Tata Cara Mandi Wajib serta Niat, Doa, Rukun, dan Urutannya

Mandi

Liputanpers.com – menyajikan informasi terbaru tentang Tata Cara Mandi Wajib serta Niat, Doa, Rukun, dan Urutannya.

Anda juga bisa mencari berita terkait dalam kategori Opini, yang selalu terupdate setiap hari.

Read More

Liputanpers merupakan portal berita yang berasal dari berbagai sumber media online maupun sumber informasi swadaya masyarakat.

Setiap informasi yang di publikasikan pada situs kami cantumkan sumber serta link dari situs terpercaya dan anda bisa mengunjungi situsnya yang pada akhir artikel ini.

Simak artikel menarik lainnya tentang 5 Cara Investasi Paling Efektif, Berikut ini berita selengkapnya yang kami rangkum di bawah ini:

Tata Cara Mandi Wajib serta Niat, Doa, Rukun, dan Urutannya

Banyak yang tidak tahu cara mandi wajib dengan benar. Jangan-jangan, Moms salah satunya?

Sesuai namanya, mandi wajib adalah mandi yang diwajibkan untuk menyucikan diri dari hadas besar.

Yuk, telaah lebih lanjut bagaimana cara mandi wajib yang benar untuk perempuan dan laki-laki.

Diketahui, doa mandi wajib pria memiliki bacaan yang berbeda dari perempuan, lho!

Baca Juga: Apakah Air Mani Najis dan Membatalkan Salat dan Puasa?

Apa Itu Mandi Wajib?

Foto: Mandi (Freepik.com/user18526052)

Melansir NU Online, mandi wajib berbeda dari mandi biasa.

Mandi yang biasa dilakukan untuk membersihkan dan menyegarkan badan adalah mandi biasa.

Sedangkan mandi wajib merujuk kepada mandi yang harus dilakukan untuk menghilangkan hadas besar karena bersetubuh atau keluar mani.

Kedua hal tersebut disebut al-Jinabat dalam istilah fiqih karena bersetubuh ataupun keluar air mani menghalangi seseorang untuk melaksanakan ibadah.

Ibadah, seperti salat, tawaf, atau baca Al-Qur’an tidak dapat dilakukan sebelum melakukan mandi wajib.

Dalam keterangan al-Munawi, keduanya dinamakan jinabat, karena jauh dari suci dan hanya bisa kembali suci setelah mandi wajib.

Baca Juga: Doa Istighfar Rajab Lengkap dengan Bacaan Latin, Yuk Amalkan

Rukun Mandi Wajib

Wajah Berseri Setelah MandiFoto: Wajah Berseri Setelah Mandi (Shutterstock.com)

Mengutip dari laman Aku Islam, rukun mandi wajib ada dua, yakni:

  1. Berniat untuk mandi wajib.
  2. Meratakan air ke seluruh anggota badan yang zahir.

Jika kedua hal ini terpenuhi, maka sahlah mandi wajib bagi Moms dan Dads.

Namun, pastikan sudah tak ada lagi najis dan hadas yang melekat di tubuh, ya!

Sebab yang Mengharuskan Mandi Wajib

Mandi Air HangatFoto: Mandi Air Hangat (Wtpsports.com)

Sebelum mengetahui cara mandi wajib yang benar, Moms dan Dads perlu memahami sebab-sebabnya.

Sebab-sebab inilah yang mengharuskan seseorang untuk mandi wajib, yaitu berikut ini:

1. Bersetubuh

Seperti yang Moms dan Dads ketahui, mandi junub ialah wajib hukumnya jika telah berhubungan badan (jimak) yang mengeluarkan air mani atau pun tidak.

Hal yang dimaksud dengan bersetubuh ialah apabila bertemu dua khitan (kemaluan lelaki dan perempuan), dengan memasukkan hasyafah (batasan zakar yang dikhitan) ke dalam faraj.

Anjuran mandi wajib usai bersetubuh ini telah diriwayatkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Rasullah bersabda: “Apabila bertemu dua khitan, maka sesungguhnya wajib mandi,” (H.R Ibnu Majah).

2. Keluar Air Mani secara Sengaja atau Tidak

Keluarnya mani yang dimaksud ialah cairan dari alat kelamin laki-laki atau wanita.

Keluarnya ini baik karena mimpi basah, mempermainkannya, ataupun gairah yang ditimbulkan penglihatan atau pikiran.

