Talak Di Malam Pertama, Mulai malam ini, kamu bukan lagi istriku!

v
Talak Di Malam Pertama
Promo Hosting Murah

LIPUTANPERS.COM – Talak Di Malam Pertama, Mulai malam ini, kamu bukan lagi istriku! “Mulai malam ini, kamu bukan lagi istriku.“ Kata itu bagaikan halilintar di telinga Nayla – gadis muda 24 tahun.

Tepat di malam pertamanya, sang suami – Arya, pria 28 tahun yang tadi pagi baru saja sah menjadi kekasih halalnya menjatuhkan talak. Gadis berhijab berhidung mancing itu tidak tahu sama sekali apa penyebab sang suami mentalaknya di malam pengantin mereka.

Read More

Kebahagiaan luar biasa baru saja ia rasakan, tetapi malah sekarang berubah menjadi kesedihan yang tidak terkira rasanya. Air mata jatuh berlinang membasahi kedua pipinya yang kuning langsat.

Gadis langsing dengan bobot 45 kilogram itu mendekat pada Arya yang berdiri di dekat jendela.
Nayla menghapus air matanya yang tidak berhenti turun dari pelupuk mata. Ia ingin tahu apa alasan suaminya mentalaknya, padahal pernikahan ini sudah mereka impikan semenjak satu tahun yang lalu.

Setelah melalui perjuangan panjang, akhirnya sang Ayah merestuinya menikah dengan Arya yang telah dikenalnya semenjak tiga tahun silam lewat sahabatnya.

Talak Di Malam Pertama

Nayla merupakan anak pertama dari pasangan Sugiono dan Wilona—pengusaha kecil-kecilan yang membuka toko kue turun-temurun dari mendiang neneknya. Sang ayah enggan memberikan restu karena ayahnya Arya adalah mantan kekasih istrinya.

Dua puluh delapan tahun silam, Marlon—ayahnya Arya pernah melakukan kesalahan fatal meninggalkan ibunya sehari sebelum hari pernikahan mereka. Akhirnya, Sugiono yang merupakan teman baiknya Wilona menggantikan posisi Marlon demi menjaga nama baik mendiang kedua orang tua Wilona. Sugiono takut, hal yang serupa dengan ibunya juga menimpah sang anak.

“Abang … aku salah apa … sampai kamu menjatuhkan talak padaku?“ Suara Nayla terdengar bergetar.
“Kamu telah berselingkuh di hari pernikahan kita,“ ucap Arya dengan suara tegas.
“A–apa? Bagaimana bisa kamu menuduhku dengan tuduhan hina seperti ini, Abang? Aku tidak mungkin melakukan hal sehina itu, apa lagi di hari pernikahan kita. Selama ini, apa pernah aku mengkhianati, Abang?“ Nayla kembali menghapus air matanya yang tumpah.

“Lalu, bagaimana caranya kamu menjelaskan semua foto-foto ini?“ Arya melemparkan sebuah map cokelat pada Nayla, dengan tangan bergetar gadis itu membukanya.

Terdapat sekitar lima atau enam buah foto dirinya dengan seorang pria muda di sebuah restoran. Ada foto dirinya yang sedang duduk bersama pria itu di sebuah meja, Lalu foto tangannya yang digenggam sang pria, terus si pria menyodorkan sebuah kotak kecil berbungkus pita merah hati, dan foto dirinya yang berada dalam pelukan si pria.

Pria dalam foto itu Gumara—pengusaha muda perusahaan tekstil terbesar di pusat kota Jakarta. Beliau merupakan Bos Nayla sendiri. Mereka memang bertemu tadi sehabis resepsi di restoran hotel.
Resepsi pernikahan Nayla dan Arya memang berlangsung di hotel.
“Abang, kamu hanya salah paham. Apa yang ada dalam foto ini, tidak seperti yang kamu pikirkan.

Aku dan pak Gumara tidak berselingkuh. Kami tidak memiliki hubungan apa pun selain sebatas bos dengan anak bawahannya. Pak Gumara mengajak bertemu hanya untuk memberikan ucapkan selamat atas pernikahan kita.“ Nayla menjelaskannya satu-persatu pada Arya.

“Kalau niatnya hanya untuk memberikan selamat, kenapa tidak datang ke resepsi kita? Kenapa dia harus bertemu diam-diam di belakangku? Kamu juga kenapa tidak meminta izin padaku buat bertemu dengannya? Kalau kalian tidak selingkuh, terus apa namanya?“ Arya yang sifatnya keras tetap pada keyakinannya.

Talak Di Malam Pertama

Gumara ia memang menaruh hati pada Nayla semenjak lama. Bahkan dulu pria 30 tahun itu pernah menyatakan perasaannya pada si gadis berhijab. Namun, Nayla menolaknya dengan mengatakan telah memiki calon suami.

“Aku meminta izin pada Abang yang sedang berada di kamar mandi.“
“Kamu hanya meminta izin pergi keluar bukan menemui bosmu itu. Itu satu bukti lagi yang menunjukkan kalian berdua memang ada hubungan khusus.“

Tadi, Nayla memang sengaja tidak memberitahu Arya bahwa dirinya ingin menemui Gumara. Niat gadis itu tidak ingin Arya salah paham dan cemburu seperti biasanya. Apa lagi tujuan Gumara mengajak bertemu dengan cara memaksanya.

