Sumut Dorong UMKM Dodol Tembus Pasar Ekspor

Sumut Dorong UMKM Dodol Tembus Pasar Ekspor



Medan, CNN Indonesia — Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor oleh-oleh dodol di Tanjungpura, Kabupaten Langkat, menembus pasar ekspor.

Read More

Salah satunya dengan memanfaatkan pasar digital. “Saat ini, lebih dari 10 produk UMKM Sumut memang sudah ekspor dan kita dorong setiap tahun bertambah,” ujar Ijeck, sapaan akrabnya, saat mengunjungi Ria Dodol di Jalan Pangkalan Brandan, Jumat (8/7).

Ria Dodol, ia melanjutkan merupakan salah satu UMKM penjual oleh-oleh dodol khas Langkat yang sudah beroperasi cukup lama, yakni lebih dari 20 tahun.


Diharapkan, Ria Dodol mampu mengikuti perkembangan era digital, sehingga bisa naik kelas dan tembus pasar ekspor.

“Penjualan digital, pemasaran digital bisa meningkatkan pangsa pasar, omzet juga meningkat dan ini tidak butuh biaya besar,” terang Ijeck.

Untuk mendukung ini, Ijeck mengaku, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut terus mendorong dinas terkait untuk terus memberikan pelatihan digital khususnya di sentra UMKM yang ada di Sumut.

“Nanti kita minta kepada dinas terkait untuk memberikan pelatihan digital menyasar ke sentra UMKM unggulan, di antaranya Dodol Tanjungpura dan Keripik. Selain itu, pelatihan untuk kemasan produk juga penting agar lebih menarik,” kata Ijeck.

Untuk kemajuan UMKM di Langkat, Ijeck juga berkomitmen terus meningkatkan kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara ke Langkat dengan melakukan pengembangan Pariwisata Bukit Lawang dan Tangkahan yang saat ini sudah berjalan.

“Selain memperbaiki infrastruktur, sarana prasarana dan kesiapan SDM, kita juga sudah mulai mengadakan event bertaraf internasional di Bukit Lawang untuk menarik wisatawan datang. Kemarin kita baru menggelar event sport tourism Gravity Enduro dan Bukit Lawang Junggle Trail Run yang dihadiri juga oleh pelari internasional Abdoullah Mitiche dari Algeria,” jelasnya.

Sementara itu, Zuraida Fatma mengaku selama ini pihaknya memang sering mengalami kesulitan dalam kemasan dan pemasaran.

“Kemasan masih kesulitan, kami masih pakai kemasan biasa saja. Kalau penjualan saat ini kami ada pasok ke Medan di Jalan Gatot Subroto dan oleh-oleh sampai ke Taiwan, Malaysia dan biasanya setiap tahun ada dari China mereka ada acara sembahyang gitu,” tandasnya.

[Gambas:Video CNN]
(fnr/bir)




Source link

Leave a Reply