

Manfaat dan Kegunaan Strepsil

Foto: Sakit Tenggorokan (www.mydr.com.au).jpg (www.mydr.com.au)

Foto: Orami Photo Stock

Manfaat dan kegunaan permen Strepsil adalah untuk melegakan tenggorokan yang sakit akibat infeksi.

Permen ini juga dapat digunakan untuk meredakan batuk, karena bisa membuat tenggorokan terasa lebih nyaman.

Di setiap butirnya, Strepsil mengandung bahan aktif dichlorobenzyl alcohol 1,2 mg dan amylmetacresol 600 mcg.

Dichlorobenzyl alcohol adalah senyawa antiseptik ringan dengan spektrum luas yang meredakan infeksi bakteri dan virus.

Terutama yang berhubungan dengan infeksi mulut dan tenggorokan.

Senyawa ini juga mampu memblokir kanal natrium sehingga memiliki sifat seperti anastesi lokal.

Inilah yang membuat senyawa ini dapat meredakan rasa sakit dan peradangan di mulut dan tenggorokan.

Sementara itu, amylmetakresol merupakan senyawa antibakteri dan antivirus yang bekerja dengan cara yang mirip, seperti dichlorobenzyl alcohol.

Efektivitas permen yang mengandung dichlorobenzyl alcohol dan amylmetacresol, seperti Strepsil telah dibuktikan melalui berbagai penelitian.

Salah satunya yang diterbitkan di International Journal of General Medicine pada tahun 2018.

Dalam penelitian ini, para peneliti melakukan pengamatan terhadap 7 spesies bakteri yang terkait dengan faringitis atau radang tenggorokan.

Hasilnya, permen yang mengandung dua bahan tersebut membantu mengurangi perkembangan bakteri di tenggorokan hingga 99,9%.

Permen Strepsil juga pernah diteliti efektivitasnya mengurangi nyeri tenggorokan pasca operasi atau post operative sore throat (POST).

Penelitian yang dilakukan para peneliti dari Universitas Padjajaran ini dipublikasikan dalam Jurnal Anestesi Perioperatif pada 2014.

Penelitian ini melibatkan 66 pasien di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa pemberian Strepsil sebelum operasi dengan anestesi umum, dapat mengurangi kejadian dan keparahan POST.

POST atau nyeri tenggorokan pasca operasi terjadi karena iritasi dan inflamasi lokal.

Terutama di daerah faring, laring, dan trakea akibat trauma pemasangan pipa endotrakeal.

Baca Juga: 5 Penyebab Tenggorokan Kering dan Obat Alaminya

Dosis dan Cara Penggunaan Strepsil

batuk rejanFoto: batuk rejan (Mydr.com.au)

Foto: Orami Photo Stock

Permen Strepsil tersedia dalam banyak varian rasa dan bisa dibeli dengan bebas tanpa resep dokter.

Sebenarnya, tidak ada dosis spesifik dalam menggunakan Strepsil.

Namun, untuk melegakan tenggorokan pada orang dewasa dan anak berusia di atas 6 tahun, disarankan mengonsumsi 1 butir setiap 2-3 jam.

Strepsil sebaiknya tidak dikonsumsi melebihi 12 butir dalam sehari.

Lebih jelasnya, kita bisa membaca aturan pakai yang tertera pada kemasan permen Strepsil, atau konsultasikan pada dokter.

Konsumsilah permen Strepsil dengan cara diisap secara perlahan hingga larut seluruhnya di dalam mulut.

Agar kualitas dan efektivitas permen ini tetap terjaga, simpanlah di suhu ruangan, di bawah 30 derajat Celsius.

Baca Juga: 3 Pilihan Obat Telinga Berair, Harus Disesuaikan dengan Penyebabnya!

Perhatian dan Peringatan

Moms, Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati Radang Amandel pada Si KecilFoto: Moms, Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati Radang Amandel pada Si Kecil (Static.onecms.io)

Foto: Orami Photo Stock

Meski termasuk obat bebas dan tidak ada dosis yang spesifik, tetap ada hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi Strepsil.

Berikut ini di antaranya:

  • Jangan konsumsi Strepsil jika memiliki alergi atau hipersensitif terhadap kandungan amylmetakresol ataupun dichlorobenzyl alcohol.
  • Jika sedang mengalami sakit gigi atau gigi berlubang, hindari konsumsi Strepsil yang mengandung gula. Pilihlah varian yang bebas gula.
  • Strepsil tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak di bawah usia 6 tahun, atau yang memiliki riwayat intoleransi fruktosa.
  • Hentikan konsumsi Strepsil jika mengalami reaksi alergi seperti pembengkakan dan rasa gatal di bibir, mulut atau tenggorokan.

Moms mungkin bertanya-tanya, apakah boleh Strepsil dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?

Sebenarnya, belum diketahui secara pasti kandungan bahan aktif dalam permen ini dapat membahayakan janin atau ibu hamil.

Namun, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, konsultasiikan terlebih dahulu pada dokter, sebelum mengonsumsi permen ini.

Terutama jika Moms berencana untuk menggunakan permen ini secara rutin.

Belum diketahui juga apakah kandungan bahan dalam Strepsil dapat masuk ke dalam ASI pada ibu menyusui.

Jadi, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada dokter sebelum mengonsumsinya.

Sebab, Strepsil bukanlah permen biasa.

Meski bentuknya permen, ini termasuk dalam golongan obat.

Dengan kandungan bahan aktif yang mungkin bisa berbahaya bagi beberapa orang.

Baca Juga: 7 Obat Alami untuk Mengatasi Sakit Tenggorokan

Risiko Efek Samping dan Interaksi Obat

sakit gigi - nyeri saat makan.jpg

Foto: sakit gigi – nyeri saat makan.jpg (Madewithoils.com)

Foto: Orami Photo Stock

Strepsil sangat jarang menimbulkan efek samping, selama dikonsumsi sesuai aturan penggunaan.

Permen ini umumnya dapat ditoleransi dengan baik dan aman untuk dikonsumsi.

Namun, tetap ada beberapa risiko efek samping yang perlu diwaspadai.

Terutama jika permen pelega tenggorokan ini dikonsumsi secara berlebihan.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi jika Strepsil dikonsumsi berlebihan adalah:

Hingga saat ini, belum ada data yang menunjukkan adanya efek overdosis pada penggunaan Strepsil.

Namun, karena Strepsil termasuk kategori obat, penting tidak menggunakannya dalam dosis tinggi dan jangka waktu panjang.

Efek jangka panjang yang dapat terjadi adalah reaksi alergi dan peradangan pada tenggorokan.

Segera hubungi dokter jika kondisi ini terjadi.

Selain efek samping, risiko interaksi obat juga perlu diwaspadai saat menggunakan Strepsil.

Interaksi dapat membuat risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang berbahaya.

Baca Juga: 11 Vitamin Anak Rekomendasi Dokter Terbaik, Yuk Langsung Check Out!

Jadi, sebaiknya catat dan konsultasikan obat apa saja yang sedang dikonsumsi bersamaan dengan dokter, agar aman.

Demikian pembahasan mengenai Strepsil, permen pelega tenggorokan.

Semoga bermanfaat!

Kesimpulan

Itulah informasi tentang Strepsil Permen Pelega Tenggorokan dan Batuk, Apakah Efektif? yang bisa kami berikan, semoga bermanfaat.

Berita selengkapnya bisa anda akses melalui link berikut ini: Situs Lowongan Kerja Indonesia