Kalau Nayla tidak datang menemuinya, maka ia yang akan datang ke kamar hotelnya. Demi menjaga keributan yang akan dibuat bosnya, makanya ia datang ke restoran hotel tempat pria itu menunggu.

“Ya, Allah, Abang, bagaimana bisa kamu menjadikan itu sebuah bukti.“
“Foto itu susah menjelaskan semuanya, kalian berpegang tangan dan berpelukan. Apa kamu juga tetap akan membantah bukti yang sudah jelas itu?“

“Dari mana Abang mendapatkan semua foto itu? Orang yang mengirimkan foto itu jelas ingin menfitnahku.“

“Dari mana pun aku mendapatkan foto itu, kamu tidak perlu tahu. Foto itu sudah membuktikan siapa kamu yang sebenarnya. Hijab yang kamu kenakkan tidak bisa menjamin kalau kamu itu wanita baik-baik. Wanita baik-baik tidak akan pernah berkhianat.“

“Kamu boleh mencercahku Abang, tapi jangan pernah menghina hijabku ini. Apa pun penjelasan yang aku berikan sepertinya tidak akan pernah kamu terima. Mulai malam ini … kita tidak halal lagi.

Mungkin dari awal kita memang tidak ditakdirkan berjodoh karena itulah pernikahan kita hanya bertahan sampai di sini.“ Nayla menjauh dari Arya. Ia mengambil tasnya, memasukkan barangnya dan keluar dari kamar mereka yang telah disulap menjadi kamar pengantin.

Talak Di Malam Pertama
Talak Di Malam Pertama

Pukul 23.40 WIB terterah di layar ponsel Nayla. Ia tidak tahu mau pulang ke mana malam ini. Pulang ke rumah dengan status barunya tentu saja tidak mungkin. Ayahnya yang punya riwayat penyakit jantung bisa kenak serangan jantung mendengarkan alasannya pulang di tengah malam.

Foto berpegangan tangan itu tidak terjadi atas persetujuan Nayla.

Gumara yang tiba-tiba menarik tangannya dan kembali mengakui perasaannya pada Nayla. Pria itu juga mengatakan pada Nayla bahwa dirinya akan tetap mencintai Nayla dan menunggunya berpisah dengan Arya.

Lalu, foto yang berpelukan itu, tidak sengaja terjadi. Nayla yang akan pergi tiba-tiba tersandung dan Gumara berhasil menahan tubuhnya agar tidak jatuh. Namun, orang yang mengambil fotonya membuat seolah-olah mereka tengah berpelukan.

Talak Di Malam Pertama

Nayla mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Marsa—sahabatnya yang telah mengenalkan Arya padanya tiga tahun yang lalu. Marsa telah lebih dulu mengenal Arya karena pria itu merupakan anak dari teman baik ibunya.

Nayla meminta Marsa untuk menjemputnya di hotel dan ia mengatakan akan menjelaskan apa yang telah terjadi nanti.

Kurang lebih satu jam, Marsa datang dengan masih memakai pakaian tidur. Terlebih dahulu Nayla meminta maaf pada sahabatnya karena telah mengganggu waktu istirahatnya.

“Apa yang terjadi? Kenapa kamu membawa tas dan matamu juga sembab? Apa Arya bersikap kasar padamu saat meminta hak-nya?“ tanya Marsa tanpa jedah. Nayla menggeleng, air matanya kembali tumpah.

“Kami belum sempat melakukan malam pertama. Arya … ia mentalakku.“
“Apa? Arya … mentalak kamu?“
“Iya.“
“Kenapa?“ Bagaimana bisa ia mentalak kamu di malam pertama kalian? Apa ia sudah gila dan tidak waras? Ayo, kita temui Arya! Aku akan meminta tanggung jawab atas tindakannya yang kurang ajar ini.“ Marsa terlihat sedikit emosional.

Nayla menahan langkah Marsa yang menarik tangannya untuk kembali masuk ke dalam. Ia meminta Marsa untuk tidak melakukan itu karena tidak ingin membuat keributan di tengah malam. Semua alasan pria itu menjatuhkan talak padanya akan dijelaskannya nanti.

“Ya, sudah. Sekarang kamu ikut pulang ke apartemenku saja dulu. Besok baru pulang dan menjelaskan pada ibu dan ayah.“ Marsa membawa Nayla menuju mobilnya. Gadis itu juga menyebut kedua orang tuanya dengan sebutan ibu dan ayah sama seperti Nayla. Mereka berdua memang sudah bersahabat semenjak dari SMA.

Nayla masih kepikiran siapa orang yang telah mengambil fotonya dengan Gumara. Ia merasa tidak memiliki musuh sama sekali. Sempat terpikir apakah ibunya Arya yang melakukannya karena beliau sampai hari pernikahan mereka tetap tidak menyukai Nayla.

Atau mungkin Gumara sendiri yang melakukannya untuk menghancurkan pernikahannya dengan Arya.

Nayla yang kelelahan, akhirnya tertidur di samping Marsa yang mengemudi.

Bersambung….!
—Uni Hesty—

Leave a Reply