TEMPO.CO, Jakarta -Bali menjadi proyek percontohan warm up vacation yang digagas oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang ingin berwisata.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Nia Niscaya mengatakan penunjukan Pulau Dewata karena pertimbangan vaksinasi masyarakat sudah tinggi.

“Untuk vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 114,62 persen, kemudian vaksinasi dosis kedua sudah 102,40 persen,” ujarnya saat konferensi pers virtual pada Senin, 7 Februari 2022.

Kemudian untuk vaksinasi booster, Nia mengatakan baru sekitar 8,38 persen yang sudah diberikan di Bali. Proyek percontohan ini diklaim terlaksana secara hati-hati dengan mematuhi protokol kesehatan disertai pengawasan ketat pihak berwenang.

Nia menjelaskan, sudah dua tahun terakhir Bali mengalami kontaksi yang sangat signifikan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Bali pada pada kuartal I hingga kuartal III tahun 2021 mengalami kontraksi sedalam 3,43 persen.

Sampai saat ini, kata Nia, sudah ada 2.212 usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali yang sudah tersertifikasi CHSE dalam lingkup Indonesia Care. Kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungannya pun dianggap terjaga dan siap untuk menerima para wisatawan.

“Pada intinya kami berusaha menjaga destinasi Indonesia khususnya Bali supaya tetap menjadi inspirasi bagi wisatawan, sehingga ketika keadaan memungkinkan, kita sudah siap dan Indonesia tetap menjadi top of mind dari wisatawan mancanegara,” tutur Nia.

Sejauh ini baru ada lima hotel yang dipersiapkan untuk menampung wisatawan dalam paket warm up vacation dengan skema travel bubble. Paket itu sebagai model karantina sekaligus rekreasi di hotel untuk ‘pemanasan’ sebelum wisatawan berpelesir di Bali.

Jumlah hotel akan bertambah seiring kebutuhan dan semua proses persyaratan telah terpenuhi. Saat ini hotel yang ditunjuk dalam skema travel bubble antara lain The Westin Nusa Dua, Grand Hyatt, Royal Tulip Springhill Jimbaran, Griya Santrian Sanur, dan Viceroy Bali Ubud.

Kebijakan yang saat ini diterapkan Kemenparekraf akan dievaluasi setiap minggu bersama kementerian atau lembaga terkait. Mengingat penyebaran varian Omicron dari Covid-19 masih terus membayangi.

“Jadi memang kondisinya sangat dinamis, mau tidak mau kita semua harus proaktif, tidak hanya wisatawan yang harus menegakkan prokes tapi semua pihak,” ujar Nia.

Baca Juga: Warm Up Vacation di Bali, Kemenparekraf: Berbeda dengan Karantina

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.




Source link