Ular Weling dengan Sederet Mitos dan Faktanya

Ular Weling

Liputanpers.com – menyajikan informasi terbaru tentang Ular Weling dengan Sederet Mitos dan Faktanya.

Anda juga bisa mencari berita terkait dalam kategori Opini, yang selalu terupdate setiap hari.

Read More

Liputanpers merupakan portal berita yang berasal dari berbagai sumber media online maupun sumber informasi swadaya masyarakat.

Setiap informasi yang di publikasikan pada situs kami cantumkan sumber serta link dari situs terpercaya dan anda bisa mengunjungi situsnya yang pada akhir artikel ini.

Simak artikel menarik lainnya tentang 5 Cara Investasi Paling Efektif, Berikut ini berita selengkapnya yang kami rangkum di bawah ini:

Ular Weling dengan Sederet Mitos dan Faktanya

Ular weling (Bungarus candidus) adalah spesies ular endemik di Asia Tenggara.

Ular ini juga dikenal dengan nama ular belang karena tubuhnya yang berwarna belang-belang hitam dan putih hingga ekor.

Panjang tubuh weling mencapai 155 cm (1.55 meter) dan habitat utamanya adalah hutan, hutan mangrove, semak belukar, perkebunan, dan lahan pertanian.

Ular weling sering kali dianggap sebagai hewan yang membawa mitos dan kepercayaan di masyarakat.

Beberapa mitos yang berkembang di masyarakat tentang ular weling adalah jika ular ini masuk ke rumah, maka akan kehilangan anggota keluarga, rumah akan kedatangan pencuri, dan mengalami masalah kesehatan.

Di balik mitos yang menyelimutinya, muncul pertanyaan mengenai seberapa berbahaya jenis ular ini bagi manusia?

Simak penjelasan lengkapnya, ya!

Baca Juga: Arti Mimpi Dililit Ular, Pertanda Dikhianati Orang Terdekat?

Morfologi Ular Weling

Foto: Ular Weling (Reptile-database.reptarium.cz)

Bungarus candidus, atau yang juga dikenal sebagai weling, adalah spesies ular yang sangat berbisa dari Asia Tenggara.

Berikut morfologi ular weling yang dirangkum dari The Reptile Database:

  • Bentuk Tubuh: Ular weling memiliki tubuh yang ramping dengan panjang mencapai 155 cm (1,55 meter).
  • Pola Warna Tubuh: Bagian atas tubuh ular ini memiliki pola belang-hitam dan putih yang berlanjut hingga ke ekor. Semakin ke ekor, belang-hitamnya semakin menyempit. Sementara bagian bawah tubuhnya berwarna putih.
  • Kepala: Kepala bagian atas hingga tengkuk (leher atas) ular ini berwarna hitam, sementara bagian bawahnya berwarna putih.
  • Ekor: Ekor weling berbentuk runcing. Panjang ekornya dapat mencapai 16 cm.

Perbedaan antara ular weling (Bungarus candidus) dan saudara dekatnya, ular welang (Bungarus fasciatus) adalah sebagai berikut:

  1. Bentuk Kepala: Kepala weling terlihat lonjong dan menyatu dengan badan, sementara kepala ular welang terlihat terpisah dengan jelas dari leher dan berbentuk segitiga.
  2. Panjang Tubuh: Ular welang memiliki panjang tubuh yang lebih besar dibandingkan weling. Ular welang dapat mencapai panjang hingga 2 meter, sedangkan weling hanya memiliki panjang sekitar 160 cm.
  3. Pola Warna Belang: Ular welang memiliki pola belang berwarna hitam dan kuning, sementara weling memiliki pola belang berwarna hitam dan putih.
  4. Bentuk Ekor: Ekor ular welang memiliki bentuk yang tumpul, sedangkan ekor weling lebih runcing.

Baca Juga: Menyusuri Waduk Gajah Mungkur: Ada Makam di Dasar Air, Taman Satwa, dan Tempat Berkemah

Habitat Ular Weling

Ular weling memiliki habitat yang mencakup berbagai jenis lingkungan, terutama di dataran rendah hingga ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut.