3. Terhentinya Darah Haid bagi Wanita

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 222 yang artinya:

“Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: ‘Haid itu adalah suatu kotoran’.

Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci.

Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu.”

Dalam tafsir disebutkan yang dimaksud dengan suci dalam ayat tersebut adalah suci dengan cara mandi.

Dalam satu kesempatan, sahabat Fathimah binti Abi Jaisy RA pernah bertanya tentang darah yang keluar kemudian Rasulullah SAW menjelaskan:

“Bila keadaan haid itu datang maka tinggalkanlah salat. Jika ia telah pergi, maka mandi dan salatlah,” (HR. Bukhari dari Sayyidah Aisyah RA).

Baca Juga: 8 Cara Mengajar Anak Mengaji agar Tidak Bosan dan Lebih Seru!

4. Keluar Darah Nifas

Sama seperti haid, darah yang keluar saat bersalin (nifas) juga wajib disucikan dengan mandi.

Umumnya, nifas berlangsung selama 40 hari dan maksimal 60 hari.

Jika darah nifas berhenti, maka wanita harus mandi wajib.

5. Wiladah

Ketika wanita melahirkan normal, diwajibkan untuk mandi junub meski yang dilahirkan masih berupa segumpal darah atau daging.

Sementara jika melahirkan melalui operasi caesar, maka ada perdebatan antara ulama.

Ada yang mengatakan harus mandi wajib ada pula yang berpendapat sebaliknya.

6. Meninggal Dunia Selain daripada Mati Syahid

Umat Islam yang meninggal dunia, selain mati syahid, maka wajib untuk dimandikan.

Aturan ini telah lama diakui oleh para ulama sebagai syarat atau sebab untuk melakukan mandi junub.

7. Masuk Islam (Bagi Mualaf)

Seseorang yang baru masuk Islam diwajibkan untuk mandi wajib sebagai simbol pembersihan diri sebelum memulai ibadah sebagai seorang Muslim.

Mandi wajib bagi seorang mualaf adalah simbolisasi pembersihan diri secara fisik dan spiritual.

Sekaligus merupakan tanda pemutusan dari keadaan sebelumnya dan memulai kehidupan baru sebagai seorang Muslim.

Mandi ini dianggap sebagai langkah pertama dalam praktik kebersihan yang sangat ditekankan dalam Islam.

Baca Juga: Tata Cara Mandi Tobat dengan Urutan yang Benar dan Detail

Hukum Mandi Wajib

Mandi Malam

Foto: Mandi Malam (Webmd.com)

Berhubungan suami istri termasuk salah satu hadas besar. Karena itu, penting bagi Moms dan Dads paham cara mandi wajib.

Berbeda dengan hadas kecil yang dapat disucikan dengan berwudu, untuk hadas besar maka wajib untuk melakukan mandi wajib.

Jika tidak, tubuh akan dianggap najis dan belum bisa melakukan kewajiban beribadah.

Allah telah menuliskan perintah untuk mandi wajib dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 6:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءً فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًا طَيِّبًا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Yā ayyuhallażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti fagsilụ wujụhakum wa aidiyakum ilal-marāfiqi wamsaḥụ biru`ụsikum wa arjulakum ilal-ka’baīn, wa ing kuntum junuban faṭṭahharụ;

wa ing kuntum marḍā au ‘alā safarin au jā`a aḥadum mingkum minal-gā`iṭi au lāmastumun-nisā`a fa lam tajidụ mā`an fa tayammamụ ṣa’īdan ṭayyiban famsaḥụ biwujụhikum wa aidīkum min-h;

mā yurīdullāhu liyaj’ala ‘alaikum min ḥarajiw wa lākiy yurīdu liyuṭahhirakum wa liyutimma ni’matahụ ‘alaikum la’allakum tasykurụn.

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku;

dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah;

dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih);

sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”

Mandi wajib dalam Islam ditujukan untuk membersihkan diri, sekaligus menyucikan diri dari segala…

Kesimpulan

Itulah informasi tentang Tata Cara Mandi Wajib serta Niat, Doa, Rukun, dan Urutannya yang bisa kami berikan, semoga bermanfaat.

Berita selengkapnya bisa anda akses melalui link berikut ini: Situs Lowongan Kerja Indonesia