TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyebut komunikasi dengan politikus PDI Perjuangan Ganjar Pranowo yang saat ini menjabat Gubernur Jawa Tengah baik-baik saja berkaitan dengan adanya wacana pasangan calon presiden Ganjar-Airlangga pada Pilpres 2024.

“Komunikasi sesama alumni (Universitas) Gadjah Mada baik baik saja,” kata Airlangga usai bertemu dengan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang tergabung Kelompok UMKM usAHA di Kota Semarang, Minggu.

Airlangga mengaku belum konsentrasi dengan wacana duet pasangan capres dan cawapres bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, meskipun masih terus berkomunikasi.

Hasil survei lembaga Y-Publica menunjukkan simulasi pasangan calon presiden untuk Pemilu 2024 Ganjar Pranowo-Airlangga Hartarto mengimbangi pasangan Prabowo Subianto-Puan Maharani. Prabowo-Puan didukung oleh 85,6 persen, sedangkan yang tidak mendukung 12,1 persen dan sisanya tidak tahu/tidak menjawab 2,3 persen. Adapun pasangan Ganjar-Airlangga didukung oleh 84,1 persen, tidak mendukung 11,2 persen, dan tidak tahu/tidak menjawab 4,7 persen.

Tak hanya dengan Ganjar, Golkar juga berupaya menduetkan Airlangga dengan sejumlah tokoh lain. Baru-baru ini muncul videotron yang menampilkan Airlangga dan Khofifah. Namun Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Timur, M. Sarmuji menyebut videotron bukan ditampilkan oleh pengurus Golkar. “Enggak ada perintah DPP. Bahkan DPP tidak tahu siapa yang pasang,” ujar Sarmuji saat dihubungi Tempo pada Ahad, 30 Januari 2022.

Beberapa videotron terlihat di sejumlah titik di Surabaya seperti di Jalan Indragiri, Jalan Mayjen Sungkono, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jalan Basuki Rahmat, JPO Jalan Pemuda, dan di depan Kebun Binatang Surabaya (KBS) di Jalan Diponegoro.

Baca: Soal Videotron Airlangga – Khofifah di Surabaya, Golkar: Bukan Perintah Partai




Source link