Habitat utamanya meliputi:

  • Hutan: Ular weling dapat ditemukan di hutan-hutan, di mana mereka sering bersembunyi di bawah tumpukan dedaunan dan cabang-cabang pohon.
  • Hutan Mangrove: Mereka juga dapat ditemukan di daerah hutan mangrove, terutama di wilayah pesisir.
  • Semak Belukar: Ular ini sering terlihat di semak-semak dan belukar, tempat mereka mencari makanan dan tempat persembunyian.
  • Perkebunan: Mereka dapat masuk ke perkebunan seperti kebun sawit dan kebun kelapa, di mana mereka dapat mencari mangsa.
  • Lahan Pertanian: Ular ini juga dapat ditemukan di daerah lahan pertanian, terutama jika ada tempat perlindungan dan sumber makanan yang cukup.

Selain itu, ular weling sering ditemukan di sekitar permukiman manusia, terutama di desa-desa, karena mereka memangsa hewan pengerat yang sering berkeliaran di sekitar rumah-rumah.

Ular ini adalah hewan nokturnal, yang berarti mereka aktif pada malam hari, tetapi mereka juga dapat terlihat di siang hari.

Ketika merasa terganggu atau terancam, ular ini memiliki kebiasaan untuk menyembunyikan kepalanya di bawah gulungan badannya.

Weling berkembangbiak dengan bertelur, dan jumlah telur yang dihasilkan biasanya berkisar antara 4 hingga 10 butir.

Baca Juga: 10 Ciri-Ciri Burung, Habitat, dan Contohnya untuk Edukasi

Apakah Ular Weling Berbisa?

Ular WelingFoto: Ular Weling (Thainationalparks.com)

Ular weling merupakan spesies ular yang berbisa dan dapat membahayakan manusia.

Efek racun dari gigitan ular weling (Bungarus candidus) pada manusia sangatlah berbahaya dan memiliki potensi fatal.

Korban yang terkena gigitan ular weling bisa mengalami pingsan dalam waktu satu jam setelah digigit, mual, muntah-muntah, bahkan hingga jatuh dalam keadaan koma.

Racun ular ini juga dapat menyebabkan kelumpuhan, sesak dada, dan kesulitan bernafas, yang semuanya merupakan gejala yang serius.

Terlebih lagi, gigitan ular ini memiliki risiko kematian yang tinggi. Oleh karena itu, sangat penting untuk segera mencari pertolongan medis jika terkena gigitannya.

Tidak disarankan untuk mencoba mengobati gigitan ular ini sendiri, karena tindakan medis yang tepat diperlukan untuk meredakan dampak racun ini.

Selain itu, penting untuk menjauhi weling dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat untuk melindungi diri dari gigitan ular ini.

Baca Juga: 5 Fakta Unik Ikan Channa (Gabus) yang sedang Naik Daun

Apa yang Harus Dilakukan Jika Terkena Gigitan Ular Weling?

Jika seseorang tergigit ular weling, pertolongan pertama yang harus diambil adalah sebagai berikut:

  1. Tetap Tenang: Penting untuk tetap tenang dan tidak panik, karena kepanikan dapat mempercepat penyebaran racun dalam tubuh.
  2. Lepaskan Pakaian atau Perhiasan: Segera lepaskan pakaian atau perhiasan di sekitar area gigitan yang dapat mempersempit pembuluh darah, karena pembuluh darah yang terjepit dapat mempercepat penyebaran racun.
  3. Jangan Menghisap atau Memotong Luka: Hindari mencoba menghisap atau memotong luka gigitan, karena tindakan tersebut dapat mempercepat penyebaran racun.
  4. Hindari Minuman Beralkohol atau Obat-obatan: Tidak dianjurkan memberikan minuman beralkohol atau obat-obatan tertentu kepada korban, karena hal tersebut dapat mempercepat penyebaran racun.
  5. Bawa Korban ke Rumah Sakit: Segera bawa korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan serum antibisa ular. Semakin cepat serum diberikan, semakin besar peluang untuk menyelamatkan korban.

Penting untuk diingat bahwa mencoba mengatasi gigitan ular ini sendiri bisa berbahaya dan memperburuk kondisi korban.

Selalu berhati-hati saat berada di daerah yang dihuni oleh ular weling, dan hindari kontak langsung dengan hewan ini.

Jangan ragu untuk mencari bantuan medis segera setelah terjadi gigitan ular ini.

Baca Juga: Keunikan Iklim Benua Australia dan Faktor yang Mempengaruhi

Demikian informasi tentang ular weling yang dapat membahayakan manusia jika terkena bisanya. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

Kesimpulan

Itulah informasi tentang Ular Weling dengan Sederet Mitos dan Faktanya yang bisa kami berikan, semoga bermanfaat.

Berita selengkapnya bisa anda akses melalui link berikut ini: Situs Lowongan Kerja Indonesia